Sabtu, 24 September 2011
Satelit NASA Jatuh di Samudra Pasifik

NASA mengatakan bahwa potongan-potongan satelit UARS yang telah
dinonaktifkan telah jatuh kembali ke bumi di kawasan Samudra Pasifik.
Satelit penelitian atmosfir atas (UARS) milik NASA yang jatuh di kawasan
Samudra Pasifik Sabtu pagi (foto ilustrasi).

Badan antariksa Amerika (NASA) mengatakan potongan-potongan satelit yang
telah dinonaktifkan telah jatuh kembali ke bumi di Samudra Pasifik.
Sebelumnya, pejabat NASA telah mengatakan bahwa risiko orang terkena
potongan-potongan satelit yang jatuh itu sangat kecil.

NASA meluncurkan Satelit Penelitian Atmosfir Atas (UARS) itu pada tahun 1991
untuk misi selama tiga-tahun guna mempelajari tingkat ozon pada atmosfir.
NASA menonaktifkan satelit UARS itu pada tahun 2005.

Satelit itu ditempatkan ke orbit yang lebih rendah untuk menghindari
tabrakan dengan Stasiun Antariksa Internasional. Satelit UARS itu merupakan
benda terbesar yang akan jatuh ke bumi sejak stasiun antariksa *Skylab *milik
NASA jatuh di Australia Barat 32 tahun yang lalu.

NASA memperkirakan masuknya kembali satelit UARS yang berukuran sebesar bis
itu ke bumi, menjadi hanya satu jam, yaitu antara hari Jumat tengah malam
hingga Sabtu dini hari waktu Washington, atau antara pukul 10:45 dan 11:45
Sabtu pagi WIB.

Potongan-potongan satelit UARS diperkirakan terbakar dan pecah menjadi 26
bagian saat memasuki atmosfir bumi (foto ilustrasi).

Sebagian besar satelit diperkirakan terbakar ketika kembali memasuki
atmosfer bumi. Satelit itu diperkirakan melewati Kanada, Afrika dan
Australia, serta wilayah yang luas dari lautan Pasifik, Atlantik dan
Samudera Hindia. Satelit itu terbakar dengan cahaya terang sehingga dapat
dilihat seperti pada siang hari, dan akan pecah menjadi 26 bagian.

NASA mengatakan sejak awal Zaman Antariksa pada akhir 1950-an, belum pernah
ada laporan mengernai orang yang cedera akibat benda-benda antariksa yang
jatuh ke bumi. Badan antariksa itu juga mengatakan tidak ada catatan
kerusakan properti yang signifikan dari satelit yang pernah jatuh ke bumi.

NASA telah memperingatkan agar orang tidak menyentuh puing-puing satelit
itu, yang akan tersebar di jalur sepanjang lebih dari 800 kilometer.

      Temukan artikel ini di:
http://www.voanews.com/indonesian/news/Satelit-NASA-Jatuh-di-Samudra-Pasifik--130501118.html

Kirim email ke