nyao lah teu ngarti kuringmah....

Pada 29 April 2011 13:03, Ahmad Sahidin <[email protected]> menulis:

>
>
> Harian FAJAR, Rabu 27/4/2011, menuliskan sebuah judul di halaman 9:
> PROSES DOKTORAL KANG JALAL DIPROTES
>
> Inti beritanya, seperti yg juga dijelaskan Prof DR Ahmad M Sewang (PR I UIN
> Alauddin yg juga mantan Direktur PPs UIN Alauddin sekaligus Pembimbing I S3
> Ustadz Jalal) kemarin kepada saya lewat telepon:
>
> - Serombongan 'Ustadz' dari Lembaga Penelitian & Pengkajian Islam (LPPI) yg
> bernaung dibawa Wahdah Islamiyah, dipimpin Ketuanya M Said Abd Shamad,
> mendatangi Rektor UIN Alauddin. Ikut serta juga dalam rombongan itu, Ketua
> FPI SulSel, tokoh Muhammadiyah H Iskandar Tompo, juga KH Bakry Wahid. Mereka
> ditemui oleh Rektor UIN Alaudin Prof DR Qadir Gassing, yang didampingi Prof
> DR AHmad M Sewang, dan Ketua Dewan Guru Besar UIN Alauddin Prod Dr Abd Muin
> Salim.
>
> - Tuntutan mereka: UIN membatalkan memberikan gelar Doktor bidang Pemikiran
> Islam pada Ustadz Jalal, krn mereka anggap tidak layak, Ketidaklayakannya
> karena Ustadz Jalal adalah penganut dan penyebar Syiah, yg ajarannya telah
> dinyatakan meyimpang oleh MUI (menurut mereka).
> - Seperti kata Prof Ahmad Sewang, UIN tidak menyetujui tuntutan mereka krn
> sebuah Perguruan Tinggi tidak dapat menolak gelar Doktor kepada siapa saja
> yg telah melalui tahapan2 ujian dan memenuhi persyaratan akademik. Tidak
> diperbolehkan sebuah PT menolak dgn alasan diskriminatif, misalnya faktor
> agama, mazhab, suku, dan sejenisnya.
> - Dalam pemberitaan di FAJAR, Ustadz Jalal juga menyampaikan bantahan. Kata
> beliau, apa yang (akan) beliau tulis dalam disertasinya merupakan kutipan
> dari sejumlah buku sejarah Islam dan hadits. Sebetulnyam tulisan itu harus
> ditanggapi dengan tulisan juga. Kalau tidak setuju dgn tulisan maka bikin
> sanggahan tertulis dgn ilmiah pula. Ini masalah penelitian. Dan penelitian
> ilmiah memang kadang mengguncangkan. Ustadz Jalal juga menambahkan, gelar
> Doktor yang akan beliau peroleh nanti bukanlah pemberian/anugerah dr kampus
> (seperti honoris causa) tapi Doktor hasil perjuangannya sendiri melewati
> tahapan akademik yg dipersyaratkan. Universitas di manapun di dunia menerima
> mahasiswa bukan berdasarkan mazhab dan agama namun berdasarkan kualitas
> akademik yg dimilikinya.
>
> Lagi-lagi, gerakan kaum Wahabi itu, patah di tengah jalan....! Tentu mereka
> akan menempuh cara lain...
>
> Wassalam,
> Syam's
>
> www.ahmadsahidin.wordpress.com
>  
>

Kirim email ke