Kaleresan manggihan tulisan Ustadz Achmad Chodjim, dina milis Islam 
sabeulah. Achmad Chodjim ngadamel buku2 tafsir. Lamun teu lepat mah 
Kang Oman gaduheun, ari kuring mah henteu. Achmad Chodjim oge sering 
ngobrol jeung Kang Oman di millis sabeulah. (kuring mah ngan macaan 
we postingan kang Oman teh, teu wani ......euy, elmuna acan 
tepi ...hehehe)

Nyanggakeun!

From: <[EMAIL PROTECTED]> 
Date: Mon May 23, 2005  1:47 pm 
Subject: RE: Joke [wanita-muslimah] Re: Kriminalisasi Keyakinan 
Shalat Dua Bahasa  

Ya.., kalau kita ini mau jujur terhadap perkembangan sejarah agama 
yang kita
peluk, maka kita bisa hidup beragama dengan penuh kesejukan. Jika 
kita melihat
Islam sekarang ini kan sepertinya Islam yang sudah "jadi" dari 
sononya. Padahal,
Islam yang heterogen, yang warna-warni, ini adalah hasil pergulatan 
panjang
sejarah syariat Islam. Lha, kalau tidak ada pergulatan, ya tidak 
akan muncul
yang namanya imam-imam mazhab itu.

Itu artinya apa? Kurun waktu 100 tahun sejak tidak hadirnya Rasul 
Allah secara
fisik di tengah-tengah umatnya, itu menyebabkan agama Islam penuh 
dengan
pergulatan sejarah terbentuknya syariat Islam. Habis muncul Ja'far 
ash-shaddiq,
muncullah Hanafi. Lalu, muncullah Syafii dan akhirnya muncul mazhab 
besar
terakhir yaitu Hanbali.

Ternyata, pergulatan untuk membentuk syariat Islam tidak berhenti 
sampai di
Hanbali. Bukhari sebagai murid Hanbali melakukan seleksi terhadap 
koleksi
hadisnya. Perlu diingat bahwa Bukhari ini lahir pada 194 H. Anggap 
saja
penguasaan Hadis setelah umur 30 tahun, maka pergulatan syariat 
tanpa ada
kodifikasi hadis itu sudah berjalan lebih dari 200 tahun. Dus, 
dengan munculnya
pembukuan hadis, maka praktis masa 200 - 300 tahun sepeninggal Nabi 
Muhammad,
umat dipenuhi dengan pergulatan syariat. Dan, ini berjalan terus 
hingga
sekarang. Wajar... bila akhirnya "rahmat" itu semakin menjauh dan 
yang ada ialah
.... yang saling melaknat. Maka, kita perlu kembali kepada ALLAH dan 
RASUL-NYA.


Allah adalah pencipta alam semesta dan sekaligus yang menurunkan 
wahyu-Nya
kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih. Alquran adalah wahyu-Nya. 
Tapi, Alquran
bukanlah Allah dan Allah bukanlah Alquran. Maka kembali kepada 
ALLAH, bukan
kembali kepada Alquran. Tapi, Alquran adalah pedoman bagi yang 
hendak kembali
kepada-NYA. Dus, kembali kepada Allah berarti melakukan interaksi 
trimurti,
yaitu berinteraksi dengan Allah, Alquran, dan Rasul. Ketiga-tiganya 
hidup! Dan,
kita memang harus dapat berkomunikasi dengan yang hidup supaya 
hati... terus
terang, terang terus....

Salam,
chodjim
 
--- In [email protected], eki kurnia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum ka Sadaya Baraya Sunda,
> mangga ah sing maju atuh US teh.
>  





PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke