Ditampar "Upin dan Ipin"
  Jumat, 6 Agustus 2010 | 09:52 WIB

*JAKARTA, KOMPAS.com -- *Sutradara film Garin Nugroho (49) menilai, serial
kartun asal Malaysia, *Upin dan Ipin, *seharusnya menjadi kritik keras bagi
industri hiburan dan media di Indonesia.

Hebohnya serial kartun yang sarat nilai pendidikan ini menunjukkan,
masyarakat Indonesia masih ingin tayangan yang menawarkan nilai-nilai
mencerahkan.

”Upin dan Ipin adalah tamparan keras bagi media di Indonesia yang vulgar dan
sarat kekerasan. Nyatanya, *Upin dan Ipin* yang jauh dari semua itu pun
tetap digemari,” kata penggagas LA Lights Indie Movie itu di sela-sela
seminar animasi di Taman Budaya Yogyakarta, akhir pekan lalu.
Dalam seminar itu, pengarah kreatif *Upin dan Ipin *sengaja dihadirkan
sebagai salah seorang pembicara. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi
kesempatan untuk berbagi ilmu.

Garin mengaku sangat prihatin dengan tayangan-tayangan media di Indonesia
yang cenderung berorientasi pada keuntungan sesaat. *Upin dan Ipin *diharapkan
menggugah para pelaku media untuk meningkatkan kualitas tayangannya.

Saatnya juga media menghargai karya anak negeri yang tidak kalah
berkualitas. Yang dibutuhkan adalah pemihakan. ”Betul-betul-betul….” *(IRE)*

*EH*

*Dapatkan artikel ini di URL:*
http://www.kompas.com/read/xml/2010/08/06/0952133/Ditampar.Upin.dan.Ipin

Kirim email ke