"Ngadem" di Siang Bolong Ditemani secangkir kopi hitam dan sebatang rokok kretek, Askari yang orang Betawi asli, duduk-duduk santai di tepian Situ Cibeureum. Terlihat begitu menikmati suasana alam Situ Cibeureum.
Dari raut wajahnya terlihat sedang kelelahan setelah beraktivitas seharian. Sesekali, tampak menyeka keringat yang membasahi wajahnya. Lalu membuka kancing atas kemejanya. Mungkin, agar angin dari situ lebih leluasa menyegarkan tubuhnya. "Lagi ngadem Pak. Sekalian cari angin di Situ Cibeureum ini. Lumayan Pak, setelah ngadem di sini, tekanan stres saya jadi mengendur," tutur Askari, pengusaha jual beli mobil bekas, yang sering ke Situ Cibeureum. Cukup ngadem sejam atau dua jam, katanya, semangat segar kembali. Gairah beraktivitas kembali menggebu. "Situ Cibeureum ini tempat relaksasi yang paling murah. Paling gede Rp 20.000 kita ngeluarin duit. Ya, sekadar untuk beli kopi dan rokok," katanya. Kebiasaan orang-orang seperti Askari ini menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan ruang terbuka hijau seperti Situ Cibeureum ini. Nah, apakah Pemkab Bekasi tidak tergerak untuk membenahi aset yang sangat berharga ini. Atau akan dibiarkan apa adanya seperti sekarang. Kita tunggu saja. Hilang atau dibenahi. (Syamsul Bachri/PDR/"Pikiran Rakyat")*** http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=160221
