Dentuman Misterius Juga Muncul di Tulungagung

Kamis, 24 Februari 2011 | 19:09 WIB
*TEMPO Interaktif*, *Tulungagung* - Fenomena dentuman misterius yang muncul
dari dalam perut bumi terus meluas. Setelah Kabupaten Trenggalek dan
Ponorogo, dentuman serupa juga dirasakan warga Kabupaten Tulungagung.

Sejumlah warga di lima desa Kecamatan Besuki mengaku mendengar suara
dentuman seperti ledakan. Suara tersebut menggema dan kerap terdengar pada
malam hari. “Sudah satu minggu ini,” kata Wahyu Aji, 30, warga Desa Tanggul
Turus,  Kamis (24/2).

Menurut dia, dentuman serupa juga dirasakan warga di desa sekitarnya. Di
antaranya adalah Desa Siyoto Bagus, Sedayu Gunung, Tanggung Turus, Kebo
Ireng, serta Desa Besuki. Warga yang ketakutan melaporkannya kepada
perangkat desa yang meneruskannya ke Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Tulungagung Mariyani mengatakan,
kelima desa yang merasakan dentuman itu berdekatan dengan wilayah pesisir
pantai selatan. Kawasan ini bahkan berbatasan langsung dengan Kecamatan
Watulimo, Kabupaten Trenggalek yang telah merasakan fenomena serupa.
“Mungkin merembet dari Trenggalek,” katanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam, Pemerintah Kabupaten
Tulungagung telah melaporkan hal itu kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur
dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tretes. Hingga saat
ini belum diterima laporan kerusakan akibat dentuman misterius tersebut.

Gede Swantika, Ketua Tim Peneliti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
Geologi (PVMBG) Bandung yang diterjunkan ke Trenggalek, mengaku telah
mendengar munculnya dentuman di Tulungagung. Rencananya tim tersebut akan
memperluas area penyelidikan di lima desa di Tulungagung untuk mengetahui
asal usulnya. “Kami juga akan kesana (Tulungagung),” kata Gede.

Hingga saat ini Gede masih meyakini jika dentuman tersebut merupakan dampak
dari pergerakan tanah lambat. Aktivitas ini diduga dipicu oleh tingginya
curah hujan yang terjadi dalam satu tahun terakhir. “Pergerakan ini akan
berhenti sendirinya jika sudah mencapai kesesuaian letak,” katanya.

Hasil penyelidikan sementara yang dilakukan lima tim PVMBG di Trenggalek dan
Ponorogo juga menemukan banyaknya patahan di wilayah itu. Patahan tersebut
telah mengalami pergerakan hingga menimbulkan suara bergemuruh. “Kami masih
mendalami penyebab pergerakan itu,” ujar Gede.

*HARI TRI WASONO
http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2011/02/24/brk,20110224-315851,id.html

*

Kirim email ke