Terharu sih terharu tapi kudu ati-2 para kapitalis penjajah ngahaja mere permen 
ka Indonesia supaya hayoooh wae ngagugulung industri pesawat anu jelas-2 boeing 
oge lamun teu kuat-2na mah pirugieun hehehe.

Industri mubil jeung mekanisasi alat pertanian mah dipopohokeun hehehe.

Indonesia nagara agraris jeung maritim lamun rek nyieun industri sakuduna 
berbasis pertanian jeung kelautan.

Soook pikiran kadinyah indonesia palalinter olimpiade fisika wae juara... 
Kunaon teu daek nyieun mobil atawa traktor kalahka hayoooh nyieun pesawat 
hehehe. 

Mobil jeung beas oge pangan mah ngimpor weh ceunah hehehe.

Jadi omat kudu ati-2 loba pulitik kapitalis anu katinggalina gaya keur 
Indonesia tapi sabenerna secara kumulatif ngarugikeun hehehe.

Nuhuuuuuns,
Mang Kabayan
www.dkabayan.com
"ti urang, ku urang, keur balarea"

-----Original Message-----
From: "kang~arif" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 25 Jan 2012 05:47:17 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [Urang Sunda] Pangalaman Habibie

Alhamdulillah, 
Saya terharu macana.
Alhamdulillah, taun 2005 pernah duduk sama rendah dengan BJ habibie di sebuah 
asrama anak yatim di aceh besar.
Saya bisa dialog lama dengan BJ Habibie berdua, dan Ia dengan sabar menjawab 
semua pertanyaan saya.
Terima kasih, BJ habibie, doaku menyertaimu selalu. Amin
-----------------------------------
www.serambinews.com |Banda Aceh| Indonesia

-----Original Message-----
From: imam gecko <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 24 Jan 2012 04:20:22 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: Bls: [Urang Sunda] Pangalaman Habibie

luar biasa dialognya, baru tau dalam pertemuan tersebut, banyak hal yang 
menyejukan hati... padahal pada saat itu,saya hadir juga, namun tidak masuk. 
karena memang untuk internal garuda dan saya harus menunggu satu jam, karena 
memang saya mau wwc dengan pak Emir....

tks.. atas tulisan dan dialognya...
semangat selalu negeri ku.......INDONESIA

--- On Sun, 1/22/12, Dadang, S. Pd Dadang <[email protected]> wrote:

From: Dadang, S. Pd Dadang <[email protected]>
Subject: Bls: [Urang Sunda] Pangalaman Habibie
To: "[email protected]" <[email protected]>
Date: Sunday, January 22, 2012, 1:56 PM
















 



  


    
      
      
      Sebagai anak bangsa dan praktisi pendidikan Dasar, saya secara pribadi 
benar-benar bangga terhadap pribadi dan prestasi yang di miliki oleh Bapak H. 
Prof. DR. Ir. BJ. Habibie, Sayang Rejim penguasa sekarang sudah benar-benar 
hilang kepekaannya untuk membangkitkan semangat BERDIKARI yang pernah diucapkan 
oleh Almarhum The Greatest founding father Indonesia Bapak H. Ir. Soekarno. 
Namun saya optimis masih banyak figur penerus seperti Bapak H. Prof. DR. Ir. 
BJ. Habibie, kelak, semoga Indonesia menjadi negara yang Baldatun Thoyibun 
Ghafur, bukan hanya besar dalam kwantitas tapi juga berkwalitas diatas fondasi 
Keimanan yang kuat, Amin.   

        Dari: "[email protected]" <[email protected]>
 Kepada: "[email protected]" <[email protected]> 
Cc: urangsunda urangsunda <[email protected]> 
 Dikirim: Sabtu, 21 Januari 2012 21:01
 Judul: [Urang Sunda] Pangalaman Habibie
   















 



    
      
