Konyol!
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Ii Sumirat" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 26 Oct 2010 10:29:16 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [kisunda] Heureuy :  Naon pulitik teh ?

Nyanggakeun ,

Baktos 

Seorang anak kecil bertanya pada ayahnya, "Ayah, dapatkah kau

jelaskan apakah politik itu?

Ayah berkata,"Nak, aku akan menjelaskan seperti ini: Aku adalah

pencari nafkah bagi keluarga, jadi sebutlah aku KAPITALISME. Ibumu,

dia adalah pengatur keuangan, sehingga kita sebut dia PEMERINTAH.

Kami disini untuk memenuhi kebutuhanmu sehingga kau kita sebut

RAKYAT. Bibi pembantu kita anggap sebagai BURUH. Sekarang adikmu yang

masih bayi, kita sebut dia MASA DEPAN.

Sekarang pikirkanlah hal ini dan pertimbangkanlah apakah ini masuk

akal bagimu. Anak tersebut masuk ke kamarnya dan memikirkan apa yang

baru saja dikatakan ayahnya.

Tengah malam, dia mendengar adiknya menangis, lalu dia bangun dan,

memeriksanya. Dia menemukan adiknya basah kuyup dan kotor karena

adiknya, pipis dan buang air besar. Anak itu lantas pergi ke kamar

orang tuanya dan, melihat ibunya sedang tidur nyenyak dan mendengkur.

Dia tak ingin membangunkan, ibunya, karenanya, ia pergi ke kamar

pembantu. Pintunya terkunci, dan dia, mengintip dari lubang kunci dan

melihat ayahnya sedang bercinta dengan si pembantu.

Dia menyerah dan kembali ke kamarnya. Pagi berikutnya, anak kecil itu

berkata pada ayahnya, "Kurasa sekarang aku, mengerti apa itu

politik.",

Ayah menjawab, "Bagus, Nak, ceritakan padaku pendapatmu tentang

politik."

Si anak segera menjawab, "Ketika Kapitalisme sedang memanfaatkan

Buruh, Pemerintah tidur, Rakyat terabaikan dan Masa depan berada

dalam kesulitan besar.




Kirim email ke