Ieu aya seratan mulungan tina forum diskusi dina situs www.tasikmalaya.go.id
   
  Assalamu'alaikum wr wb
Wargi sadaya ,, kumaha daramang ????? 
Kerna Allohna Bae Mangga Aos Iyeu Artikel Mudah-mudahan Manfaat ....



PERLU SIKAP YANG SAMA TERHADAP SEMUA TERORIS
'Segala bentuk pembunuhan terhadap rakyat sipil yang tidak bersalah adalah 
tindakan teroris yang harus dikecam baik dilakukan oleh seseorang, kelompok, 
atau negara. Negara yang melakukan pembunuhan rakyat sipil seperti AS dan 
Inggris di Irak seharusnya juga dicap sebagai teroris dan menjadi musuh bersama 
kita' 
Pemburuan terhadap apa yang disebut oleh pemerintah dan media sebagai teroris 
semakin gencar dilakukan. Razia mengejar teroris dilakukan di setiap kota. 
Mobil digeledah, penumpang kapal diperiksa, rumah-rumah yang dicurigai 
berhubungan dengan jejak teroris digrebek. Semuanya dilakukan atas nama perang 
melawan terorisme. Media masa pun, tidak ketinggalan, mengekspose isu terorisme 
ini terus menerus. Sejak bom Bali II, berita pemburuan terhadap teroris terus 
menjadi headline, disamping flu burung. Puncaknya saat terbunuhnya orang yang 
dijuluki media sebagai gembong nomor satu terorisme di Indonesia, Dr. Azhari. 
Bagi kita adalah sangat jelas ada beberapa pedoman penting dalam isu terorisme 
ini. Pertama, Islam melarang pembunuhan tanpa ada alasan yang dibenarkan oleh 
syara'. Karena itu Islam mengharamkan pembunuhan rakyat sipil yang tidak 
bersalah dan tidak terlibat langsung dalam perang. 
Kedua, Islam melarang perusakan terhadap harta benda yang bukan miliknya, baik 
itu milik orang lain, ataupun milik negara. 
Ketiga, perjuangan penegakan syariat Islam dan khilafah berdasarkan metode 
Rasulullah adalah lewat perjuangan politik dan pemikiran tanpa kekerasan (non 
violance), bukan dengan angkat senjata apalagi tindakan teror.
Keempat, adalah wajib (fardhu ain) hukumnya memerangi musuh-musuh yang secara 
langsung menduduki negeri muslim sebagai bentuk perjuangan pembebasan dari 
penjajahan sebagai mana yang terjadi di Irak, Afghanistan, dan Palestina, yang 
dijajah secara langsung oleh negara-negara kafir. Hal yang sama pernah 
dilakukan oleh para ulama kita baik dari NU maupun Muhammadiyah saat menyerukan 
jihad memerangi Belanda yang menduduki Indonesia. 
Kelima, jihad (perang) merupakan salah satu cara yang akan ditempuh oleh Daulah 
Khilafah Islam kalau berdiri (dan saat ini belum berdiri) dalam rangka 
penyebaran dakwah Islam setelah sebelumnya melakukan seruan dakwah dan tawaran 
menjadi ahlul dzimmah (warga negara daulah Islam non muslim yang dilindungi 
oleh negara). Perang yang merupakan pilihan terakhir yang dilakukan oleh Daulah 
Khilafah ini pun ditujukan bukan membumihanguskan rakyat sipil, tapi untuk 
menghilangkan penghalang fisik terutama para penguasa yang dzolim yang 
menghalangi dakwah Islam masuk kenegeri tersebut.
Lima hal diatas merupakan prinsip penting Islam sebagai agama rahmat lil 
'alamin. Yang justru kita pertanyakan adalah bagaimana sikap banyak pihak 
terutama penguasa negeri-negeri Islam saat ini dalam perang melawan terorisme 
ini. Ada beberapa keganjilan-keganjilan yang perlu kita pertanyakan sekaligus 
perlu kita luruskan. Keganjilan ini sekaligus menunjukkan standar ganda dan 
bias kita dalam apa yang dikampanyekan sebagai perang melawan terorisme. 
Pertama, kita sering mengatakan seseorang baru boleh dihukum setelah dituduh 
bersalah oleh proses pengadilan yang sah dan objek. Pertanyaan, bagaimana yang 
dilakukan oleh AS dan negara-negara lain didunia yang menghukum orang yang 
tidak bersalah tanpa proses pradilan hanya dengan alasan mereka adalah teroris. 
Hal inilah yang terjadi dipenjara-penjara AS dan sekutunya diseluruh dunia 
seperti di Guantanamo, Afghanistan, dan penjara-penjara rahasia CIA 
lainnya.Mereka dihukum, dipenjara, bahkan disiksa tanpa proses peradilan. 
Pertanyaan yang sama bisa kita ajukan kepada media yang sering menyebut 
seseorang atau kelompok sebagai teroris, padahal belum ada proses peradilan 
yang objektif yang membuktikan hal tersebut. Atau masih terdapat banyak 
kemungkinan pelaku yang melakukan tindakan tersebut, baik langsung atau tidak 
langsung. Adilkah kita mencap seseorang atau kelompok sebagai teroris tanpa ada 
proses pembuktian yang sah lewat proses peradilan ? Sementara kita tahu bahwa 
perang melawan
 teroris ini adalah perang yang penuh konspirasi ?
Kedua, kalau para pelaku teroris seperti Azhari itu dicap sebagai teroris 
karena dianggap telah membunuh lebih 200 nyawa di Bali dan puluhan nyawa dalam 
aksi yang lain, bagaimana dengan AS , Inggris dan sekutunya yang telah membunuh 
ribuan nyawa di Irak dan Afghanistan ? Menurut Iraqi Body Count sudah sekitar 
25.000 yang terbunuh dalam perang Irak. Dan ini terus berlangsung hingga saat 
ini. Padahal perang ini dilakukan dengan alasan kebohongan adanya senjata 
pemusnah masal. Termasuk bagaimana dengan Israel yang terus menerus membunuhi 
kaum muslim di Palestina. Kenapa mereka tidak disebut teroris. Seharusnya 
Amerika Serikat dan sekutunya juga harus dicap teroris karena mereka telah 
membunuh rakyat sipil . 
Ketiga, kalau segala sesuatu yang dianggap berhubungan dengan al Qaida, Jama'ah 
Islamiyah, Dr Azhari, diburu dan dicurigai sebagai pelaku terorisme. Kenapa 
banyak penguasa terutama di negeri-negeri Islam, termasuk Indonesia, tidak 
melakukan hal yang sama terhadap negara-negara Imperialis yang pada dasarnya 
juga teroris karena membunuh rakyat sipil ? Kenapa operasi inteligen tidak 
ditujukan terhadap agen-agen imperialis Barat, termasuk menyelidiki aktivitas 
inteligen di kedutaan besar Amerika Serikat, Inggris, dan sekutunya ? Bukankah 
sudah banyak bukti agen-agen negara ini imperialis bermain dalam berbagai 
konflik di dunia seperti Kuba, Nikaragua, Vietnam, dan kawasan Timur Tengah 
lainnya. Hal yang sama terjadi di Indonesia. Bukankah merupakan bukti yang 
jelas lewat dokumen resmi yang dibuka oleh AS sendiri tentang keterlibatan CIA 
dalam tragedi pemberontakan PKI tahun 1965. Terakhir, Australia sendiri 
mengungkap keterlibatan mereka dalam konflik di Timor Timur saat dilakukan
 referandum disana.
Keempat, kita sering mengatakan segala persoalan harus diselesaikan dari akar 
penyebabnya, karena dengan cara itulah persoalan akan selesai dengan tuntas. 
Namun dalam kasus penggunaan kekerasan ini, banyak yang tidak jujur untuk 
mengakui akar penyebab semua bentuk kekerasaan ini adalah tindakan 
negara-negara Imperialis Barat seperti AS, Inggris dan sekutunya yang menindas 
umat Islam di berbagai belahan dunia. Pembunuhan sistematis yang dilakukan 
Negara-negara Barat di Irak, Afghanistan, dan dukungan mereka terhadap negara 
penjajah Israel di Palestinalah yang menumbuhsuburkan penggunaan kekerasan ini. 
Dari berbagai alasan yang dinyatakan oleh para pelaku tindakan kekerasan ini, 
sangat jelas, penjajahan AS dan sekutulah yang mendorong mereka untuk melakukan 
jihad. Meskipun harus kita akui, dalam praktik jihadnya ini ada yang tepat ada 
pula yang keliru. Jihad yang dilakukan di Irak, Afghanistan, Palestina adalah 
legal, sebab penjajah telah secara langsung membunuh rakyat sipil dengan
 berbagai alasan. Sementara berbagai pemboman di Indonesia yang mengorbankan 
rakyat sipil yang tidak bersalah adalah praktek jihad yang tidak tepat. Namun, 
seharusnya kita jujur faktor utama yang mendorong tindakan jihad ini adalah 
justru penjajahan yang dilakukan negara-negara Barat. Inilah akar penyebabnya 
yang harus diselesaikan, yakni dengan mundurnya negara-negara penjajah tersebut 
dari negeri-negeri Islam dan menghentikan penjajahan dalam segala bentuknya 
terhadap negeri-negeri Islam. 
Intinya, perlu sikap yang sama dalam memerangi terorisme. Siapapun yang 
membunuh rakyat sipil harus dicap teroris. Siapapun teroris harus diperlakukan 
sama. Dan siapapun tidak bisa dituduh bersalah tanpa proses pembuktian 
pengadilan yang objektif. Kalau ini tidak dilakukan, adalah wajar kalau umat 
Islam merasakan, bahwa merekalah yang jadi target dalam perang melawan 
terorisme ini. Bagaimana umat Islam tidak merasa sakit hati, kalau yang 
dijadikan target pemburuan teroris hanya orang-orang yang bercitra Islam saja. 
Lihat saja di berbagai media yang dicurigai teroris pastilah Ahmad bukan 
Goerge, yang berjenggot, yang celananya diatas mata kaki (isbal), yang memiliki 
tanda dahi hitam, membawa al Qur'an dan buku-buku Islam. 
Padahal yang paling banyak menjadi korban dalam perang terorisme ini adalah 
umat Islam sendiri. Dan yang paling diuntungkan dengan isu terorisme ini adalah 
negara Barat. Dengan alasan memerangi terorisme, mereka bisa melakukan apa 
saja, mengintervensi negara lain, menangkap orang tanpa bukti, menahan tanpa 
pengacara yang membela. Sementara terhadap teroris sebenarnya yakni Amerika 
Serikat dan sekutunya, kita diam seribu bahasa, bahkan berkerjasama dengan 
mereka. Kalau rakyat Amerika Serikat sendiri semakin tidak percaya terhadap 
alasan pemerintahnya menyerang Irak, pengusaha negeri-negeri Islam justru 
bekerjasama dengan pemerintah Bush dan sekutunya. Penguasa inipun dengan senang 
hati mengikuti apa saja intruksi dan program yang diagendakan oleh 
negara-negara Imperialis ini. Tanyalah hati nurani kita.



Baktos Ti Pribados, 
Runa Inawan - KUSnet

http://inawan.blogs.friendster.com
[email protected]
www.urang-sunda.or.id
[EMAIL PROTECTED]
"Kebajikan yang ringan adalah menunjukkan muka berseri-seri dan mengucapkan 
kata-kata yang lemah lembut"(Umar bin Khattab) "




__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IotolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke