Jumat, 2008 Desember 19


Maung Patahkan Mitos




Ngariung bareng PWS dan Persib sehari sebelum bertanding


Persib
Bandung berhasil mengalahkan PSDS Deliserdang 2-1 pada leg kedua babak
48 Besar Copa Indonesia di Stadion Baharoedin Siregar, Lubuk Pakam,
Kamis (18/12). Kemenangan ini sekaligus mematahkan mitos bahwa Persib
tak bisa menang di kandang tim Traktor Kuning. Pada leg pertama di
Bandung, Persib juga berhasil mengalahkan lawannya dengan skor 2-1.

Kemenangan tersebut membawa Persib melaju ke babak 24 besar melawan Persires 
Rengat yang berhasil mengalahkan PS Banyuasin.
Pelatih
Persib, Jaya Hartono, bahkan perlu menegaskan ketidakpercayaannya
terhadap mitos tak bisa menang di kandang PSDS. Terbukti, kata Jaya,
kali ini Maung Bandung berhasil menunjukkan taringnya di hadapan publik
Deliserdang."Sejak awal saya nggak percaya mitos itu. Tapi saya
bersyukur, dengan adanya mitos tersebut, motivasi pemain untuk
mengalahkan PSDS justru jadi berlipat ganda," tandas Jaya, seusai
pertandingan.

Kedua gol kemenangan Persib dihasilkan melalui
sundulan Rafael Alves Bastos pada menit ke-61 dan tandukan Airlangga
Sucipto pada menit ke-86. Sebelumnya, Maung Bandung sempat tertinggal
0-1 melalui tendangan keras bomber PSDS Osas Marvellous menit ke-47. 
Partai
hidup mati ini sejak kick off babak pertama digulirkan berlangsung
keras. Beberapa kali, Anysari Lubis dkk berusaha memancing Maman
Abdurahman cs untuk bermain keras. Namun secara umum pemain Persib
tidak terpancing permainan lawan.Persib turun dengan formasi
penjaga gawang Cecep Supriatna, pemain belakang Waluyo, Maman
Abdurahman, dan Nyeck Nyobe, pemain tengah Gilang Angga, Atep, Hariono,
Siswanto, dan Hari Salisburi, serta duet lini depan Hilton Moreira dan
Rafael Alves Bastos.

Menarik
Di babak
kedua, pertandingan berlangsung lebih menarik. Ansyari Lubis dkk
berhasil mengambil inisiatif serangan, bahkan laga baru berjalan dua
menit, bomber PSDS Osas Marvellous sudah menjebol gawang Persib melalui
tendangan keras yang gagal diblok Cecep Supriatna. 
Ketinggalan
0-1 Hilton Moreira cs seperti tersengat lebah. Pemain Persib balik
menyerang dan beberapa kali mengancam gawang tim Traktor Kuning. Namun
berkat kesigapan barisan pertahanan PSDS yang dikoordinir Guy Herve
Mahop, serangan Persib beberapa kali berhasil dimentahkan. 
PSDS
bahkan tercatat memiliki tiga peluang emas di babak kedua, melalui kaki
Marvellous dan Pohes. Namun tendangan keras kedua bomber PSDS ini bisa
dimentahkan Cecep Supriatna secara gemilang. Boleh dikata Cecep menjadi
bintang pada partai hidup mati tersebut. 
Untuk mengejar
ketertinggalan, Jaya Hartono mengganti Hari Salisburi dengan Airlangga
Sucipto. Masuknya Airlangga di menit ke-60 menambah daya dobrak Maung
Bandung. Terbukti semenit kemudian Persib berhasil menyamakan kedudukan
melalui sundulan Bastos memanfaatkan umpan matang Atep.
Bahkan di
menit ke-86, Persib justru menambah perbendaharaan gol menjadi 2-1
setelah Airlangga sukses menanduk bola hasil sepak pojok Hilton
Moreira. Hingga peluit akhir dibunyikan wasit Heri Bastari, kedudukan
tidak berubah 2-1 untuk kemenangan Persib.

Kemenangan ini
disambut hangat kubu Persib. Di ruang ganti pakaian skuad Persib larut
dalam kegembiraan. Mereka saling berpelukan satu sama lain. Bahkan
beberapa di antaranya terlihat meneteskan air mata haru.  
"Kemenangan
ini sangat berarti bagi kami. Selain berhasil lolos ke babak 24 besar,
kami pun berhasil mematahkan mitos tak pernah menang di kandang PSDS,"
tandas Manajer Persib, Jaja Soetardja.
lihat artikel di : 
www.pwsmedan.blogspot.com

 


      

Kirim email ke