Mitos Seputar Sunat: Mana yang benar?
Oleh *Yunita Rovroy*
Dibuat *30 September 2011 10:00*
 [image: image/jpeg
icon]sunat.jpg<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/lead/article/2011/09/sunat.jpg>

*Sunat memperkecil risiko terkena HIV/AIDS. Disunat lebih bersih. Sunat di
usia dewasa lebih sakit daripada sunat pada masa kecil. Sunat bisa
memperbesar alat kelamin pria. Kalau disunat, lebih nikmat saat berhubungan
intim.*

Banyak mitos seputar khitan laki-laki. Mana yang benar, mana yang salah?

*1. Sunat memperkecil risiko terkena
HIV/AIDS*<http://www.rnw.nl/node/498012#sunat1>
*2. Alat kelamin lelaki yang disunat lebih bersih
*<http://www.rnw.nl/node/498012#sunat2>
*3. Sunat di usia dewasa jauh lebih sakit daripada sunat pada masa
kecil*<http://www.rnw.nl/node/498012#sunat3>
*4. Sunat memperbesar alat kelamin pria*<http://www.rnw.nl/node/498012#sunat4>
*5. Kalau disunat lebih nikmat saat berhubungan
seks*<http://www.rnw.nl/node/498012#sunat5>

*1. Sunat memperkecil risiko terkena HIV/AIDS*
"Ini bukan mitos," ungkap Agnes Tri Harjaningrum, dokter Indonesia, yang
tengah studi lanjutan di Belanda.

Organisasi Kesehatan Sedunia WHO mengatakan sunat pada laki-laki bisa
mencegah risiko terkena HIV, virus penyebab AIDS. Tapi dengan catatan
dilakukan pada kelompok yang berisiko tinggi kena HIV. Pernyataan itu
berdasarkan beberapa penelitian ilmiah yang hasilnya cukup signifikan.

"Sunat bisa mencegah HIV terutama di Afrika, yang kasus HIV-nya tinggi."

*2. Alat kelamin lelaki yang disunat lebih bersih *
"Belum terlalu banyak bukti ilmiah bahwa sunat signifikan menjaga
kebersihan. Ini hanya teori yang mengatakan seperti itu," ujar dokter Agnes.

Dia menuturkan sunat sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Filosofi
dasarnya untuk menjaga kebersihan. Setelah dilihat para ahli, ada perbedaan
antara orang yang disunat dan yang tidak disunat.

"Orang yang disunat, kulupnya dipotong. Ketika kencing, untuk orang yang
disunat, memang cenderung lebih gampang membersihkannya karena urin nggak
menempel di ujung penis. Sementara untuk orang yang tidak disunat perlu *
effort* sedikit lebih.”

Jadi bukan berarti lelaki yang disunat tidak perlu membersihkan alat
kelamin.

"Harus membersihkan juga, hanya keuntungannya, usahanya cuma sedikit. Kalau
yang nggak disunat, harus ditarik dulu sebelum pipis. Kalau yang disunat,
karena sudah dipotong, nggak perlu ditarik dulu."

Intinya dua-duanya harus membersihkan.

*3. Sunat usia dewasa jauh lebih sakit daripada sunat pada masa kecil*
Federasi Dokter Belanda KNMG menentang praktek sunat pada anak laki-laki.
Alasannya, khitan pada anak laki-laki pelanggaran berat hak anak dan sangat
berisiko dan menyakitkan.

"Sebetulnya kalau misalnya mau dilakukan, lebih menguntungkan secara medis
saat bayi berusia 0-28 hari. Karena, ketika itu banyak pertimbangannya.
Proteksi mencegah kanker penis lebih besar. Tapi ketika anak disunat saat
lebih besar, maka proteksinya akan berkurang."

Selain itu bayi belum mengerti apa yang terjadi.

"Jadi dia nggak akan punya memori untuk menimbulkan trauma. Sementara anak
yang lebih besar, yang dikhawatirkan adalah terjadinya trauma atau
masalah-masalah psikologis."

*4. Sunat memperbesar alat kelamin pria*
"Kalau itu mitos," tutur dokter Agnes. "Ada juga penelitian yang bilang,
yang disunat itu bisa mencegah terjadinya disfungsi seksual. Tapi kalau
untuk menjadi lebih besar, itu mitos!"

*5. Kalau disunat lebih nikmat saat berhubungan seks*
"Beberapa sumber ilmiah yang membahas tentang sunat dan seks menunjukkan
hasil yang *mix*," ungkap dokter Agnes.

"Ada yang bilang kalau disunat, itu nanti bisa lebih nikmat. Ada yang
bilang, nggak lebih nikmat. Ada yang bilang ternyata mengurangi keenakan
karena ujungnya dipotong. Jadi hasilnya *mix* penelitiannya."

[related-articles]

*Perlu?*
Jika dilihat dari segi medis, khitan, apakah itu khitan pada anak laki-laki
atau pria dewasa, sebenarnya perlu atau tidak?

Dari segi medis, ada tiga kesimpulan yang bisa diambil. Kesimpulan itu
berdasarkan pendapat asosiasi kesehatan di beberapa negara di dunia, di
antaranya Amerika, Australia dan Kanada. Demikian Agnes Tri Harjaningrum.

Ada yang bilang, disunat sedikit lebih banyak untungnya daripada
kerugiannya. Kedua, ada yang bilang kerugian sedikit lebih banyak dari
keuntungannya. Yang ketiga, ada juga yang bilang, manfaatnya sama-sama
seimbang.

"Jadi tergantung kita mau milih yang mana. Hasil penelitian memang *mix*.
Sangat pro dan kontra," kata dokter Agnes kepada Radio Nederland.
 ------------------------------
*URL sumber:*
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/mitos-seputar-sunat-mana-yang-benar
 *Links:*
 *Images:*
[i1]
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/lead/article/2011/09/sunat.jpg
[i2] http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia

Kirim email ke