Menperin M.S. Hidayat Minta Pemda Benahi Infratruktur Tekstil Majalaya

   -
   -

Selasa, 27/09/2011 - 17:24
[image: USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"]
USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"
MENTERI Perindustrian, M.S. Hidayat (tengah), memberikan keterangan kepada
wartawan saat wawancara di sela-sela talkshow salah satu stasiun televisi
swasta di kawasan pabrik tekstil PT Satya Sumba...




SOREANG, (PRLM).- Menteri Perindustrian Republik Indonesia M.S. Hidayat
menyoroti kurangnya perhatian stakeholder daerah sampai pusat terhadap
infrastruktur jalan di Sentra Industri Tekstil Majalaya, Kabupaten Bandung.
Menurut dia, dengan nilai historis sebagai cikal bakal berdirinya industri
tekstil di Jabar dan Indonesia, infrastruktur Majalaya harus lebih
diperhatikan.

“Dulu Majalaya penuh dengan pelaku industri kecil dan besar di bidang
tekstil yang berkembang ke daerah lain di Jabar dan di Indonesia secara
umum. Namun, sekarang kita bisa lihat dukungan infrastruktur kurang
diperhatikan dan dibenahi,” ujarnya saat berkunjung ke Sentra Industri
Tekstil Majalaya, Selasa (27/9).

Berdasarkan pengamatan “PRLM", kondisi jalan di kawasan tersebut memang
belum sepenuhnya mantap. Pembetonan saat ini baru mulai dilakukan di
beberapa titik, akan tetapi lebar jalan terbilang masih belum memadai.
Alhasil, kedatangan M.S. Hidayat beserta rombongan sempat membuat ruas jalan
di kawasan tersebut mengalami kemacetan kecil.

Melihat kondisi riil saat ini, MS Hidayat berharap stakeholder, khususnya
pemerintah daerah Kabupaten Bandung dan Jabar bisa segera membenahi
infratruktur, terutama jalan di Majalaya. Ia juga berjanji akan mengajak
Kementerian terkait di tingkat pusat untuk sama-sama membenahi kembali
infrastruktur di Sentra Tekstil Majalaya.

Kedatangan Menteri M.S. Hidayat ke Majalaya sendiri, merupakan rangkaian
kunjungan kerja dalam rangka revitalitasi permesinan bagi industri di
Indonesia. Pasalnya ada lebih dari seribu industri di Indonesia yang saat
ini masih menggunakan mesin produksi yang berumur lebih dari 25 tahun.

“Kepada pengusaha di sini kami juga memberikan subsidi jika mereka ingin
membeli mesin baru. Untuk pengusaha besar kami subsidi 10 persen untuk mesih
impor atau 17,5 persen untuk mesin buatan dalam negeri. Sementara untuk
industri kecil menengah (IKM), kami subsidi 30 persen,” tuturnya.

Sementara itu Direktur Jenderal IKM Kemenperin Euis Saedah mengatakan,
pihaknya akan membina IKM Tekstil di Majalaya untuk menjadi basis industri
fashion Indonesia. “Kami sudah bekerjasama dengan Asosiasi Perancang dan
Pengusaha Mode Indonesia, agar mereka melihat Majalaya sebagai basis
produksi mereka,” katanya.

Dalam prakteknya, tambah Euis, Kemenperin dan Asosiasi Perancang dan
Pengusaha Mode Indonesia akan membuat sebuah brand Fashion andalan
Indonesia. Suplai bahan baku untuk produksi brand tersebut akan dilakukan
oleh IKM di beberapa sentra, salah satunya Majalaya. (A-178/A-88)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/159919

Kirim email ke