Enya, uing noong rekamanana wawancara Habibie jeung Pieter Gontha dina acara
Impact Q Channel TV. Aya ngadongeng pangakuan Habibie yen beliau kasuntik
sumangetna ku Bung Karno.

Toong di dieu:
http://www.youtube.com/watch?v=-e9IfSoTyzg
http://www.youtube.com/watch?v=3Fr8cOd4yHY
http://www.youtube.com/watch?v=svR9gfXRul0
http://www.youtube.com/watch?v=p8md8fr0o9M
http://www.youtube.com/watch?v=ya687WLfNvs

2011/8/5 MRachmat Rawyani <[email protected]>

> **
>
>
> Ceuk cenah, Habibie teh waktu keur jadi mahasiswa  Fakultas Tehnik UI di
> Bandung (1952), ngaregepkeun pidato Bung Karno anu harita nganjang ka kampus
> Ganesa. Ti awit harita ngagedur sumanget Habibie pikeun tolab ilmi. Nepi ka
> jadi Habibie jiga ayeuna.
>
> Jadi memang kudu aya faktor 'pemicu' supaya urang Sunda Harudang. Lain ngan
> sakadar ngulang-ngulang UGA SILIWANGI. Nya teu  aya deui, kudu nyieun
> strategi kabudayaan anu jelas.
>
> mrachmatrawyani
>
> ------------------------------
> *From:* Jalak Pakuan <[email protected]>
> *To:* "[email protected]" <[email protected]>
>
> *Cc:* Urang Sunda <[email protected]>; Baraya Sunda <
> [email protected]>
> *Sent:* Thursday, August 4, 2011 7:42 PM
> *Subject:* Bls: [kisunda] Tokoh - B.J. Habibie
>
>
> Ceuk kuring mah tetep kudu boga idealisme, jadi kudu optimis urang sunda nu
> idealis baralik ka tatar sunda. Janten urang nungguan wae "gagasan kongkrit"
> kitu?? Nya meureun nu tos "cekap bekel" baralik deui mun teu nyileun ladang
> pagawean nya atuh balik ka kampus2. Kataji lah ka ahli nuklir nu di serpong
> geuning sukses ngagorolongkeun olympiade sains ka barudak.
>
> JP
>
>  *Dari:* Ki Hasan <[email protected]>
> *Kepada:* Ki Sunda <[email protected]>
> *Cc:* Urang Sunda <[email protected]>; Baraya Sunda <
> [email protected]>
> *Dikirim:* Kamis, 4 Agustus 2011 10:09
> *Judul:* [kisunda] Tokoh - B.J. Habibie
>
>
>
> B.J. Habibie: SDM Berkualitas Tinggi Kuncinya
> Oleh *Feba Sukmana*
> Dibuat *30 Juli 2011 20:07*
>  [image: image/jpeg 
> icon]habibie-teaser.jpg<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/lead/article/2011/07/habibie-teaser.jpg>
>  *“Dari zaman saya di Eropa, isunya sama: brain drain. Tapi, realistis
> saja, bagaimana orang pintar mau pulang ke Indonesia kalau tidak ada
> lapangan pekerjaan di sana,” kata B.J. Habibie **lugas**.*
> Sabtu (30/07) Dr. Ing. B.J. Habibie, mantan presiden Indonesia sekaligus
> bapak teknologi tanah air, memberikan kuliah umum di kota Aachen, Jerman. Ia
> berbicara banyak soal IPTEK, ekonomi, *brain drain, *dan kenangan masa
> mudanya di kota teknik Jerman, Aachen.
> Kuliah umum ini digelar oleh Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional bekerja
> sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Aachen, Jerman. Tujuan awal
> mereka: mencari cara terbaik agar ilmuwan Indonesia di luar negeri bisa
> berkontribusi untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air.
> *Potensi*
> “Ide awal menggelar kuliah umum ini adalah karena kami melihat banyak
> sekali potensi mahasiswa Indonesia di Eropa, hanya saja mereka
> terpecah-pecah, tidak ada sinergi,” jelas Feby Kumara Adi, ketua panitia
> kuliah umum di Aachen.
> Ketika ditanya mengapa mereka malah menggelar kuliah umum dan bukan
> kegiatan yang lebih konkret, Feby menjawab diplomatis, “Kuliah ini kan bukan
> tujuan, melainkan titik awal yang semoga saja nanti melahirkan gagasan
> konkret di kalangan intelektual Indonesia di Eropa.”
> Antusiasme masyarakat (intelektual) Indonesia memang terlihat di acara ini.
> Sekitar 470 mahasiswa di daratan Eropa menyempatkan diri datang ke Aachen,
> walaupun dengan motivasi beragam. Kebanyakan mengaku penasaran dan ingin
> ikut berkontribusi untuk negara tercinta.
> *SDM*
> Habibie sendiri terlihat segar, antusias dan – seperti biasa – penuh
> senyum. Ia memulai dua sesi kuliah umum dengan menceritakan pengalamannya
> berkuliah di Aachen pada tahun 50-an. Ketika panitia mengisyaratkan bahwa
