abdi ngantosan persi sundana ah.... bari ngabayangkeun, kumaha kang irpan
nyundakeun hacking, plc, cyber warfare, ahihi

tapi nu ieu ge:
mantap fan, eh tibalik: mantaf pan :)

Pada 26 Juli 2011 17:00, Irpan Rispandi <[email protected]> menulis:

> **
>
>
> Kuring nyieun 'pangbibita' supaya dibaraca. Tapi hampura make basa
> Indonesia, meh audiensna leuwih lega. :)
>
> ----------------------------------------------------------
>
> The best weapon is one an enemy never know exists.
> ***
> Banyak hal dan informasi menarik yang bisa kita dapatkan dari artikel
> berjudul "Cyber Weapon: The New Arms Race". Artikel yang ditulis oleh
> Michael Riley dan Ashlee Vance ini dipublikasikan pada website
> businessweek.com. Link lengkapnya adalah:
>
> http://www.businessweek.com/printer/magazine/cyber-weapons-the-new-arms-race-07212011.html.
>
> Artikel yang menyoroti beberapa kasus hacking ini, membeberkan dengan
> cukup jelas tentang siapa, bagaimana, mengapa, dan kerugian-kerugian
> yang ditimbulkan akibat aktifitas canggih ini.
>
> Diawali dengan kisah pencurian komputer. Pencurian disini bukanlah
> aktifitas hacking melainkan pencurian fisik. Seseorang masuk ke kantor
> sebuah perusahaan perangkat lunak di Silicon Valley dengan mendobrak
> pintu, kemudian mencuri sebuah komputer yang didalamnya terdapat source
> code program. Menurut 'orang dalam' perusahaan tersebut, pihak
> perusahaan mencurigai aksi ini didalangi oleh pemerintah Cina atau
> Rusia. Pendapat ini pun diamini oleh penyelidik intelijen nasional Amerika.
>
> Artikel kemudian berlanjut ke kasus hacking beberapa perusahaan besar.
> Dan tak lupa membahas kasus Stuxnet. Sebuah worm yang merusak sistem
> instalasi nuklir Iran. Program Stuxnet ini mengincar alat PLC
> (Programmable Logic Controller). Dan hebatnya, si pembuat program jahat
> Stuxnet ini merancang programnya supaya hanya menyerang PLC yang
> terpasang pada alat kontroller uranium yang ada di installasi nuklir
> Iran. Lainnya tidak.
>
> Versi awal program ini meski meski bermunculan di berbagai negara, dia
> tidak beraksi. Baru setelah berhasil memasuki sistem di instalasi nuklir
> Iran, dia menjalankan program-programnya. Si Stuxnet masuk ke PLC yang
> mengontrol mesin, kemudian merubah setingan PLC supaya mesin bekerja
> lebih cepat. Selain itu, Stuxnet merubah log aktifitas mesin dan
> menampilkan log yang 'aman', seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tidak
> cukup begitu, dia pun mematikan sistem alarm. Hasilnya, terjadi
> kerusakan yang signifikan di instalasi nuklir tersebut.
>
> Penulis kemudian memaparkan beberapa kisah seputar hacking yang membawa
> akibat yang signifikan, salah satunya yang terjadi di Korea Selatan.
> Menganalisa kejadian-kejadian tersebut penulis kemudian membawa kita
> untuk sampai pada kesimpulan bahwa perang digital sekarang dan masa
> depan lebih dari sekedar penyusupan dan pencurian data saja. Cyber
> Warfare atau perang digital bisa menjadi sarana pengrusakan sistem
> fisik. Entah itu dengan merusak sistem air minum, jaringan listrik, dsb.
>
> Are you ready ???
>
> I.R.
>
>
-- 
d-: dudi herlianto :-q
paciringan.wordpress.com
kunyuk nuyun kuuk, kuuk nuyun kunyuk

Kirim email ke