Tina sajarahna oge geus kabade, kana moal satuju Majalengka mah asup ka
provinsi Cirebon teh. Aya ku keukeuh nya eta kahayang provinsi anyar,
padahal geus diolo ku dijieunna bendungan Jatigede :). Lamun jadi teh
provinsi Cirebon, Sumedang karugian geus ngorbankeun lahanna :). Tapi keun
wae, itung-itung amal ibadah.

Ngeunaan bandara Kertajati, kumaha eta teh jadi diteruskeun? Asa aya
selentingan beja teu jadi, rek diganti di sabudeureun Karawang cenah. Naha
enya? Cikan sugan aya anu apal iberna?

manar

2012/1/11 <[email protected]>

> **
>
>
> ** Upama Bupati Majalengka satuju kana gagasan provinsi Cirebon, atuh
> anggaran pangwangunan Bandara di Kertajati moal dikucurkeun alias moal jadi
> aya bandara di Majalengka.
>
> Padahal bandara teh ngahirupkeun perekonomian pikeun majalengka.
> Pangalaman pangwangunan waduk Jati gede, mani seuseut pisan geuning
> anggaran teh turunna.
>
> Mrachmatrawyani
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * Ki Hasan <[email protected]>
> *Sender: * [email protected]
> *Date: *Wed, 11 Jan 2012 15:25:41 +0800
> *To: *Ki Sunda<[email protected]>
> *ReplyTo: * [email protected]
> *Cc: *Baraya Sunda<[email protected]>; Urang Sunda<
> [email protected]>
> *Subject: *[kisunda] Re: Provinsi Cirebon?
>
>
>
> Bupati Majalengka Tolak Pembentukan Provinsi Cirebon
>
> Selasa, 10/01/2012 - 19:27
>
> MAJALENGKA, (PRLM).- Bupati Majalengka kembali melakukan penolakan secara
> tegas terhadap pembentukan Provinsi Cirebon karena dianggap akan lebih
> menyengsarakan rakyat. Bahkan pemerintahpun dimungkinkan akan semakin
> kolaps.
>
> Hal tersebut disampaikan Bupati Majalengka H.Sutrisno pada acara Ulang
> Tahun PDIP di Aula PDIP Jl.Pemuda Majalengka, Selasa (10/1) menyikapi
> kembali ramainya pembicaraan pembentukan Provinsi Cirebon di wiayah III
> Cirebon. “Bagi kita harga mati menolak pembentukan Provinsi Cirebon.”
> ungkap Bupati.
>
> Soal adanya klaim dari Panitia Pembentukan Provinsi Cirebon yang
> menyebutkan kalau Kabupaten Majalengka sudah ikut mendukung, menurut Bupati
> Majalengka biarkan, tidak perlu disikapi dengan serius. Yang pasti
> Pemerintah Kabupaten Majalengka tidak akan ikut mendukungnya.
>
> Ada banyak pertimbangannya tentang penolakan tersebut, di antaranya saja
> menurut Bupati adalah, pendapatan yang minim sementara banyak infrastuktur
> yang harus dibangun yang dananya tidak akan mencukupi untuk seluruh
> kebutuhan walapun mengerahkan seluruh potensi yang ada. Belum lagi
> persoalan personel yang demikian banyak dan butuh kesejahteraan, serta
> kondisi masyarakat yang tingkat kemiskinannya cukup banyak dan butuh
> oerhatian khusus.
>
> “Bayangkan dengan APBD di wilayah tiga Cirebon yang hanya Rp 8 triliun,
> mana bisa membangun infrastuktur yang demikian banyak dan rusak.
> Ciayumajakuning itu infrastukturnya banyak yang rusak, jadi tidak mungkin
> bisa didanai dengan angka sebesar itu karena dana senilai Rp 8 triliun
> tesrebut termasuk untuk belanja tidak langsung. Makanya kalau kita berpisah
> dari Provinsi Jawa Barat akan semakin kolaps,” kata Bupati.
>
> Hal yang sama juga diungkapkan salah seorang tokoh masyarakat Majalengka
> yang juga Ketua PD II PGRI Majalengka H.Aman Nurkamal. Menurutnya, tidak
> ada alasan yang kuat sehingga Majalengka harus memisahkan diri dengan Jawa
> Barat, terkecuali jika ingin menambah kesengsaraan dan beban bagi rakyat
> Majalengka. Karena tidak ada yang bisa diandalkan dari wilayah III Cirebon
> untuk mampu menghidupi dan memberikan kesejahteraan apalagi 5 hingga 10
> tahun pertama pemerintahan dibentuk. (C-28/das)***
>
> http://www.pikiran-rakyat.com/node/172537
>
>
>    
>

Kirim email ke