Zen : Lah Dari Awal ana memisahkan antaracoba lihat tulisan ana sebelumnya ana salil lagi dibawah
nash yang sarih menjelaskan dua kaum yang dijelaskan di ayat tersebut 1. orang baduy yang ada di kota madinah munafik (sebagian) 2. Ahli Madinah munafi (sebagian) dari kedua hal tersebut bisa dilihat bahwa sebagian sahabat dari kota madinah itu munafik. Den menjawab : Cobi kang Zen, upami ngangge teori mantik antum pas henteu kasimpulan di luhur? premis1,2 (mukaddamah sugrona mana, mukaddamah kubrona mana?)... bet natijahna kitu. Naha sakabeh urang baduy jeung ahli madinah teh sahabat? tah didieu bedana urang teh.. ________________________________ Dari: Mohammad zen <[email protected]> Kepada: "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]> Dikirim: Selasa, 21 Februari 2012 17:13 Judul: [kisunda] Re: Trs: Bls: [JARKOM PERSIS] Orang Munafik di madinah bukan orang baduy (Untuk kang deni) Kang deni Berkata : Salam, Yang tidak nyambung itu bantahan antum ini. Coba kita lihat rekam ulang lagi pendapat saya : Dalam ayat 101 at Taubah di atas, Allah menginformasikan keberadaan orang2 munafik dari : 1. وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ 2. وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَة Nah, segini dulu, pelan-pelan saja. Pertanyaan awal, setuju tidak dari pembagian di atas? Setelah itu kita bahas, satu persatu siapa mereka?! (walaupun dalam tafsir Ad Durur Mantsur sudah diterangkan, nanti kita cari tafsir yg lebih ringan dari itu), kemudian fokus akhir adalah apakah mereka itu semua sahabat Nabi. Wassalam, Den’s ____________________________________________________________ Zen Menjawab : salam, Lah Dari Awal ana memisahkan antaracoba lihat tulisan ana sebelumnya ana salil lagi dibawah nash yang sarih menjelaskan dua kaum yang dijelaskan di ayat tersebut 1. orang baduy yang ada di kota madinah munafik (sebagian) 2. Ahli Madinah munafi (sebagian) dari kedua hal tersebut bisa dilihat bahwa sebagian sahabat dari kota madinah itu munafik. Sekarang saya mau tanya Ahli Madinah itu SEBAGIAN sahabat atau bukan???? ok saya tulisakan lagi dibawah penjelasannya وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرابِ مُنافِقُونَ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ مَرَدُوا عَلَى النِّفاقِ لا تَعْلَمُهُمْ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ سَنُعَذِّبُهُمْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلى عَذابٍ عَظِيمٍ Terjemahan depag : di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu[657] itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) kamilah yang mengetahui mereka. nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar. Lalu kang deni menulis kan : [657] Maksudnya: orang-orang Badwi yang berdiam di sekitar Madinah. (Fn dari Tafsir Depag) Jawab Zen : 1. Tanpa melihat merujuk ke i’rabnya langsung kita bisa melihat dari bahasa Indonesianya menurut tarjamah depag saja dua hal yang berbeda antara baris :”di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu” dengan keterangan yang ada di Madinah dengan baris ayat :”dan (juga) di antara penduduk Madinah” dua maksud yang berbeda Badui yang ada di Madinah dengan penduduk Madinah. Dan kedua2nya disifati dengan ;”munafik” cuman yang orang baduy dengan kata “munafik” yang orang madinah dengan kata “keterlaluan kemunafikannya” , kata “Dan” dalam baris diatas menunjukkan dua hal yang berbeda yang satu Baduy yang ada di Madinah yang kedua Penduduk Madinah. Apakah seluruh penduduk Madinah itu orang Baduy? Tentu jawabnnya tidak bukan, bahkan secara tegas dituliskan diatas Baduy bukanlah penduduk Madinah hanya “berdiam” saja di Madinah atau istilah kerennya numpang , bukan penduduk madinah, Dan penduduk Madinah bukan orang Baduy, seperti misalnya : kuring urang sunda yeuh tinggal di iran, kan lain jadi penduduk iran hehe...sehingga Orang munafik itu ada dua yang diisyaratkan di ayat tersebut diantara Orang Baduy dan ada juga diantara penduduk Madinah. 