Mun arab leuwih bodo ti urang, nu sangsara lain bangsa urang.... Hehehe tibalik nya bah jebe... Hahahahahha teori mikir tibalik alias muntir hehehe Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: "JeBe" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 19 Nov 2010 12:29:46 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [kisunda] TKW - Warta Alus: Kulawarga Kikim bisa nungtut qishash atawa diyat Bah ilen apal teu hukumna amun kitu? Piraku geus puguh salah teu jadi dihukum gara2 nunggeulis. Rarasaan di arab teu barodo kabeh sanajan kuring can pernah ka arab ge. Ari ulin bari sia aing mah geus biasa jeung babaturan katurunan arab Sent from MobilePhone® -----Original Message----- From: ilen kardani <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 19 Nov 2010 02:18:58 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [kisunda] TKW - Warta Alus: Kulawarga Kikim bisa nungtut qishash atawa diyat Kumaha tah lamun nu dirogahala teh teu boga ahli waris (nunggelis) anu bisa menta tuntutan qishas? Atuh bebas deui wae si durjana teh. ________________________________ From: Aschev Schuraschev <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, November 19, 2010 6:10:25 PM Subject: [kisunda] TKW - Warta Alus: Kulawarga Kikim bisa nungtut qishash atawa diyat Warta ti detik.com (http://www.detiknews.com/read/2010/11/19/165555/1497938/10/jumhur-kikim-tewas-dipukul-benda-tumpul-bukan-digorok?991101605): Jakarta - Kikim Komalasari, TKW asal Cianjur, tewas dibunuh majikannya di Arab Saudi. Kikim ternyata bukan tewas digorok lehernya. Menurut keterangan polisi setempat, Kikim tewas akibat pukulan benda tumpul. Demikian keterangan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Jumhur Hidayat. Jumhur mendapatkan informasi dari Dubes RI untuk Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansyur. "Saudari Kikim dipukul dengan benda tumpul, bukan digorok dengan benda tajam oleh majikan laki-lakinya," kata Jumhur di kantornya, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (19/11/2010). Menurut Jumhur, staf diplomatik KJRI telah datang ke kantor polisi Mansakh di Kota Abha, Arab Saudi. Mereka bertemu Lettu Abdullah Gahtani yang menangani kasus Kikim. "TKW tersebut benar bernama Kikim Komalasari, nomer paspor AN 010821, nomer iqomah 2275427389. Majikannya bernama Shaya' Said Ali Al Gahtani," jelas Jumhur. Menurut polisi, Kikim ditemukan pada Kamis, 5 Dzulhijjah 1431 H atau 11 November 2010, di pinggir Jalan Serhan, bagian dari jalan utama Gharah, Kota Abha. Majikannya kini sudah ditahan polisi dan kasusnya sudah dibawa ke badan investigasi atau Tahkik. Jumhur mengatakan, keluarga Kikim bisa menuntut qishash atau diyat dengan memenuhi persyaratannya. "Beliau menyarankan agar dilengkapi surat-surat semua ahli waris untuk menuntut qishas atau diyat," imbuh Jumhur. Qishash adalah pembalasan yang serupa dengan perbuatan pembunuhan, melukai, merusakkan anggota badan/menghilangkan manfaatnya, sesuai pelanggarannya. Sedangkan diyat adalah denda.
