Bedana ari transmigrasi mah moal bisa dipalak ku negara..
pan tkw mah tos kasohor pahlawan devisa

mudah2an para transmigran eta sarukses tong aya kajadian  tatanen di lakbok 
(dipelak tapi teu dilebok)

Pada Sab, 20 Nov 2010 03:14 ICT mh menulis:

>Sukses Datang di Negeri Orang
>
>Ini kisah tentang Tono Ustono dan Sodikin, dua warga Kabupaten Ciamis yang
>mengecap sukses di lokasi transmigrasi. Tono, buruh tani asal Desa Babakan,
>Kecamatan Pangandaran itu bertransmigrasi pada tahun 2006 lalu. Ia menempati
>sebuah lokasi transmigrasi di Bukal Satu, Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol,
>Provinsi Sulawesi Tengah.
>
>Di daerah baru, Tono memperoleh lahan seluas dua hektare, berikut sebuah
>rumah sederhana. Tono benar-benar berangkat dari nol. Apalagi, di daerah
>asalnya, dia hanyalah seorang buruh tani yang miskin.
>
>Dalam waktu tak lama, Tono berhasil mengolah lahannya menjadi kebun jagung.
>Dia juga menampung hasil panen jagung milik warga sekitar untuk kemudian
>dijual ke Buol. Ya, di sana, Tono menjadi petani sekaligus bandar jagung.
>"Dia membuka warung, kios pulsa, dan sebagainya. Dia juga menjadi juragan
>ojek, menyewakan sepeda motor untuk dijadikan ojek," ucap Kepala Dinas
>Transmigrasi, Tenaga Kerja, dan Sosial Kabupaten Ciamis Yasmin Sambas.
>Beberapa waktu lalu, Yasmin menemui Tono di Sulawesi.
>
>Kisah sukses itulah yang kemudian membuat Tono didapuk sebagai transmigran
>teladan. Pada tanggal 17 Agustus 2010 lalu, Tono diundang negara untuk
>mengikuti upacara peringatan Dirgahayu Republik Indonesia di istana. Dia
>juga bertemu dengan presiden dan pejabat lainnya di Jakarta.
>
>Sekarang, menurut Yasmin, Tono telah memiliki minibus pribadi dan beberapa
>truk untuk menunjang usaha. "Dia tidak susah lagi," kata Yasmin sambil
>tertawa bahagia karena senang ada warga Ciamis yang berangkat sukses jadi
>transmigran.
>
>Cerita sukses, ternyata, bukan milik Tono seorang. Warga Ciamis lain yang
>juga mengecap sukses adalah Sodikin, asal Desa Pasirlawang, Kecamatan
>Purwadadi. Dua tahun lalu, Sodikin pun didapuk sebagai transmigran teladan
>di tingkat nasional. Kini, ia bermukim di lokasi transmigrasi, Gindopo,
>Kabupaten Toli-Toli, Provinsi Sulawesi Tengah. "Dia berangkat tahun 2005. Di
>lokasi yang baru, Sodikin mengembangkan perkebunan sawit. Dia juga membuka
>usaha tahu dan tempe, serta membudidayakan ikan," tutur Yasmin. Dalam tiga
>tahun, kehidupan Sodikin berubah 180 derajat. "Tono dan Sodikin menjadi ikon
>sebagai orang yang sukses di daerah transmigran".
>
>**
>
>Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Tiwa Sukrianto
>mengatakan, pengiriman transmigran, dilakukan secara selektif. Hal itu
>bertujuan agar pengiriman para transmigran jangan sampai cuma memindahkan
>masalah. "Mereka yang akan atau berminat transmigrasi, sebagian besar,
>karena miskin. Sekarang, yang sudah mendaftar ada kurang lebih 374 keluarga
>dari berbagai daerah. Kami berusaha mengirim para transmigran ke lokasi baru
>agar mereka berhasil. Jangan sampai mereka tetap miskin di daerah yang
>baru," katanya.
>
>Agar tidak terjadi seperti itu, ada beberapa upaya yang dilakukan oleh
>Pemerintah Kabupaten Ciamis. Salah satunya adalah menyurvei lokasi-lokasi
>transmigrasi yang ditawarkan. Dengan begitu, Pemerintah Kabupaten Ciamis
>bisa mengarahkan para calon transmigran tentang jenis usaha yang layak
>dikembangkan di sana.
>
>Setelah diketahui adanya peluang dan kecocokan pengembangan usaha, barulah
>nota kerja sama daerah, antara bupati Ciamis dengan bupati di daerah tujuan,
>dibuat. "Setelah ada kerja sama antara dua kepala daerah, baru dilakukan
>seleksi calon transmigran," katanya.
>
>Penyeleksian para calon transmigran dilakukan untuk melihat sejauh mana
>minat serta motivasi mereka. Setelah itu, mereka dibekali pelatihan terlebih
>dahulu. Misalnya, ketika daerah baru cocok untuk pengembangan tanaman
>cokelat, calon transmigran diberikan pelatihan mengenai tanaman itu. Mulai
>dari cara budi daya, penanganan hama, dan sebagainya. "Dengan demikian,
>diharapkan, ketika tiba di lokasi baru, mereka sudah siap membudidayakan
>cokelat. Begitu juga untuk jenis tanaman lainnya," ujarnya.
>
>Selain latihan utama, menurut Yasmin, para calon transmigran juga dibekali
>pelatihan tambahan, mulai dari beternak ayam, budi daya ikan, membuat sale,
>hingga memproduksi kue kering. "Itu dilakukan agar mereka memiliki bekal
>untuk memulai dan mengembangkan usaha sampingan," ucapnya.
>
>Di sela-sela pelatihan, para calon transmigran diperkenalkan terhadap
>kondisi sosial dan budaya daerah yang akan ditempati. Itu patut mereka
>ketahui agar tidak terjadi konflik dengan penduduk asli. "Orang Ciamis harus
>tetap bekerja keras, tetapi juga santun. Harus bisa membawa diri," kata
>Yasmin. Dia mengaku bersyukur, selama ini, warga Ciamis bisa diterima dengan
>baik oleh daerah-daerah tujuan, mulai dari Ogan Ilir di Sumatra Selatan
>hingga Soppeng di Sulawesi Selatan. (Undang Sudrajat/"PR")***
>
>http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=164675





------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke