Ambu abdi nuju sma tos proffesor Maenpo di UNPAD
masihan elmu GRATIS, pas ka ITB terus ngawuruk maenpo
deui sa Campus aya 500 murid eta oge GRATIS nepi tamat
ITB.
Ayeuna ngawuruk FBI, CIA, SWAT , sd, smp, sma,
universitas biasa cari temen eh GRATIS juga. Gajih
simkuringmah ngawangun kota New York City, ngarancang
gedong nu luhur.

Kang Yana

--- richadiana kartakusuma
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> tah leres, sok Kang Yana nu mitembeyan atuh..abdi
> daptar ah nu kahiji sakola gratis...teu nanaon
> gratis maen po oge, tiasa napak kancang kitu...tah
> bade newak nu julig ka nagara tapi kalalabur ka
> nagara deungeun...pan resep  nikreuhan
> laut...hehehe.
> AMBU 
> 
> SASTRANEGARA THARYANA <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
>                              Kalau yang disalahkan
> masalah kebodohan dan tidak
>  produktif untuk membangun bangsanya, bagaimana
> kalau
>  pemerintah memberi pendidikan GRATIS dari SD sampai
>  PERGURUAN TINGGI. Saya yakin SE $ = SE RP. (bukan
> RP 8
>  000 SE $).
>  Yang TIDAK MAU SEKOLAH dan TIDAK MAU KERJA di BUI.
>  
>  Cag
>  Kang Yana
>  
>  --- richadiana kartakusuma
>  <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  
>  > BETUL!! "Ah, Horatio" seru Hamlet, si peragu,
> lebih
>  > banyak lagi hal-hal di langit dan bumi dibanding
>  > dengan yang kau impikanndalam falsafah,  namun
>  > bukankah perencanaan dimulai dengan mimpi,
>  > perjalanan jauhpun diawali satu langkah, mengapa
>  > lalu berpangku? yang pasti WAKTU TIDA PERNAH
>  > MENUNGGU!"
>  > 
>  > AMBU
>  > 
>  > mh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:            
>   
>  >                Korea Saja Bisa, Apalagi Indonesia
>  >  Sabtu, 26 januari 2008 | 02:17 WIB
>  >  
>  >  Koh Young Hun
>  >  
>  >  Tiga puluh tahun yang lalu, saya mendengar dari
>  > profesor saya di ruang
>  >  kelas bahwa Indonesia merupakan negara yang
>  > berpotensi tinggi, karena
>  >  sumber daya alam dan manusianya begitu kaya.
> Tiga
>  > puluh tahun sudah
>  >  lewat, dan saya sudah menjadi profesor. Saya
> masih
>  > juga mengatakan
>  >  kepada murid-murid saya bahwa Indonesia negara
>  > besar dan berpotensi
>  >  tinggi dengan alasan yang sama.
>  >  
>  >  Tanggal 19 Desember 2007, rakyat Korea (Korsel)
>  > memilih presiden baru,
>  >  yaitu Lee Myung-bak (biasa disebut MB) yang akan
>  > memulai lima tahun
>  >  masa jabatannya pada 25 Februari mendatang. MB
>  > berjanji bahwa dalam
>  >  masa jabatannya Korea akan lebih maju dengan
>  > wawasan 7-4-7, yang
>  >  berisikan bahwa 7 persen pertumbuhan ekonomi per
>  > tahun, 40.000 dollar
>  >  AS pendapatan per kapita, dan negara ke-7
> terbesar
>  > dari segi
>  >  ekonominya (sekarang ke-11 terbesar). Pada hemat
>  > saya, Indonesia juga
>  >  bisa, karena negara ini punya kemampuan.
>  >  
>  >  Ciri utama yang mewarnai negara berkembang, dan
>  > merupakan musuh utama
>  >  yang harus kita kalahkan, ialah kebodohan dan
>  > kemalasan yang keduanya
>  >  adalah cikal bakal yang melahirkan kemiskinan.
>  > Karena itu, siapa yang
>  >  lebih dahulu mampu menghilangkan dua sifat buruk
>  > itu, maka dialah yang
>  >  akan dengan cepat dapat meraih kemajuan dan
>  > kemakmuran bangsanya.
>  >  
>  >  Dalam teori pembangunan, sebagaimana ditulis
> Steven
>  > J Rosen dalam
>  >  bukunya, The Logic of International Relation,
>  > dikenal dua aliran
>  >  pendapat tentang sebab-sebab keterbelakangan
>  > negara-negara berkembang,
>  >  di mana kedua aliran pendapat itu secara prinsip
>  > sangat berbeda satu
>  >  dengan yang lain. Dalam hal ini, Indonesia dan
>  > Korea memiliki
>  >  pandangan yang sama, yakni menganut paham
>  > tradisional; menganggap
>  >  bahwa proses pertumbuhan ekonomi dan pembangunan
> di
>  > sebagian besar
>  >  negara terhambat akibat rendahnya tingkat
>  > produktivitas yang
>  >  berhubungan erat dengan tingginya kemubaziran
> dan
>  > ketidakefisiensian
>  >  sosial. Aliran ini berpendapat bahwa
>  > keterbelakangan dan kemiskinan
>  >  mutlak disebabkan faktor-faktor internal.
> Istilah
>  > Jawa-nya karena
>  >  salahe dewe.
>  >  
>  >  Adapun aliran yang lain, ialah aliran radikal,
>  > memandang kemiskinan
>  >  dan keterbelakangan suatu negara (terutama
> negara
>  > ketiga) disebabkan
>  >  oleh kondisi internasional, yakni adanya
>  > eksploitasi negara-negara
>  >  maju terhadap negara-negara berkembang. Namun,
>  > dalam hal ini saya
>  >  beranggapan bahwa teori ini cenderung selalu
>  > mencari kambing hitam.
>  >  Pepatah Melayu-nya, karena awak tak bisa menari,
>  > lantai pula yang
>  >  disalahkan.
>  >  
>  >  Etos Korea
>  >  
>  >  Kita semua tahu bahwa Korea dalam kurun waktu
>  > relatif singkat telah
>  >  menjelma menjadi masyarakat modern, yaitu
>  > masyarakat yang telah mampu
>  >  melepaskan diri dari ketergantungan pada
> kehidupan
>  > agraris.
>  >  
>  >  Kemajuan Korea ini telah membuat banyak orang
>  > berdecak, terpukau
>  >  seperti melihat keajaiban sebuah mukjizat. Para
>  > pakar bertanya-tanya,
>  >  resep apa gerangan yang telah membuat bangsa
> yang
>  > terubah menjadi
>  >  negara dan bangsa yang makmur? Sejak awal tahun
>  > 1970-an pihak
>  >  Pemerintah Korea dalam rangka semangat
> pembangunan
>  > nasional telah
>  >  berusaha membentuk tipe manusia Korea yang
> memiliki
>  > empat kualitas.
>  >  Pertama, "sikap rajin bekerja". Lebih menghargai
>  > bekerja secara tuntas
>  >  betapa pun kecilnya pekerjaan itu, tinimbang
> pidato
>  > yang muluk-muluk
>  >  tetapi tiada pelaksanaannya.
>  >  
>  >  Kedua, "sikap hemat", yang tumbuh sebagai buah
> dari
>  > sikap rajin
>  >  bekerja tadi. Ketiga, "sikap self-help", yang
>  > didefinisikan sebagai
>  >  berusaha mengenali diri sendiri dengan
> perspektif
>  > yang lebih baik,
>  >  lebih jujur, dan lebih tepat; berusaha
>  > mengembangkan sifat mandiri dan
>  >  rasa percaya diri. Keempat, kooperasi atau kerja
>  > sama, cara untuk
>  >  mencapai tujuan secara efektif dan rasional, dan
>  > mempersatukan
>  >  individu serta masyarakatnya.
>  >  
>  >  Inilah picu laras yang memacu jiwa kerja bangsa
>  > Korea. Bila kita
>  >  perhatikan, keempat butir nilai itu sesungguhnya
>  > adalah nilai luhur
>  >  bangsa Indonesia. "Rajin pangkal pandai..." dan
>  > "sedikit bicara banyak
>  >  kerja" adalah pepatah yang telah mengakar dalam
>  > budaya Indonesia.
>  >  
>  >  Adapun nilai self-help, mandiri, sudah lama
> melekat
>  > dalam nilai religi
>  >  sebagian besar masyarakat Indonesia, karena
> Tuhan
>  > Yang Maha Esa dalam
>  >  Al Quran menyebutkan bahwa sesungguhnya Allah
> tidak
>  > akan mengubah
>  >  nasib sesuatu bangsa, kecuali bangsa itu
> mengubah
>  > nasibnya sendiri.
>  >  Sedangkan setiap usaha mengubah nasib, baik itu
>  > membuahkan hasil
>  >  ataupun tidak, Islam telah memberinya nilai
> tambah;
>  > digolongkan pada
>  >  perbuatan ibadah. Sementara sifat yang terakhir,
>  > kooperasi, adalah
>  >  sendi-sendi budaya Indonesia yang amat menonjol.
>  > Kooperasi atau gotong
>  >  royong tetap dipelihara dan dilestarikan.
>  >  
>  >  Burung garuda
>  >  
>  >  Sebagai penutup, saya ingin sedikit mendongeng
>  > tentang seekor anak
>  >  burung garuda yang tertangkap dan dipelihara
> oleh
>  > seorang pemburu.
>  >  Dari hari ke hari dia hanya bermain di halaman
>  > rumah; bersama-sama
>  >  ayam kampung. Lalu pada suatu hari lewatlah
> seorang
>  > ahli unggas. Sang
>  >  zoologist itu terkejut.
>  >  
>  >  "Ah!" pikir sang ahli unggas itu terheran-heran.
>  > "Sungguh mengherankan
>  >  burung garuda itu!" ujarnya kepada pemburu.
>  >  
>  >  "Dia bukan burung garuda lagi. Nenek moyangnya
>  > mungkin garuda, tetapi
>  >  dia kini tidak lebih dari ayam-ayam sayur!"
> balas
>  > sang pemburu mantap.
>  >  
>  >  "Tidak! Menurutku dia burung garuda, dan memang
>  > burung garuda!" bantah
>  >  si ahli unggas itu.
>  >  
>  >  Burung garuda ditangkap, lalu diapungkan ke atas
>  > udara. Garuda
>  >  mengepak, lalu terjatuh.
>  >  
>  >  "Betul, kan?" ujar si pemburu. "Dia bukan garuda
>  > lagi!"
>  >  
>  >  Kembali si ahli unggas itu menangkap garuda, dan
>  > mengapungkannya lagi.
>  >  Kembali garuda mengepak, lalu turun kembali. Si
>  > pemburu kembali
>  >  mencemooh dan semakin yakin garuda telah berubah
>  > menjadi ayam.
>  >  
>  >  Dengan penuh penasaran si ahli unggas memegang
>  > burung itu, lalu dengan
>  >  lembut membelai punggungnya, seraya dengan tegas
>  > membisikkan: "Garuda,
>  >  dalam tubuhmu mengalir darah garuda yang
> perkasa.
>  > Kepakkanlah sayapmu,
>  >  terbanglah membubung tinggi, lihatlah alam raya
>  > yang luas yang amat
>  >  indah. Terbanglah! Membubunglah!" Burung
> dilepas,
>  > dia mengepak. Semula
>  >  tampak kaku, kemudian tambah mantap, akhirnya
>  > garuda melesat membubung
>  >  tinggi, karena dia memang garuda.
>  >  
>  >  Nah, barangkali cerita ini ada persamaannya
> dengan
>  > bangsa Indonesia.
>  >  Bukti kejayaan masa lampau telah membuat mata
> dunia
>  > takjub. Borobudur
>  >  satu bukti karya perkasa. Kini camkanlah bahwa
> Anda
>  > sekalian mampu,
>  >  Anda punya kemampuan. Korea saja bisa, apalagi
>  > Indonesia.
>  >  
>  >  Koh Young Hun Profesor di Program Studi
>  > Melayu-Indonesia, Hankuk
>  >  University of Foreign Studies, Seoul, Korea
>  >  
>  >  Citation:
>  > 
>  >
> 
>
http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.kompascetak.xml.2008.01.26.02170491&channel=2&mn=4&idx=4
>  >  
>  >      
>  >                                
>  > 
>  >        
>  > ---------------------------------
>  > Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.
>  > 
>  > [Non-text portions of this message have been
>  > removed]
>  > 
>  > 
>  
> 
>
__________________________________________________________
>  Looking for last minute shopping deals?  
>  Find them fast with Yahoo! Search. 
>
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping
>  
>      
>                                
> 
>        
> ---------------------------------
> Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 



      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping


PENTING..!

attachment akan dihapus & tidak diteruskan kepada seluruh member.

dilarang beriklan. pelanggaran atas peraturan ini akan dikenai sanksi berupa 
pencabutan membership.

terutama bagi pengguna ms outlook/outlook express, dihimbau untuk selalu 
mengupdate antivirusnya.
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke