silaturahmi teh geuning awis nya?

=======
Dana Kartu Lebaran Dikecam
Heryawan, "Itu Dilakukan dengan Niat Murni Silaturahmi"

BANDUNG, (PR).-
DPRD Jabar mengecam pengiriman kartu Lebaran oleh Gubernur Jabar yang
menghabiskan dana lebih dari Rp 1,013 miliar, dengan perhitungan 450.000
kartu dikali biaya perangko prisma Rp 2.250/kartu.

Pasalnya, tindakan tersebut merupakan pemborosan. Padahal, saat ini banyak
metode untuk mengucapkan permintaan maaf tanpa harus mengeluarkan dana
miliaran rupiah.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menolak bahwa pengiriman kartu Lebaran
berbiaya sekitar semiliar itu merupakan pemborosan. Menurut dia, pengiriman
itu dilakukan dengan niat murni menjalin silaturahmi, sekaligus menyapa
warganya yang ada di pelosok Jawa Barat yang mungkin belum disentuh
teknologi.

"Kami akan cek apakah ada pelanggaran di situ. Yang jelas pembiayaan untuk
pengiriman kartu Lebaran tersebut pemborosan," kata anggota DPRD Jabar
Komisi A Deden Darmansah kepada "PR", Kamis (26/8).

Dia menilai, eksekutif tidak sensitif dengan keadaan masyarakat saat ini.
Anggota DPRD lainnya Ineu Purwadewi dan Selly Gantina juga menyayangkan
tindakan Gubernur tersebut. Karena saat ini sampai 31 Agustus mendatang,
DPRD berada dalam masa reses, soal ini akan ditelusuri lebih lanjut setelah
reses selesai.

Satu persen

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan, dari jumlah penduduk Jawa
Barat yang mencapai 43 juta lebih dan tersebar luas di 26 kabupaten/kota,
menurut Heryawan, 450.000 kartu yang dikirimkan hanya sekitar 1 persennya
saja.

"Nilai rasa, perhatian, silaturahmi, keakraban, dan kebahagiaan tidak bisa
dikalkulasi dengan rupiah. Saya yakin kartu ucapan Lebaran lebih mampu
menghadirkan ruang visual dan teks yang lebih dekat bagi Gubernur dalam
menyapa warganya. Dengan demikian pilihan mengirim kartu Lebaran bukan hal
yang salah. Mengirim pesan singkat atau SMS juga saya tempuh, apalagi jumlah
kartu yang dikirim hanya 1 persen dari jumlah penduduk Jawa Barat," ujar
Heryawan di Bandung (26/8).

Menurut dia, bukan hal yang dilarang jika gubernur yang dipilih langsung
oleh rakyat, memilih cara berkomunikasi melalui kiriman kartu Lebaran.
Dengan cara itu, Gubernur ingin memperhatikan warganya melalui selembar
ucapan permohonan maaf di hari yang istimewa, Idulfitri 1431 H.

"Sentuhan yang lebih personal, kartu ucapan mampu mewakili kehadiran
seseorang, mewakili ungkapan hati, sekaligus mengobati kerinduan hati,"
ucapnya.

Sementara itu, Humas Kantor Pos Bandung, Suyud Suhendar menuturkan, pihaknya
saat ini membantu menangani proses pengiriman kartu itu. Biaya untuk
perangko per kartu adalah Rp 1.500, tetapi karena menggunakan perangko
prisma yang dicetak dengan gambar wajah sendiri, harganya menjadi Rp
2.250/kartu.

Berdasarkan pemantauan "PR", desain kartu Lebaran tersebut bergambar depan
foto wajah Ahmad Heryawan. Bagian belakang, terdapat kalender 2011. Ada tiga
jenis foto Gubernur dalam kartu Lebaran tersebut, dua di antaranya pose
Gubernur dengan berbaju batik dan yang lainnya, berpakaian jas.

Badan Kerjasama Pemuda Islam (BKPI) Majelis Pimpinan Pusat mengecam tindakan
tersebut. BKPI mengimbau masyarakat Jawa Barat untuk menolak kartu Lebaran
dari hasil pemborosan anggaran rakyat. "Lebih baik anggaran tersebut
dialokasikan kepada masyarakat tidak mampu yang sedang mengalami impitan
ekonomi menghadapi Lebaran Idulfitri," kata Ketua Umum BKPI Pusat Ahmad
Zakiyuddin dalam surat elektronik yang diterima "PR", Rabu (26/8).(A-133)***

http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=154181

Kirim email ke