Alus Kang Oman
Kang, tos teu bireuk deui upami aya pangembangan wilayah boh eta wilayah jadi 
pusat industri atawa wisata anu tangtuna efek dominona pasti bakal aya. Segi 
positifna tangtu bakal ngaronjatkeun tarap karhirupan urang Subang boh dina 
sektor tanaga kerja (lapangan kerja) boh sektor ekonomi (perdagangan). 
Negatifna meureun tina prialaku urang Indonesia (lain urang sunda red) masih 
keneh handap. Contona we dina masalah ngajaga kabersihan lingkungan, sok 
katingali warga Indonesia jorok, miceun runtah sok sangeunahna wae, drainase 
pinuh ku runtah, anu balukarna usum hujan banjir dimana-mana. Sanajan dari 
kaelmuan geologi wilayah Majalengka cocok pikeun pengembangan/pertumbuhan 
sentra ekonomi, tapi mun teu di dukung ku prilaku masyarakat anu hade, tinangtu 
Majalengka henteu jauh jeung Jakarta, rujit, bau spiteng, banjir, jeung 
sajabana. Naha warga Majalengka siap ngahareupan kamajuan megapolitan?
 
Sakitu we kang..... 
 

________________________________
 Dari: oman abdurahman <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Cc: urang sunda <[email protected]> 
Dikirim: Selasa, 24 April 2012 6:40
Judul: [kisunda] Majalengka oh Majalengka-->Fwd: [iagi-net-l] Press release 
IAGI hari bumi [1 Attachment]
  

 
   
 
 
[Attachment(s) from oman abdurahman included below]  
Baraya,


Dina raraga mieling Hari Bumi, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) ngayakeun 
press release. Anu matak narik pikeun diskusi atawa padungdengan leuwih jauh 
nyaeta jejer eta press release teh ngeunaan usulan supaya Majalengka jadi pusat 
pertumbuhan anyar pikeun ngaganti Jakarta. Cikan kumaha tah pamadegan atawa 
kamandang (pendapat) baraya sadaya ngeunaan usulan pakumpulan para ahli geologi 
ieu? Naon untung rugina lamun Majalengka jadi puseur kamekaran wilayah ? Naon 
wae anu kudu disiapkeun sangkan ieu usulan lamun ngawujud teu jadi ancaman 
pikeun masyarakat Sunda jeung budayana?

Nyanggakeun press release anu dimaksud di handap ieu, hampura henteu 
ditarjamahkeun.

manar

---------- Forwarded message ----------
From: iagi <[email protected]>
Date: Mon, Apr 23, 2012 at 5:42 PM
Subject: [iagi-net-l] Press release IAGI hari bumi
To: [email protected]



  
IAGI Usulkan Majalengka Jadi Sentra Pertumbuhan 
  
Jakarta, 23 April 2012. 
  
Jakarta
- Kepadatan penduduk di wilayah Jabotabek sudah terlampau tinggi,  
Sehingga
kebutuhan terhadap air bersih makin sulit dipenuhi. Untuk itu perlu dicari
daerah yang bisa menjadi sentra pemukiman dan pertumbuhan baru. Salah satu
daerah yang secara tatageolgi memungkinkan adalah Mejalengka.‘’ 
  
Majalengka
kami usulkan jadi sentra pertumbuhan karena dilihat dari geologi tata
lingkungan merupakan wilayah yang cocok untuk menjadi pusat pertumbuhan,’’ kata
Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia Rovicky Dwi Putrohari di Jakarta,
Senin 22 April 2012.  
  
Dari
sisi kajian geologis, daya dukung wilayah Majalengka positif. Ketersediaan air
bersih misalnya, tidak perlu dikhawatirkan. Resiko banjir minimal. Intrusi air
laut sebagaimana Jakarta dan kota di pesisir utara, Tidakakan. Majalengka juga
relatif steril dari kemungkinan amblesan tanah.‘’Semua aspek sensitif perkotaan
yang terkait dengan aspek kebumian, relative aman di Majelengka,’’ ujar
Rovicky.  
  
Dari
sisi ekonomi, Majalengka masih cukup dekat dengan Jakarta, sehingga lalulintas
ekonomi dengan pusat ekonomi di Jakarta masih dalam jangkauan yang layak. Jarak
Majalengka -Jakarta yang 250 km bisa dihubungkan dengan jalur kereta api dan
juga jalur tol,  sehingga hanya butuh waktu 2,5 jam perjalanan. Fasilitas
bandara dapat dibangun di dekat kota mandiri tersebut, untuk mengurangi beban 
Bandara
Soekarno-Hatta, Infrastruktur di bagian selatan Jawa Barat akan memicu potensi
geowisata dengan keindahan pantai laut selatan, The Great Southern Ocean
Road. 
  
Selain
daerah seputar Majalengka,  IAGI melihat beban pemukiman pada sedimen
kuarter (sedimenmuda/lunak) di bagianutara Pulau Jawa sudah dalam kondisi
rentan, oleh sebab itu IAGI mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar mulai
membuka pengembangan daerah di bagian selatan pulau Jawa, utamanya Jawa Barat
bagian selatan dan JawaTimur bagian selatan.  
  
‘’Pemerintah
seyogyanya meningkatkan infrastruktur yang lebih baik, sehingga pertumbuhan di
bagian selatan pulau Jawa dapat terpacu. Infrstruktur yang baik juga akan
memudahkan sistem evakuasi jika terjadi bencana,’’ kata Rovicky. 
  
Menurut
Rovicky, planet bumi akan mengalami tekanan ledakan penduduk yang luar biasa
pada wilayah wilayah pertumbuhan. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah
mengingatkan bahwa nanti tahun 2050 penduduk Indonesia meningkat 38 persen dari
total populasi sekarang. Penduduk penduduk perkotaan di Indonesia ini akan
bertambah 92 juta jiwa pada 2050. Pada saat yang sama, kebutuhan air bersih
terus meningkat karena ledakan penduduk.  
  
Indonesia
mempunyai pusat pertumbuhan sebagian besar adalah daerah kota pantai dan
pesisir yang sebagian bertumpu pada sedimen sedimen kuarter. Lihat Banda Aceh,
Medan, Palembang, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Jakarta, Cirebon, Tegal,
Semarang, Surabaya, Makasar, Manado, Ambon, Jayapura, Kupang, Samarinda,
Kendari. 
  
‘’Dilihat
dari kacamata geologi khususnya geohidrologi, kota-kota tersebut rawan akan
ketersediaan air bersih buat masyartakat. 
  
’’Pengembangan
sentra pertumbuhan ekonomi baru sudah semestinya memperhatikan aspek-aspek
kegeologikan termasuk didalamnya pemanfaatan sumberdaya alam, mitigasi, dan 
konservasi
pemeliharaan daya dukung lahannya.  
Terkait
dengan masalah ini, IAGI bekerjasama dengan Pusatstudi kebumian, Bencana dan
perubahan Iklim LPPM ITS Surabaya dan Dinas Energi Sumberdaya Mineral
ProvinsiJawaTimur (ESDM) telahmengadakan acara Workshop dengan tema “Selamatkan
Air Sekarang”, padahari ini ( Senin 23 April 2012) di ITS`Surabaya.  
Seminar
ini diisi oleh Prof Dr Lambok M Hutasoit ( ahli geohidrologi ITB ). 
  
Press
release ini dibuat sehubungan dengan peringatan Hari Bumi 22 April 2012  
  
Ikatan Ahli Geologi
Indonesia 
Presiden / Ketua Umum 
TTD 
Rovicky Dwi Putrohari 
Mobile
phone : 08159120363 
"Sejarah itu tidak pernah usang untuk terus dipelajari"    
--------------------------------------------------------------------------------
PP-IAGI 2011-2014:
Ketua Umum: Rovicky Dwi Putrohari, rovicky[at]gmail.com
Sekjen: Senoaji, ajiseno[at]ymail.com
--------------------------------------------------------------------------------
Jangan lupa PIT IAGI 2012 di Jogjakarta tanggal 17-20 September 2012.
Kirim abstrak ke email: pit.iagi.2012[at]gmail.com. Batas akhir pengiriman 
abstrak 28 Februari 2012.
--------------------------------------------------------------------------------
To unsubscribe, send email to: iagi-net-unsubscribe[at]iagi.or.id
To subscribe, send email to: iagi-net-subscribe[at]iagi.or.id
For topics not directly related to Geology, users are advised to post the email 
to: [email protected]
Visit IAGI Website: http://iagi.or.id
Pembayaran iuran anggota ditujukan ke:
Bank Mandiri Cab. Wisma Alia Jakarta
No. Rek: 123 0085005314
Atas nama: Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)
Bank BCA KCP. Manara Mulia
No. Rekening: 255-1088580
A/n: Shinta Damayanti
IAGI-net Archive 1: http://www.mail-archive.com/iagi-net%40iagi.or.id/
IAGI-net Archive 2: http://groups.yahoo.com/group/iagi
---------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER: IAGI disclaims all warranties with regard to information posted on 
its mailing lists, whether posted by IAGI or others. In no event shall IAGI or 
its members be liable for any, including but not limited to direct or indirect 
damages, or damages of any kind whatsoever, resulting from loss of use, data or 
profits, arising out of or in connection with the use of any information posted 
on IAGI mailing list.
---------------------------------------------------------------------

   
      

Kirim email ke