ngan, ieu oge sanes pangbener kana tindakan ngaruksak nepi ka maehan jelema.

Pada 24 Februari 2011 10:17, Gunawan Yusuf <[email protected]>menulis:

>
>
> sihoreng anu jadi masalah sanes pemahaman agama anu benten
>
>
> Senin, 21 Februari 2011 - 01:24 wib
> Bagus Santosa - Okezone
>
> JAKARTA - Penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang,
> Banten Minggu 6 Februari 2011 lalu dipicu oleh pelanggaran perjanjian yang
> dilakukan oleh jamaah Ahmadiyah Cikeusik.
>
> Menurut penuturan ketua MUI Banten Aminuddin Ibrahim, sejak tahun 2008
> jamaah Ahmadiyah telah diberi arahan oleh MUI Banten untuk tidak melanggar
> SKB. Tapi, Aminuddin mengatakan, hal itu tak digubris oleh pihak Ahmadiyah.
>
> "Kita dari Majelis Ulama sudah lakukan pembinaan SKB sejak 2008," terang
> Aminuddin saat acara diskusi bertajuk "Ahmadiyah Berulah Islam Difitnah," di
> Wisma Antara, Minggu (20/2/2011).
>
> Setelah dilakukan pembinaan, lalu jamaah berkurang hanya tinggal delapan
> orang dan itu karena mereka adalah mubalignya. Lantas Aminudin mengatakan
> bahwa nyatanya Suparman, selaku mubalig disana masih menyebarkan Ahmadiyah
> di Cikeusik.
>
> "Masyarakat Cikeusik merasa dibohongi. Suparman kembali bergerak, yang
> tadinya delapan jadi 25 orang, dia lakukan dakwah door to door dengan
> diiming-imingi uang," ujar Aminudin.
>
> Dia melanjutkan, pada bulan Februari tercium riak di masyarakat. Tanggal 3
> Februari aparat melakukan rapat untuk menenangkan warga Cikeusik. Masyarakat
> akhirnya mampu diredam dan Suparman dievakuasi.
>
> "Kemudian tanggal 6 Februari, ada rombongan Ahmadiyah dari Jakarta dengan
> dua mobil yang berisi 17 orang. Mereka langsung masuk dan siap dengan
> senjata, berkarung-karung batu, ketapel, panah, parang, senjata itu ada di
> mobil," tutur Aminudin.
>
> Ketika masuk, warga Cikeusik ingin membuktikan siapa mereka, mau ngapain
> orang Ahmadiyah Jakarta itu? Suparmannya saja tidak ada.
>
> "Aparat kepolisian, Koramil, pak Johar  seorang aparat desa mendatangi
> kediaman Suparman yang didalamnya terdapat jamaah Ahmadiyah. Itu untuk
> mengosongkan karena khawatir terjadi kekerasan. Namun mereka bilang akan
> tetap disini dan mereka bilang 'kami akan menjaga aset dan rumah tersebut,"
> kata Aminuddin.
>
> Tak hanya itu, polisi juga kembali mendatangi dengan maksud mengevakuasi
> mereka. Tapi mereka yang kebanyakan adalah jamaah Ahmadiyah dari Jakarta
> menantang dan berkata "jika tidak bisa mengamankan kami, biarkan kami
> mengamankan diri sampai mati"," tuturnya.
>
> Selang beberapa lama kemudian cekcok mulut pun terjadi, dan di lebih dulu
> Seorang bernama Sarta dari kubu warga terkena bacokan terlebih dahulu.
> "Serta ada yang terluka dari pihak warga Cikeusik," katanya.
>
> Ujang, keponakan Sarta yang bermaksud ingin membela sang paman, malah
> dihujani batu dari rumah Ahmadiyah tersebut. Hal itulah yang membuat warga
> berdatangan serta membuat situasi makin panas dan kemudian menimbulkan
> kekerasan itu.(ugo)
>  __,___
>



-- 
d-: dudi herlianto :-q
paciringan.wordpress.com
kunyuk nuyun kuuk, kuuk nuyun kunyuk

Kirim email ke