pedaran ti mh kalebet ngawaler patarosan ti simkuring dina mangsa katukang
sakedik,

aya tambihan ti sohib di trowulan
ngajepretna pas ping 1 juni 2008
http://kurakurabiru.multiply.com/photos/album/125/Gus_Im_Kolektor_760_Buah_Keris_Pusaka

baktos,


2008/9/11 mh <[EMAIL PROTECTED]>

>   Keris, dari Besi Tua ke Besi Aji (1)
> Selasa, 9 September 2008 | 13:59 WIB
>
> Oleh wartawan Kompas.com, IGN Sawabi
>
> ADA mitos menyebutkan, empu (sebutan bagi pembuat keris) mengerjakan
> pembuatan keris tanpa alat. Konon, besi hanya dipijit-pijit dan
> jadilah sebilah keris. Yang saya tuturkan dalam tulisan ini adalah
> bagaimana keris dibuat, bukan bagaimana mitos dikisahkan.
>
> Selain itu, tulisan ini tidak ada kaitannya dengan unsur magic-nya,
> tetapi murni keris sebagai barang seni yang mengedepankan unsur
> keindahan pola pamor dan fisik bilah keris itu sendiri. Juga bukan
> bagaimana cara membuat keris yang sakti atau bertuah.
>
> Pada dasarnya, sebilah keris terdiri atas tiga jenis unsur logam,
> besi, baja, dan pamor (bisa terbuat dari nikel dan yang lebih mahal
> terbuat dari batu meteorit). Namun, untuk keris jenis kelengan tidak
> ada unsur pamornya sehingga hanya terdiri atas dua bahan, baja dan
> besi.
>
> Mengawali pembuatan keris, seorang empu akan memilih besi terbaik
> untuk mendapatkan hasil yang baik. Secara kasat mata, besi yang
> berumur tua akan menghasilkan keris yang bagus karena karat pada besi
> berusia tua lebih sedikit dibandingkan dengan besi berusia muda.
>
> Ada baiknya saya perkenalkan nama-nama alat yang biasa dipergunakan
> para pembuat keris dalam bekerja secara tradisional. Seperti yang ada
> di besalen milik Ki Sungkowo Harumbrojo di Gatak, Sumberagung,
> Moyudan, Sleman, Yogyakarta.
>
> 1. Empu: Pembuat keris
> 2. Panjak: Asisten pembuat keris. Panjak terdiri atas dua orang, satu
> bertugas menyalakan api dan memompa sehingga api terus menyala.
> Asisten satunya bertugas menghantamkan palu (gandin besi) pada saat
> proses penempaan.
> 3. Besalen: Studio pembuat keris
> 4. Paron: Alas menempa besi. Terbuat dari besi baja berbentuk mirip
> lingga. Biasanya disebut paron dengkul karena bentuknya mirip lutut
> orang yang sedang jongkok.
> 5. Kowen: Tempat air untuk mendinginkan alat-alat.
> 6. Cakarwa: Alat sejenis gancu yang berfungsi untuk mengarahkan bara api.
> 7.Ububan: Sejenis pompa. Terdiri atas dua tabung kayu yang bentuknya
> persis dengan pompa-pompa yang kita kenal di bengkel-bengkel. Sekarang
> alat ini diganti menggunakan blower.
> 8. Wirungan: terbuat dari balok batu yang dilubangi di tengahnya.
> Berfungsi sebagai alat memfokuskan angin sehingga yang dihasilkan oleh
> pemompaan pada ububan.
> 9. Supit: alat sejenis tang dengan ukuran yang berbeda-beda
> (setidaknya membutuhkan lima supit dengan ukuran berbeda-beda) sebagai
> alat memegangi besi yang dibakar. Digunakan saat besi dibakar atau
> saat besi ditempa.
> 10. Ploncon: terbuat dari dua batang kayu yang digandeng. Di atas dua
> batang kayu inilah empu melakukan pengikiran dan menyempurnakan bentuk
> keris.
> 11. Gandhen besi: Yang paling besar seberat 2 kg, biasanya dipegang oleh
> panjak.
> 12. Mimbal: palu besi dengan ukuran lebih kecil (kurang lebih seberat
> 5 ons), yang biasa dipegang oleh empu.
> 13. Kikir: Ada berbagai bentuk kikir dengan ukuran kasar dan halus
> yang berbeda-beda.
> 14. Arang kayu jati: berguna sebagai bahan bakar. Selama ini diyakini
> arang kayu jati merupakan penghasil panas terbaik, karena pemijaran
> sempurna hanya dihasilkan ketika panas besi yang dipijar mencapai
> 1.100 derajad celcius.
> 15. Wungkal atau gerinda: Batu pengasah
> 16. Jeruk nipis: digunakan untuk mencuci keris yang secara fisik sudah
> selesai dibentuk dan diasah.
> 17. Warangan atau arsenicum: benda ini bisa dibeli di toko-toko bahan
> kimia, berfungsi untuk memunculkan pamor pada proses terakhir
> pembuatan keris. Tetapi harus hati-hati sekali, karena arsenikum
> mengandung racun yang berbaya bagi kesehatan.
> 19.Tlawah: Balok kayu yang dilubangi di tengahnya, berfungsi untuk
> merendam keris dengan air jeruk nipis saat dilakukan pencucian.
> (bersambung)
>
> ABI
>
> Dapatkan artikel ini di URL:
>
> http://www.kompas.com/read/xml/2008/09/09/13595225/keris.dari.besi.tua.ke.besi.aji.1
>  
>



-- 
Ema Sujalma

Kirim email ke