> waktu yang diberikan terbatas, kakek yang pandai melucu ini berseloroh,
> “Kekurangan saya memang itu: tidak bisa berhenti kalau sudah ngomong.”
> Tidak hanya bercanda, di depan publik Habibie dengan fasih membeberkan
> fakta. Ia membandingkan Uni Eropa dan ASEAN, dengan Jerman dan Indonesia
> sebagai macannya. “Indonesia di ASEAN bisa dibandingkan dengan Jerman di Uni
> Eropa, karena dilihat dari kuantitas mereka sama-sama punya potensi
> terbesar.”
> “Indonesia adalah pasar besar dengan konsumsi domestik yang tinggi,” kata
> Habibie. “Dan untuk mengembalikan Indonesia ke posisi puncak dunia, kuncinya
> hanya satu: sumber daya manusia.”
> Selain sumber daya manusia, Habibie melanjutkan, Indonesia juga harus
> pintar berhitung. Dalam arti, kita harus dengan matang memperhitungkan
> energi yang dikeluarkan dan menggunakan berbagai strategi “jual-beli.”
> Habibie: “Banyak caranya. Misalnya, ketika membeli pesawat, alih-alih
> membayar dengan uang, kita membayar pesawat tersebut dengan jam kerja para
> ahli. Semacam barter. Jadi selain dapat pesawat, ilmuwan Indonesia juga bisa
> mempraktikkan keahlian mereka di dunia internasional.”
> *Optimis
> *Pada sesi tanya-jawab, seorang mahasiswi sempat mempertanyakan, bagaimana
> mungkin kualitas sumber daya manusia Indonesia bisa ditingkatkan jika
> sekolah pun belum terjamin untuk semua anak Indonesia. Habibie menanggapi
> dengan ringan, “Indonesia kan punya banyak sekali sumber daya alam. Harusnya
> SDA itu yang dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kemajuan otak manusianya.”
> Sangat optimis, memang. “Ya, jangan pesimis, dong. Nggak maju-maju kita
> kalau pesimis terus,” katanya ceplas-ceplos. “Saya yakin Indonesia bisa.
> Soal kemampuan sih, nggak usah dipertanyakan lagi,” tambahnya.
> *Brain drain
> *Masalah *brain drain *pun, Habibie tak cemas. “Bohong itu kalau bilang,
> orang Indonesia yang di luar negeri *are lost people *yang nggak punya
> nasionalisme.” Menurutnya, pilihan yang realisitis untuk (sementara)
> bertahan di luar negeri — apalagi untuk para ilmuwan — mengingat kondisi
> dalam negeri tidak mendukung mereka melakukan riset atau mengembangkan
> keahlian.
> “Tapi saya yakin, jika ada kesempatan, tak ada orang Indonesia yang tidak
> ingin berbakti pada tanah air,” katanya. “Nggak masalah kalau sekarang
> mereka ingin ‘mencari bekal’ dulu di luar negeri.”
> *
> Ingin tahu pendapat Habibie lebih lanjut soal **brain drain? **Klik tanda
> panah di bawah ini:*
>
>    - [image: image/jpeg icon]kuliah umum B.J. 
> Habibie<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-1.jpg>
>    - [image: image/jpeg icon]peserta kuliah 
> umum<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-2.jpg>
>    - [image: image/jpeg icon]peserta kuliah 
> umum<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-3.jpg>
>    - [image: image/jpeg icon]kuliah umum 
> Habibie<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-4.jpg>
>    - [image: image/jpeg icon]ki-ka: walikota Aachen, rektor hogeschool
>    Aachen, B.J. 
> Habibie<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-5.jpg>
>
> << >>
>  *URL sumber:*
> http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/bj-habibie-sdm-berkualitas-tinggi-kuncinya
> *Links:*
> *Images:*
> [i1]
> http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/lead/article/2011/07/habibie-teaser.jpg
> [i2] kuliah umum B.J. Habibie --
> http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-1.jpg
> [i3] peserta kuliah umum --
> http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-2.jpg
> [i4] peserta kuliah umum --
> http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-3.jpg
> [i5] kuliah umum Habibie --
> http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-4.jpg
> [i6] ki-ka: walikota Aachen, rektor hogeschool Aachen, B.J. Habibie --
> http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-5.jpg
>
>
>
>
>  
>

Kirim email ke