Lah, bisa mekelan handphone (HP). Kitu oge can prak, masih dina hambalan
"arek". Dina derna, bisa-bisa jadi "proyek HP TKI" anu can tangtu bener
antara perencanaan jeung HP anu katarima ku TKI. Teu aya nu boga program nu
leuwih hade?

Anu diperlukeun ku TKI teh jaminan kasalametan di tempat gawe di
pangumbaraan. Ari ukur HP mah gampang direbut ku juragan anu keur kailangan
temah wadi.

Jaminan anu leuwih hade: eureunan ngirim TKI ka luar negeri. Naha
Nagara/Pamarentah urang bisa "maraban" rahayatna? Tangtu wae bisa. "Maraban"
urang peuntas wae bisa, boh ku emasna, atawa ku minyakna, kabeh ti alam
urang, Indonesia. Anu can bisa:pamimpin anu bener-bener nyaah ka rahayatna
jeung teu eleh ngalawan mafia (upamana: mafia hukum)

manar



2010/11/19 mh <[email protected]>

>
>
> SBY Akan Bekali TKI dengan Handphone
> Jum'at, 19 November 2010 | 15:00 WIB
>
> <http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/11/19/brk,20101119-292877,id.html#>
>
> *TEMPO Interaktif*, *Jakarta* -Salah satu masalah penanganan Tenaga Kerja
> Indonesia yang diungkap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah tak adanya
> komunikasi yang terjadi antara TKI dengan pejabat yang menangani. Karenanya,
> Presiden SBY mengatakan kalau pemerintahnya akan menyediakan lebih banyak
> ponsel untuk TKI di luar negeri.
>
> " Penanganan TKI sering terlambat karena komunikasi kurang baik. Kita akan
> bekali alat komunikasi agar bisa berkomunikasi dengan instan. Ini sedang
> dirumuskan" kata Presiden usai rapat terbatas di Kantor Presiden, Jumat
> (19/11).
>
> Pemerintah, kata Presiden, akan memfasilitasi keluhan pada tenaga kerja ini
> agar lebih sigap dalam penanganan dan tidak berlarut. Presiden mengatakan
> ada sejumlah negara yang masih menganut ketertutupan sehingga informasi
> tentang TKI sulit diakses.
>
> "Kalau ada masalah, hak tidak diberikan. Kita minta mereka segera memberi
> tahu," katanya. Nantinya siapa yang akan menerima keluhan akan ditetapkan
> apakah konsulat jenderal atau duta besar.
>
> Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan
> pemberian ponsel khusus sudah dilakukan, terutama negara yang sudah bagus
> penempatannya. Pemerintah masih sedang mencari pola berkaitan dengan ponsel
> ini, apakah kita berikan pinjaman atau berikan, "Masih kita evaluasi. Tapi
> yang jelas harus ada sistem komunikasi. Ini akan diintensifkan lagi," kata
> Ketua Umum PKB ini.
>
> Nantinya soal komunikasi dan ponsel khusus ini, kata Muhaimin, akan dibahas
> dalam nota kesepahaman dengan negara tujuan. "Sistem komunikasi yang terbuka
> masuk dalam bagian nota kesepahaman. jadi nanti tidak boleh diambil, tidak
> boleh majikan meminta, tidak boleh agen di sana tidak memberikan. jadi itu
> harus masuk dalam nota kesepahaman," katanya.
>
> EKO ARI WIBOWO
>
>
> http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/11/19/brk,20101119-292877,id.html
>   
>

Kirim email ke