Hahaha....memang ngahaja mang, secara sistemik geus loba teuing nu arek 
ngaruksak parahyangan, sina anclub dina jebakan pangan...hahaha
wikileaks, TM

--- Pada Sel, 7/12/10, mh <[email protected]> menulis:

Dari: mh <[email protected]>
Judul: [kisunda] Taneuh Lega, Tanaga Riab vs Impor Beas?
Kepada: "Ki Sunda" <[email protected]>
Tanggal: Selasa, 7 Desember, 2010, 9:42 PM















 
 



  


    
      
      
      Asa teu ngarti uing mah, apan lembur urang teh sakitu legana, jalmana ge 
sakitu riabna,
na ari beas masih keneh kudu ngimpor nya?

Ti jaman karuhun bubujangan geus biasa nyawah, ngebon, perentul tukang tatanen 

wedalan sakola tani, na masih keneh teu bisa mandiri soal beas. 

Tetela geuning nya najan taneuh lega, tanaga riab ge geuning can cukup keur 
ngahasilkeun
beas pikeun kaperluan sorangan.


=========

300 Ton Beras Impor Sudah Masuk Indonesia                            
          

                                            
            
                                          


    
    
                  
  
    
  
  
  
  
  
    

  
  
  
        Selasa, 07/12/2010 - 17:18
      

  
        PURWOKERTO, (PRLM).- Sebanyak 300 ribu ton  dari target 500 
ribu ton beras impor dari Thailand dan Vietnam sudah masuk ke Indonesia,
 Beras impor tersebut digunakan untuk  menguatkan stok beras di  Badan 
Urusan Logistik (Bulog) dan untuk kepentingan operasi pasar (OP) guna 
meredam gejolak harga selama musim paceklik yang diperkirakan akan 
berlangsung hingga Januari mendatang.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Subagyo 
mengungkapkan,  beras impor yang masuk diperkirakan telah  mencapai 300 
ribu ton. "Sebagian beras impor sudah kita  gunakan untuk OP di sejumlah
 daerah yang minim produksi beras serta menambah stok Bulog," kata 
Subagyo.
OP katanya, akan terus berlangsung selama musim paceklik. Begitu juga
 dengan impor beras, bakal terus dilakukan. Sampai akhir tahun 
ditargetkan masuk 500 ribu ton beras. Setelah itu, bakal di-review 
kembali kebijakannya.
"Apakah stok beras di Bulog sudah sampai 1,5 juta ton apa belum. 
Karena salah satu targetnya adalah menyimpan stok beras untuk Bulog 
sebesar 1,5 juta ton," jelasnya," papar Subagyo  usai menjadi keynote 
speaker Dialog Ekonomi Kreatif di Kampus Universitas Jenderal Soedirman 
(Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah pada Senin (6/12).
Sejumlah wilayah yang sudah digelontor OP beras antara lain di 
wilayah Jabodetabek, menurutnya OP telah meredam gejolak harga beras 
secera signifikan."Setelah OP beras dari  pantauan kami harga beras 
sudah mulai menurun secara signifikan
Lebih jauh Subagyo menjelaskan, harga beras di Jabodetabek, misalnya,
 telah mengalami penurunan sebesar Rp200 hingga Rp400 per kilogram (kg) 
setelah digelontor OP beras oleh Bulog.
Mengenai harga beras OP yang ditawarkan, Bagyo mengatakan, Pemerintah
 menetapkan selisih harga Rp700 di bawah harga pasaran. "Kita tidak 
menerapkan harga flat, pokoknya begitu harga beras di pasaran turun, 
maka harga OP juga bakal diturunkan dengan selisih Rp700. Begitu 
seterusnya sampai harga di pasaran stabil atau tidak membebani 
masyarakat,”ujarnya.(A-99/kur)***http://www.pikiran-rakyat.com/node/129117

  



    
     

    
    


 



  










Kirim email ke