Kang, leres ieu teh tina PR dinten ieu? pan ari ayeuna mah aya Departemen 
Perindustrian (Andung A Nitimihardja) sareng Departemen Perdagangan (Mari E. 
Pangestu)....  Alam Indonesia mah beunghar, ngan hanjakal loba dipaokan ku 
nagara batur.....
 
Yudhi

kumincir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Baraya, nyambung caritaan Kang Dedi basa di Redaksi Cupumanik, salah sahiji 
nu dimaksud teh meureun ieu... Nyanggakeun artikel ti PR dinten ieu. Punten 
teu di-Inggris-keun, ceuk Jang Kemod tea mah...

jk

Pantai Selatan Jawa Barat Menjanjikan
(http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/0104/08/0107.htm)

BOGOR, (PR).-
Diresmikannya Holding Ground Ikan Hias di area Terminal Agrobisnis (TA) 
Rancamaya Desa Rancamaya Kecamatan Bogor Selatan, Rabu (7/1), merupakan 
suatu prestasi tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, 
holding ground tersebut adalah satu-satunya yang ada di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI Rini M.S. 
Soewandi, dalam sambutannya di depan hadirin, saat peresmian holding ground 
tersebut. "Ini tentunya sejalan dengan tekad pemerintah Jabar, yaitu 
akselerasi peningkatan kesejahteraan masyarakat, guna pencapaian visi Jabar 
2010, sebagai provinsi termaju dan mitra terdepan ibu kota negara, yang 
dalam aplikasinya mengedepankan agrobisnis sebagai tulang punggung 
perekonomian Jabar," ulas Rini.

Dijelaskan Rini, potensi sumber daya ikan hias Indonesia sangat berlimpah, 
dan memiliki peluang pasar yang besar, baik di dalam maupun luar negeri. 
"Pada tahun 2002 lalu saja, ekspor ikan hias Indonesia mencapai 20 juta 
dolar AS, dengan tujuan lebih dari 52 negara. AS, Uni Eropa, dan Jepang, 
adalah di antara negara-negara yang menjadi pengimpor terbesar ikan hias 
asal Indonesia," papar Rini.

Sebagai bahan perbandingan, data dari Stasiun Karantina Bandara 
Soekarno-Hatta, Bali, Sumsel, Sumut, Sumbar, dan Lampung, jumlah ikan hias 
yang diekspor tahun 2003 mencapai 120 juta ekor. "Bila diasumsikan satu ekor 
ikan hias dihargai satu dolar AS, nilai ekspor ikan hias kita mencapai 120 
juta dolar AS. Bukan nilai yang kecil untuk suatu ekspor," ujarnya.

Kenaikan nilai ekspor tersebut, tambah Rini, tidak lepas dari peran aktif 
Pemerintah Provinsi Jabar, yang secara konsisten membina dan memfasilitasi 
para stake holder bidang perikanan Jabar, untuk mengembangkan perdagangan 
ikan hias.

Ironisnya, pangsa ekspor Indonesia di pasar Eropa belum menggembirakan 
dibandingkan negara pengekpor lainnya. Menurut data dari Organization 
Fishery International (OFI), Singapura masih menguasai pasar Eropa dengan 
pangsa pasar mencapai 25 persen, sedangkan negara lain, termasuk Indonesia 
hanya 10 persen. Sementara itu, untuk pasar AS, Indonesia baru bisa 
menguasai 6 persennya.

Lebih menyayat hati lagi, ternyata hampir seluruh ikan hias yang diekspor 
Singapura berasal dari Indonesia. "Jadi, dapat dipastikan bahwa impor ikan 
hias Singapura adalah reekspor dari Indonesia," ujarnya. Untuk itu, potensi 
ikan hias itu harus dikembangkan terus.

Ada empat hal utama untuk mencapai akselerasi perkembangan ikan hias. Di 
antaranya ialah pengembangan sistem informasi pasar yang aktual dan faktual 
sehingga proses aksesibilitas terhadap pasar yang ada dapat berlangsung. 
Kedua, ialah konsolidasi produsen melalui koperasi perikanan. Ketiga, adanya 
kepastian harga jual yang diprakarsai para asosiasi. Keempat, komitmen untuk 
menjaga kualitas yang dihasilkan. "Semuanya itu dapat difasilitasi langsung 
melalui holding ground ini. Ini bisa menjadi contoh provinsi lain".

Pantai selatan

Menurut Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan, sektor agrobisnis ikan hias 
merupakan salah satu pilar utama penyokong pertumbuhan perekonomian. Oleh 
karena itu, operasionalisasi gedung holding ground ikan hias, menjadi 
tonggak penting dalam pengembangan sektor agrobisnis ikan hias di Jawa Barat 
khususnya dan di Indonesia umumnya.

Gedung yang berukuran 800 meter persegi dan dibangun di atas lahan seluas 
sembilan hektare, dilengkapi dengan ruangan karantina kedatangan dan 
keberangkatan, ruang galeri (pusat bisnis), ruang kantor, ruang 
laboratorium, dan ruangan pendukung lainnya. Ruangan holding ground sendiri 
mampu menampung 1.500 akuarium berukuran sedang.

"Gedung ini dibangun berdasarkan kebutuhan dan potensi masyarakat pelaku 
usaha ikan hias, yang mayoritas pengusaha kecil dan lokasinya tersebar. Itu 
menyebabkan kesulitan untuk melakukan konsolidasi produk, baik untuk 
memenuhi permintaan pasar maupun penetrasi pasar, terutama pasar luar 
negeri," jelas Danny.

Tidak adanya holding ground di Indonesia itulah, papar Danny, yang 
dimanfaatkan oleh Singapura, yang memiliki holding ground ikan hias terbesar 
di Asia. "Oleh karena itu, dengan adanya fasilitas ini, petani ikan hias di 
Jawa Barat dapat lebih kompetitif memasuki pasar global".

Danny mengungkapkan bahwa Jabar merupakan produsen ikan hias terbesar di 
Indonesia. "Dari total ekspor ikan hias nasional, 75 persen di antaranya 
berasal dari Jawa Barat, khususnya dari Bogor, Cianjur, Sukabumi, dan 
Purwakarta," ujarnya. Tahun 2002, ekspor komoditas perikanan dari Jabar 
mencapai 13 juta dolar AS. Angka ini turun jika dibandingkan nilai ekspor 
tahun 2001 yang mencapai 25 juta dolar AS. "Penurunan ini karena penerapan 
peraturan bioterorism oleh Amerika Serikat," ujarnya.

Berdasar data Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Oceanologi 
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, laut selatan Jawa Barat selain memiliki 
potensi tinggi untuk ikan konsumsi, juga memiliki populasi ikan hias yang 
sangat potensial. "Pantai selatan, dengan luas karang sekira 4,175 juta 
meter persegi, memiliki populasi ikan hias 1.280 ekor per 100 meter persegi. 
Ini adalah potensi yang belum tergali secara optimal mengingat jumlah impor 
ikan hias Indonesia, lebih dari 90 persen merupakan ikan hias air tawar," 
kata Danny.

Sementara itu, Ketua Koperasi Perikanan Kota Bogor (KPKB) Ny. Peni Syanti 
menuturkan bahwa keberadaan Holding Ground Ikan Hias ini sudah sejak lama 
dinantikan oleh para reiser dan juga para pelaku usaha di sektor ini. 
"Nantinya Kota Bogor akan menjadi pusat pemasaran ikan hias dari Jabar, 
bahkan mungkin dari seluruh Indonesia, untuk memenuhi permintaan pasar 
dunia," ucapnya optimistis.

Usai melakukan pengguntingan pita tanda peresmian, rombongan berkeliling 
area, di antaranya ke sejumlah jongko yang menjual buah-buahan produk Bogor, 
seperti durian Rancamaya, aneka olahan talas Bogor, dan lain-lain. Rini 
Suwandi, ditemani Danny Setiawan, Nuriana (mantan Gubernur Jabar) dan Iswara 
Natanegara (Wali Kota Bogor) sempat mencicipi beberapa kali durian khas 
Rancamaya yang terkenal lezat. (A-128)***


[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.




SPONSORED LINKS 
Culture Indonesia Corporate culture Hawaiian culture Hispanic culture Jewish 
culture 

---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS 


    Visit your group "kisunda" on the web.
  
    To unsubscribe from this group, send an email to:
 [EMAIL PROTECTED]
  
    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. 


---------------------------------



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke