lamun uing jadi lebe, rek mere tantangan ka sakur calon panganten nu hayang kawin tanggal 10-10-10 jam 10:10 jiga:
ka sakur calon panganten urang garut ditungguan di puncak gunung haruman, tanggal 10-10-10 jam 10:10 walimahan babarengan. panganten urang tasik ditungguan di puncak gunung galunggung. 2010/10/6 ahmad sahidin <[email protected]> > > > > ANGKA bagus yang membingungkan. Hal itu dialami aparat Kantor Urusan Agama > (KUA) yang harus melayani banyaknya permintaan menikah pada Minggu (10/10) > karena angkanya berurutan 101010, 10 Oktober 2010. > > Apalagi tak sedikit pasangan mempelai yang meminta agar waktu ijab kabul > juga disesuaikan dengan angka 1010 yakni pada pukul 10.10 WIB. "Kalau sudah > urusan permintaan pihak mempelai, maka yang pusing para penghulu di KUA yang > bertugas menikahkan mempelai," kata staf KUA Lembang Kab. Bandung Barat, > Cecep Koswara, Selasa (5/10). > > Menurut Cecep, dengan waktu nikah yang sama mengharuskan penghulu > mewakilkan tugasnya kepada Petugas Pembantu Pencatat Nikah (P3N) atau lebe. > "Tidak mungkin seorang penghulu datang ke dua tempat pernikahan pada waktu > yang sama sehingga cukup lebe yang menikahkan dan mencatat peristiwa > pernikahan tersebut," katanya. > > Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Bandung menyatakan, pernikahan pada 10 > Oktober 2010 (101010) tidak boleh dikaitkan dengan takhayul. "Tidak ada > kelebihan ataupun keutamaan pernikahan pada 101010 karena ajaran Islam > mengatur hari utama untuk menikah pada hari Jumat," kata Ketua Umum MUI Kab. > Bandung K.H. Anwar Saifuddin Kamil, di sela-sela walimatussafar (syukuran > sebelum keberangkatan ibadah haji) Kepala SMPN 3 Ciparay, Rucitta, di Desa > Batukarut, Arjasari, Kab. Bandung, Selasa (5/10). > > Menurut Kiai Anwar, kemungkinan besar warga yang menikah pada 101010 karena > angkanya mudah diingat. "Bahkan, kalau perlu nikahnya pada pukul 10.10 WIB. > Bayangkan kalau semua mempelai meminta dinikahkan pukul 10.10 WIB, akan > membuat kalang kabut keluarga mempelai ataupun penghulu," katanya sembari > tersenyum. > > Pernikahan semacam 101010 juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya seperti > tahun 2008 dan 2009. "Ada juga yang ingin angkanya berurutan misalnya 80910 > atau 8 September 2010. Itu hanya permainan angka yang tidak boleh diyakini > akan mendatangkan rezeki yang lebih banyak," katanya. > > Hal senada juga dikatakan Ketua Yayasan Assalaam K.H. Habib Syarief > Muhammad Al-Aydarus, di SMA dan SMK Assalaam Jln. Situ Teratai Cibaduyut, > Kec. Dayeuhkolot. "Maraknya pernikahan pada tanggal 10 Oktober 2010 atau > 101010 sekadar tren zaman. Padahal, ajaran Islam lebih menganjurkan > melangsungkan pernikahan pada hari Jumat," katanya. > > Habib Syarief mengakui mendapat banyak undangan pernikahan pada 101010 > sehingga membuatnya bingung. "Dalam sehari bisa lebih dari satu undangan > yang menikah pada Minggu (10/10) ini. Bahkan, waktu pernikahan juga > disengaja pada pukul 10.10 WIB," ucapnya. > > Hal itu dibenarkan oleh Ranti Lastiani yang akan menggelar pernikahannya > pada 101010. Ranti mengatakan, dia memilih tanggal tersebut menjadi hari > pernikahannya dengan Julian Chandra Pramana di Jln. Stasiun No. 48 Kab. > Ciamis, karena termasuk tanggal yang unik dan bisa menjadi sejarah hidup, > tanggal tersebut mudah diingat di kemudian hari. > > "Tanggal itu juga jatuh pada hari Minggu, artinya hari libur, dan biasanya > pesta perkawinan lebih banyak dilaksanakan pada hari libur. Bagi keluarga > kami kalau mengadakan pesta perkawinan biasanya dilaksanakan pada hari > libur," katanya. > > Ranti juga menyebutkan, tanggal tersebut selain dipakai hari pernikahan > juga untuk hari melahirkan. Para ibu banyak yang mendambakan melahirkan pada > tanggal tersebut. "Teman saya juga sudah punya rencana untuk melahirkan > anaknya pada tanggal 10 Oktober 2010, meskipun harus dilakukan secara > caesar," katanya. > > Tidak hanya Ranti, Trisno Gumilang juga memilih tanggal yang sama untuk > melangsungkan pernikahannya dengan Neneng di Jln. Batu Permata 1 No. 35 > Ciwastra Buahbatu, Bandung. Trisno menyebutkan tanggal tersebut akan menjadi > tanggal keramat baginya, karena pada hari tersebut akan menjadi suami bagi > wanita idamannya. > > Meskipun bukan pernikahan yang pertama kali, karena istri Trisno telah > meninggal dunia, bagi dia pernikahan kali ini akan lebih spesial karena > mengambil tanggal dan hari yang memang tidak akan terjadi pada masa yang > akan datang. (Sarnapi/Yedi Supriadi/"PR")*** > http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=159120 > > www.ahmadsahidin.wordpress.com > > >
