VIVAnews - Warga Mentawai yang tergabung dalam 
Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat Sumatera Barat Lumbung Derma 
menyampaikan protes keras terhadap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat 
Marzukie Ali.
Protes keras ini muncul karena pernyataan keras Wakil Ketua Dewan 
Pertimbangan Partai Demokrat ini terkait musibah tsunami yang menghantam
 Kepulauan Mentawai, Sumbar.

Dalam surat protes yang diterima VIVAnews.com,
 koalisi LSM ini menyatakan, mengutuk pernyataan Marzukie Alie yang 
terkesan mengabaikan sisi kemanusiaan. “Pernyataan Bapak tidak 
sedikitpun memperlihatkan simpati terhadap derita korban dan rasa 
keterancaman masyarakat di sekitar pantai,” kata Yosef Sarodog, 
Koordinator Lumbung Derma Peduli Mentawai, Kamis 28 Oktober 2010.
Koalisi ini menilai tanggapan Marzukie Alie yang dimuat sejumlah media 
online tidak pantas disampaikan oleh seorang ketua DPR.  Mereka menuntut
 Ketua DPR ini untuk meminta maaf kepada keluarga korban, masyarakat 
Mentawai dan seluruh masyarakat Indonesia yang tinggal di 
pesisir-pesisir pantai.

Marzukie mengomentari korban yang timbul 
akibat tsunami di Mentawai sebagai konsekuensi menetap di sana. 
“Mentawai kan jauh. Itu konsekuensi kita tinggal di pulaulah,” kata 
Marzuki di Gedung DPR seperti dikutip salah satu media online. 

Ia
 mengatakan, siapa pun yang takut kena ombak jangan tinggal di pinggir 
pantai. “Sekarang kalau tinggal di Mentawai ada peringatan dini dua jam 
sebelumnya, sempat nggak meninggalkan pulau?”
Ruhut Sitompul kolega Marzukie Ali di partai Demokrat sempat meminta maaf atas 
ucapan petinggi partainya tersebut. "Statement
 sinis Marzuki Alie bagi masyarakat yang tinggal di pesisir saya rasa 
akan saya bawa dalam forum rapat DPP PD untuk mempermasalahkan statement beliau 
yang kerap kali merugikan," kata Ruhut. (hs)


Ieu ciri saurang pamingpin anu teu kagungan rasa kamanusaan, manehna poho bisa 
jeneng jadi Ketua DPR teh ku alatan saha, digaji ku duit saha?
bisana ngan cungar cengir, pelesiran. teu aya saeutik oge mikirkeun rakyat, 
malahan nalika rakyat keuna kukamusibatan eeeh malah ngomong anu pikanyrieun. 
Sigana mah si Juki kudu sina cicing di Mentawai atawa di Merapi supaya 
ngarasakeun kumaha ari nu disebut bencana. Punten ahh...


Kirim email ke