Tak Ada Film yang Angkat Budaya SundaKamis, 29/03/2012 - 15:57 BANDUNG, (PRLM).- Sejak Tahun 1926, tidak ada film yang mengangkat budaya Sunda. Demikian disampaikan budayawan sunda, Eka Gandara pada Diskusi Film “Mengangkat Karya Sastra Sunda ke Dalam Film Indonesia” di Kantor Redaksi Galura, Jln. Blk Factory, Bandung.
“Setelah Film Loetoeng Kasaroeng yang ditayangkan pada tahun 1926, tidak ada lagi film nasional yang mengangkat budaya sunda,” kata Eka. Dirinya mengatakan, hal tersebut disebabkan pemahaman penggarap maupun produser terhadap budaya sunda masih lemah. Menurut Eka, solusinya adalah dengan menerjemahkan karya sastra sunda sebanyak mungkin ke bahasa indonesia. “Dengan hal itu, saya berharap lebih banyak orang yang bisa memahami dan memaknai budaya sunda termasuk para pembuat film,” kata Eka. Dia juga mengkritik, film Kabayan yang menghadirkan tokoh sunda, gagal dalam mengangkat budaya sunda. “Kabayan itu memang diceritakan sebagai orang sunda, tapi pola pikirnya tidak mencerminkan budaya sunda,” kata Eka. Bahkan Eka juga mengatakan, Didi Petet sendiri memang mengakui adaptasi film tersebut tidak matang. (CA-05/CA-13/A-88)*** http://www.pikiran-rakyat.com/node/182496
