BANDUNG, (PRLM).- Minyak jelantah atau sisa-sisa minyak goreng biasanya masih 
dipakai untuk menggoreng, padahal berbahaya bagi tubuh manusia sebagai pemicu 
kolesterol sampai jantung koroner dan kanker. Sebenarnya minyak jelantah 
sendiri dapat diolah melalui proses filterisasi (penyaringan), sehingga 
warnanya kembali jernih dan seolah seperti minyak goreng baru.
“Minyak hasil penyaringan bila dikonsumsi menyebabkan gangguan sistem 
metabolisme darah secara bertahap dimulai dari penumpukan, penyumbatan pembuluh 
darah yang pada akhirnya berujung pada penyakit jantung,” kata guru SMPN 35 
Bandung, Lea Tarliyah, Rabu (21/3/12), saat ditemui di kampusnya Jln. Dago 
Pojok No. 756 Bandung..
Prihatin dengan penggunaan minyak jelantah itu, Lea mengajak anak didiknya 
untuk membuat sabun dari minyak jelantah. “Keprihatinan lain saat saya melihat 
pembuangan limbah minyak jelantah. Tanpa merasa bersalah memasukkan limbah 
tersebut ke saluran air sehingga merusak lingkungan,” kata Lea yang mengajar 
Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH). 
 
Untuk membuat sabun dari menyediakan air 100 ml yang dimasukkan ke botol 
plastik bekas ukuran 600 ml. “NaOH sebanyak 32 gram dimasukkan sedikit demi 
sedikit ke dalam air tersebut. Kocok dengan hati-hati sehingga NaOH larut 
seluruhnya, NaOH bersifat korosif sehingga perlu kehati-hatian,” katanya.
 
Sedangkan minyak jelantah 200 ml dimasukkan ke dalam larutan air dan NaOH dan 
dikocok selama 30 menit. “Masukkan campuran itu ke dalam cetakan lalu simpan 
selama 3-4 minggu. Jika sabun masih berbau sisa jelantah dan warnanya masih 
agak kecoklatan dapat dilakukan pencucian kembali,” katanya.
 
Menurut Lea, sabun sebagai bahan penghilang noda salah satu bahannya adalah 
lemak. “Prinsip lemak dalam minyak jelantah dicoba untuk dimanfaatkan kembali. 
Sampai saat ini SMPN 35 Bandung sudah berusaha mensosialisasikan penggunaan 
sabun jelantah dan masyarakat sekitar sekolah menyambut dengan positif,” 
katanya.(A-71/A-88)***http://www.pikiran-rakyat.com/node/181559


www.albanduni.wordpress.com  www.ahmadsahidin.wordpress.com

Kirim email ke