      
      KUNJUNGAN BAPAK BJ HABIBIE‬

Kantor Manajemen Garuda IndonesiaGaruda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta12 
Januari 2012Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara 
mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, 
Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java 
Musikindo.Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak 
Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang 
sedang berada di Jakarta.Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda 
Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak 
tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.Sebagai “balasan” pak Habibie 
memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein 
Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).Entah, apa 
pasalnya dengan memutar video ini?Video N250 bernama Gatotkaca terlihat 
roll-out kemudian tinggal landas secara mulus
 di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis 
Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus 
mengudara di angkasa Bandung.Dalam video tsb, tampak para hadirin yang 
menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan 
ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia 
serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan 
atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui 
radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba 
mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto 
karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.N250 sang Gatotkaca kembali 
pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan..................Di 
hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih 
kurang sbb:“Dik, anda tahu..............saya ini
 lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas 
penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara 
lancar beliau melanjutkan.................“ Presiden Soekarno, Bapak 
Proklamator RI, orator paling unggul, .......itu sebenarnya memiliki visi yang 
luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai 
Insinyur.........Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan 
Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi 
Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan 
berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk 
menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan 
kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai 
negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi 
sekolah bertahun-tahun sambil bekerja
 praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial 
aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya 
melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan 
‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun 
perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah 
IPTN.Sekarang Dik,............anda semua lihat sendiri..............N250 itu 
bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami 
‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, 
tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, 
diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat 
turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai 
hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 
900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan
 selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik 
pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang 
Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa 
mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’Tiba-tiba, Presiden memutuskan 
agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.Dik 
tahu................di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri 
strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan 
Indonesia.............Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa 
diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya 
pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa................Hati siapa 
yang tidak sakit menyaksikan itu semua.....................?Saya bilang ke 
Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang 
terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer
 dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.Tapi keputusan telah 
diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di 
negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”Pak Habibie 
menghela nafas.......................Ini pandangan saya mengenai cerita pak 
Habibie di atas;Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi 
(JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim 
Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 
yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya 
ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung 
bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang 
uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut 
mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan 
pengetahuan teknis saat menerbangkan
 McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan 
kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen 
(bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). 
Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan“track ball 
atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat 
jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang 
memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed 
sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, 
jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.Saya 
juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe 
pertama.................N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, 
keduanya sangat handal dan canggih kala itu.........bahkan hingga kini.Lamunan 
saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie
 bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, 
seandainya N2130 benar-benar lahir.............kita tak perlu susah-susah 
membeli B737 atau Airbus 320.Pak Habibie melanjutkan 
pembicaraannya................ ....“Hal yang sama terjadi pada prototipe 
pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala 
Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah 
khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli 
dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua 
tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di 
Indonesia”.“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,− Q itu 
Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan 
konsisten− C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing 
dengan produsen sejenis− D itu Delivery, biasakan semua produksi dan
 outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat 
waktu!Itu saja!”Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:“Kalau saya 
upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika 
dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu 
Dik.............organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD 
itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana 
anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati 
Dik..................”Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak 
mengingat-ingat sesuatu ...........................“Dik, ..........saya ini 
memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut 
perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua 
bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan 
Ainun, ...........ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi
 dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa 
hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak 
dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini 
baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah 
ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari 
ibu........................”Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak 
sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang 
mendalam...................... .......seisi ruangan hening dan turut serta 
larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata 
mulai menggenang.Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie 
melanjutkan................... .....“Dik, kalian tau.................2 minggu 
setelah ditinggalkan ibu............suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas 
kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil 
memanggil-manggil nama
 ibu......... Ainun......... Ainun ................. Ainun ..............saya 
mencari ibu di semua sudut rumah.Para dokter yang melihat perkembangan saya 
sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus 
begini..............’ mereka bilang‘Kita (para dokter) harus tolong 
Habibie’.Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 
pilihan;1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat 
mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah 
Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya 
harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi 
obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi 
terus...............3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa 
saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih 
hidup.Saya pilih opsi yang ketiga........................
 ....”Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa 
mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti 
meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau 
sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan 
sesuatu) ...................... ia melanjutkan pembicaraannya;“Dik, hari ini 
persis 600 hari saya ditinggal Ainun..............dan hari ini persis 597 hari 
Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air 
Indonesia.............Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui 
surat............. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan 
untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini 
didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas 
nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, 
kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah
 Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke 
tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu 
kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima 
kasih atas bantuan Garuda Indonesia”Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak 
kuasa lagi membendung air mata.......................... ....Setelah jeda 
beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;“Dik, sebegitu banyak 
ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua 
tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui.................... .Buku itu 
sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada 
unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan 
muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak 
orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, 
Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie
 menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko 
buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 
eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak 
tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia 
juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.Dik, asal you 
tahu............semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk 
memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini 
dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk 
menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. 
Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa 
melihat.Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya 
tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak 
buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.Sekali
 lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya 
apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya 
sangat inspiratif...................”(pada kesempatan ini pak Habibie meminta 
sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal 
ini masalah kedinasan).Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan 
jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut 
yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan 
tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena 
tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.



Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,

Capt. Novianto Herupratomo


Powered by Telkomsel BlackBerry®

    
     











    

    
     

    
    






  









Kirim email ke