Keaslian Kopi Luwak Asal Jabar Dijamin Rabu, 06/04/2011 - 02:08 KODAR SOLIHAT/"PRLM"
Kopi luwak asal Jabar yang banyak diminati. Petani dan pelaku bisnis kopi di Bandung tengah melakukan inventarisasi produksi kopi luwak asal Jabar. Langkah ini dilakukan untuk memberikan jaminan kualitas kepada para pembeli, menyusul terjadinya ulah pemalsuan kopi luwak oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab.* BANDUNG, (PRLM).- Sejumlah petani dan pelaku bisnis kopi di Bandung tengah melakukan inventarisasi produksi kopi luwak asal Jabar, sebagai upaya pendataan produksi. Langkah ini dilakukan untuk memberikan jaminan kualitas kepada para pembeli, menyusul terjadinya ulah pemalsuan kopi luwak oleh oknum-oknum tak bertanggungjawab yang diketahui sejak Januari 2011 lalu. Wakil Ketua Koperasi Masyarakat Desa Hutan (Kowamah), Iyus Supriatna, di Bandung, Selasa (5/4) mengatakan, banyak keluhan disampaikan para petani dan perajin kopi luwak yang asli, karena mengalami imbas akibat ulah pemalsuan. Akibatnya, para petani dan perajin kopi luwak yang asli, sering tertunda pembayarannya dari pembeli, karena banyak yang kemudian melakukan tes keasliannya terlebih dahulu. "Ulah pemalsuan kopi luwak tersebut bukan hanya merugikan konsumen, juga dirasakan cukup mengganggu para petani dan perajin kopi luwak yang asli dan jujur. Karena itu kami tengah menginventarisasi produksi kopi luwak yang asli di seluruh Jabar, untuk kemudian diberikan identitas yang menunjukan produk yang dibuat benar-benar asli," katanya. Disebutkan, para konsumen sebenarnya langsung dapat mengenali kopi luwak asli dari aromanya yang wangi khas. Sedangkan yang palsu, aroma wanginya mudah ditebak karena berasal dari bau lumpur tanah yang mengering yang dilumurkan kepada biji-biji kopi. Menurut Iyus, saat ini harga kopi luwak dari petani rata-rata sekitar Rp 400.000-500.000/kg dalam bentuk biji berasan kering. Namun produksinya yang asli dari sentra produksi di Bandung selatan, saat ini baru terdapat baru sekitar 300 kg/bulan, dan sedang dikumpulkan data lainnya karena sebenarnya lebih banyak di mana kabupaten dan daerah lain juga membuatnya. (A-81/A-26). *** http://www.pikiran-rakyat.com/node/140638
