Hebat euy!

====
Kertas Kotoran Kuda SMA Muhammadiyah Juara ASEAN


KOMPAS/ADI 
SUCIPTO<http://www1.kompas.com/printnews/xml/2011/09/10/17341757/Kertas.Kotoran.Kuda.SMA.Muhammadiyah.Juara.ASEAN#>
Siswa SMA Muhammadiyah 1 Babat, Lamongan, Jawa Timur, saat memperlihatkan
kertas berbahan baku kotoran kuda beberapa waktu lalu. Karya mereka
dipresentasikan pada ajang ASEANpreneurs Idea Canvas di Singapura, 26
Agustus 2011, dan menjadi juara.
 Sabtu, 10 September 2011 | 17:34 WIB

*LAMONGAN, KOMPAS.com -* Karya inovasi siswa SMA Muhammadiyah 1 Babat,
Kabupaten Lamongan, berupa kertas dari kotoran kuda menjadi Juara 1
Kompetisi Business Plan ASEANpreneur Idea Canvas 2011 dan berhak atas hadiah
1.000 dolar Singapura.

Karya itu dipresentasikan di National University of Singapore (NUS),
Singapura 26 Agustus lalu, dan direkomendasikan diikutkan lomba Green
Product di Amerika.

Tim yang beranggotakan Davina Balqis, Dyah Ayu Vivid Nurfaidah, dan Muhammad
Teguh, mempresentasikan karya mereka di hadapan guru besar Stanford
University London, Prof Tom Khosnik, Direktur ASEANpreneur Sheng Yu,
Associate Director NUS Wong Sang Wuoh, serta mahasiswa dari berbagai negara.

Selain presentasi, mereka juga mendapat pelajaran tentang karya ilmiah dan
bisnis. Ketiga siswa itu didampingi Kepala SMA Muhammadiyah 1 Babat,
Mustapit. Ada pula tim pendamping dari M-Brothers Indonesia Mohamad Najib
dan Bagus Budi Raharjo, serta Country Manager ASEANpreneur  Indonesia ,Ahmad
Rizal Jamhari.

Davina Balqis, Sabtu (10/9/2011), di Lamongan,  menjelaskan, di Singapura
timnya belajar presentasi dengan Audry dan Sheng Yu sekitar empat jam
sehari, sebelum presentasi. Di NUS tim ditunjukkan ruangan Incubator
Bussiness Centre yang hanya berukuran 4 meter x 5 meter.

Mohamad Teguh,  menambahkan, penilaian penting yang disampaikan oleh Prof
Tom Khosnik atas karya mereka adalah orisinalitas ide sangat bagus, tetapi
perlu disempurnakan lagi agar lebih sempurna hasilnya. Karya mereka
direkomendasikan diikutkan lomba di Amerika Serikat tahun depan, untuk
mendapat dukungan dari para ahli, sistem bisnis.

"Tetapi yang kami buat harus disempurnakan untuk bisa menarik minat
investor," katanya.

Kepala SMA Muhammadiyah 1 Babat, Mustapit, menuturkan banyak pengalaman dari
Singapura. "Ke depan kami akan mengembangkan program ini, sebagaimana kami
telah mendapat pelajaran dari Professor Tom Khosnik. Kami juga berusaha
meningkatkan kualitas sekolah, dengan mengadopsi sistem pembelajaran di
Singapura sesuai kondisi di Lamongan," ujarnya.

Menurut Direktur M-Brothers Institute, Bagus Budi Raharjo,  M-Brothers
Institute berhasil menjalin kerjasama sebagai mitra pengembangan
kewirausahaan dan kepemimpinan di Indonesia termasuk pertukaran mahasiswa
untuk mengikuti pelatihan ASEANpreneur.

*Adi Sucipto*

*Dapatkan artikel ini di URL:*
http://www.kompas.com/read/xml/2011/09/10/17341757/Kertas.Kotoran.Kuda.SMA.Muhammadiyah.Juara.ASEAN

Kirim email ke