Utamakan Pengabdian
Deded Ruhimat Guru Berdedikasi di Desa Terpencil

Minggu, 30/10/2011 - 11:10
[image: CECEP SA/"PRLM"]
CECEP SA/"PRLM"
GURU SDN Denuh Kampung Denuh Desa Cikuya Kec. Culamega Kab. Tasikmalaya,
Deded Ruhimat, dalam keseharian mengajar murid kelas enam. Deded ditetapkan
sebagai Juara Pertama "Pemilihan Guru Berdedikasi...




TASIKMALAYA, (PRLM).- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menetapkan
Deded Ruhimat, S.Pd. (42) sebagai Juara Pertama "Pemilihan Guru Berdedikasi
Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2011.

Deded merasa tidak menyangka bakal meraih prestasi tersebut setelah
pengabdiannya selama hampir hampir enam tahun lebih, menjadi guru di SDN
Denuh Kampung Denuh Desa Cikuya Kec. Culamega Kab. Tasikmalaya. Berkat
prestasinya itu, selain meraih piagam, trofi, dan biaya pembinaan, Deded
pun meraih reward dari Gubernur Jabar, untuk "branchmarking" ke Jepang dan
juga ke China dari Kemendiknas.

Dalam kesehariannya, Deded Ruhimat senantiasa menggunakan sepeda motor
menuju desa terpencil di Kampung Denuh itu, yang ditempuhnya sekitar tiga
setengah jam perjalanan dari Tasikmalaya. Melalui jalan berliku, dan
berbatu sebesar kepala, serta penuh lumpur, dengan sepeda motornya, ia
dengan sabar menuju tempat mengajarnya. Bahkan kalau sedang turun hujan,
ban sepeda motor miliknya itu terpaksa ia balut dengan sebuah rantai,
dengan harapan tidak tergelincir bila melalui tanjakan atau jalan menurun.

Selama mengajar di SDN Denuh, tidak sempat terpikirkan, kalau pengabdiannya
itu akan membuahkan prestasi di tingkat Provinsi Jabar. Sehingga atas
dedikasinya selama ini, guna mencerdaskan murid-murid SDN Denuh Desa Cikuya
Kec. Culamega Kab. Tasikmalaya, mengantarkan dirinya untuk meraih prestasi
tersebut. Deded mampu mengalahkan 16 pesaing lainnya di Jawa Barat.

Suami dari E Umaisyaroh, dan ayah dari empat anaknya putra-putri itu,
seminggu sekali berangkat sejak dinihari dari rumahnya di Kampung
Sukananjung Desa Sukasetia Kec. Cisayong Kab. Tasikmalaya, menuju tempat
mengabdikan dirinya di desa terpencil, dengan jarak tempuh sekitar 3,5 jam.
Ia sehari-harinya mengajar murid kelas enam di SDN Denuh, sejak diangkat
pada tahun 2005.

Berawal sebagai guru Sukwan (sukarelawan), kemudian ia berusaha mengadu
nasib untuk menjadi seorang CPNS (calon pegawai negeri sipil), namun
rupanya keberuntungan belum menyertainya sehingga ia harus mengikuti
testing sampai tujuh kali. Barulah pada 2003, sejak lulus testing dan
diangkat sebagai guru bantu sementara (GBS), ia ditempatkan di SDN Suka
Mukti Kec. Cisayong. Kemudian setelah diangkat menjadi PNS sejak 1 Januari
2005, ia ditempatkan di Culamega sejak sekarang.

Menurut Deded, awal kepindahannya ke SDN Denuh memang cukup memprihatinkan.
Jumlah muridnya hanya tercatat 170 orang yang diajar oleh tiga orang guru,
seorang di antaranya merangkap kepala sekolah. Merasakan keberadaan seperti
itu sempat terbersit ingin minta pindah, namun saat itu pula ia ingat bahwa
sebagai PNS harus bersedia ditempatkan dimana saja. "Sehingga kalau
mengingat hal itu, saya mengurungkan niat untuk minta pindah. Saya berusaha
membantu dan mengembangkan sekolah, sehingga sekarang jumlah muridnya
tercatat 225 orang, dengan jumlah pengajar lebih dari lima guru," kata
Deded.

Deded, yang sedang menempuh semester akhir program S2 di STIA YPPT Priangan
Timur Kota Tasikmalaya itu, menilai prospek pendidik di Indonesia akan
lebih maju ke depannya, tapi dengan catatan dari sejak awal sudah
diperhitungkan oleh pemerintah mengenai kualitas lulusan dari universitas
pencetak guru. "Mulai dari situ dulu, karena ujungnya kan peningkatan
kualitas pendidikan, berarti kan harus diawali juga oleh kualitas guru,
sehingga ketika ia masuk ke PNS menjadi guru, atau kalau sudah masuk ke
lapangan, kita sudah siap terjun, dengan berbagai kompetensi, dengan
berbagai kemampuan yang diharapkan," kataya.(A-14/A-147)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/163787

Kirim email ke