2. Kalau dengan definisi mazhab Suni bahwa sahabat adalah orang islam yang bertemu dengan nabi, walaupun Islam secara dhahir karena munafik adalah pekerjaan bathin. Maka Orang baduy dan penduduk madinah itu SEBAGIAN itu munafik berdasarkan terjemahan yang ada. Kenapa SEBAGIAN. Sebab di dalam ayat sebelumnya Baduy pun ada dua golongan ada yang mukmin ada yang memiliki sifat munafik Sebagian baduy munafik mereka juga sahabat bukan 98. Di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu; merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan ayat 99 menunjukkan orang Baduy yang Mukmin, mereka juga sahabat bukan. 99. Dan di antara orang-orang Arab Badui itu, ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sebab kalau anda mengkambinghitamkan baduy itu munafik seluruhnya karena takut disebut sahabat maka orang baduy yang mukmin dalam ayat 99 siapa atuh, BUKAN SAHABAT? Orang planet kali Hehe... Begitu juga penduduk Madinah , hal ini sudah jelas sebab sebagian penduduk Madinah Mukmin, misal kecilnya Rasulullah saww sendiri dan sahabat mukmin lainnya. Kalau seluruhnya maka wah gawat... Bisa dilihat bahwa yang bertemu dengan nabipun orang munafik yakni sahabat nabi dengan definisi yang ada : 94. Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan uzur kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah, “Janganlah kamu mengemukakan uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Dzat yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” Sekarang kalau uzur gak berperang siapa mereka , mereka sezaman merekapun Islam, karena kalau gak islam gak dituntut berperang. 3. Min disana adalah min tab’idiah(sebagian) , bukan lainnya...sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian Baduy Munafik sebagian lagi mukmin dan sebagian penduduk madinah munafik sebagian lagi Mukmin, dan mereka semua adalah sahabat nabi. Dengan definisi para ulama Mazhab suni seklaipun bahkan Bukhari, dengan definisi mereka yang sezaman dan Islam di zaman Nabi saww. Kalau bukan Islam bagaimana bisa uzur dari peperangan. Orang kafir mah mana bisa dimintai berperang. 4. Mari kita melihat secara lebih ilmiah , detail bukan hanya terjemahan saja (الواو) عاطفة (من) حرف جرّ (من) اسم موصول مبنيّ في محلّ جرّ متعلّق بخبر مقدّم (حول) ظرف مكان منصوب متعلّق بمحذوف صلة من و(كم) ضمير مضاف إليه (من الأعراب) جارّ ومجرور متعلّق بحال من الموصول (منافقون) مبتدأ مؤخّر مرفوع وعلامة الرفع الواو (الواو) عاطفة (من أهل) جارّ ومجرور متعلّق بما تعلّق به ممّن، فهو خبر معطوف على الأول «1»، (المدينة) مضاف إليه مجرور (مردوا) فعل ماض مبنيّ على الضمّ .. والواو فاعل (على النفاق) جارّ ومجرور متعلّق ب (مردوا) أو هو خبر مقدّم لمبتدأ مؤخّر تقديره قوم مردوا. Al-Jadwal fi I’rabi al-Quran Di dalam Jadwal I’rab bisa dilihat bahwa “ wa min ahli madinah “ muta’allaq kepada apa yang dita’alluq dengan “miman haulakum” dengan khabar muqaddam mahdzuf “ kaum” dan mubtada muakhar yakni (munafiqun), dan mubtadanya wa min ahli madinah adalah “Munafik” seperti yang disebutkan dalam jadwal i’rab diatas, sehingga maknanya tidak jauh dari terjemhan Depag, cuman kalau mau diurai berdasar i’rab jadinya: Dan kaum diselilingmu dari sebagian orang Baduy adalah orang munafik. Dan kaum di sebagian ahli madinah mereka adalah munafik Dan keduanya keterlaluan dalam kemunafikannya وَ مِمَّنْ حَوْلَكُمْ يعنى حول بلدتكم و هي المدينة مُنافِقُونَ و هم جهينة و أسلم و أشجع و غفار، كانوا نازلين حولها وَ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ عطف على خبر المبتدأ الذي هو ممن حولكم و يجوز أن يكون جملة معطوفة على المبتدأ و الخبر إذا قدّرت: و من أهل المدينة قوم مردوا على النفاق، على أنّ مَرَدُوا صفة موصوف محذوف Tafsir Al-Kasyaf Zamakhsyari Seperti pula yang disebutkan oleh Zamakhsyari di dalam i’rabnya mengetakan seperti yang disebutkan dalam jadwal i’rab, bahkan menuliskan taqdirnya : و من أهل المدينة قوم مردوا على النفاق Yakni : dan dari Ahli Madinah ada penduduk yang keterlaluan dengan kemunafikan Catatan : 1.Kata Sahabat yang didefinisikan oleh bukhari sendiri dan ulama lainnya adalah demikian, dan kalau kita jeli bahwa tidak ada nash (dengan kata shabat nabi) itu seluruhnya adil, yang ada adalah anda dan kami bisa memahami adanya makna sahabat itu di dalam alquran dengan orang2 yang islam yang sezaman dengan nabi. Baik itu yang munafik atau yang tidak. Jadi tidak ada secara nash seluruh sahabat adil bahkan tidak pula adanya nash yang menyebutkan sebagian sahabat munafik, tapi yang ada adalah makna dari quran yang kita ambil bahwa mereka yng sezaman dengan nabi dan islam baik itu yang mukmin maupun yang munafik , dari mana pensifatan itu dari ayat lain yang menjelaskan orang2 yang sezaman dengan nabi dan islam itu ada yang memiliki sifat mukmin ada yang memiliki sifat munafik. 2. Kalau kita menganggap kata “sahabat” itu selalu disifati dengan sifat baik, mak ahal itu keliru, sebab kata sahabat di dalam quran tidak selalu disifati dengan kebaikan bahkan sebagian disifati dengan keburukan, misahat sahabat neraka, sahabat iblis , ashab kaum rass yang diazab,ashab neraka sa’ir, ashab madyan yang diazab, ashab qaryah yang diazabdll. Sehingga makna ashab disini adalah netral tidak disifati dengan baik atau buruk menurut mufradat Quran. Kesimpulan : 1. Ayat tersebut tidak menjelaskan keadilan seluruh sahabat, 2 Ayat tersebut menjelaskan sebagian sahabat keterlaluan dalam kemunafikan. ________________________________ From: deni solehudin <[email protected]> To: "[email protected]" <[email protected]>; "[email protected]" <[email protected]> Sent: Tuesday, February 21, 2012 3:56 AM Subject: Trs: Bls: [JARKOM PERSIS] Orang Munafik di madinah bukan orang baduy (Untuk kang deni) ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: deni solehudin <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Sabtu, 14 Mei 2011 7:46 Judul: Re: Bls: [JARKOM PERSIS] Orang Munafik di madinah bukan orang baduy (Untuk kang deni) Salam, Yang tidak nyambung itu bantahan antum ini. Coba kita lihat rekam ulang lagi pendapat saya : Dalam ayat 101 at Taubah di atas, Allah menginformasikan keberadaan orang2 munafik dari : 1. وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِنَ الْأَعْرَابِ 2. وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَة Nah, segini dulu, pelan-pelan saja. Pertanyaan awal, setuju tidak dari pembagian di atas? Setelah itu kita bahas, satu persatu siapa mereka?! (walaupun dalam tafsir Ad Durur Mantsur sudah diterangkan, nanti kita cari tafsir yg lebih ringan dari itu), kemudian fokus akhir adalah apakah mereka itu semua sahabat Nabi. Wassalam, Den’s --- Pada Jum, 13/5/11, Mohammad zen <[email protected]> menulis: Dari: Mohammad zen <[email protected]> Judul: Re: Bls: [JARKOM PERSIS] Orang Munafik di madinah bukan orang baduy (Untuk kang deni) Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 13 Mei, 2011, 2:00 AM [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
