naon atuh ayeuna nu teu import? ampir sakabeh ge import hehe :D
jadi inget pangalaman basa ka hanoi, ngobrol jeung urang indo nu geus puluhan 
taun cicing di vietnam. manehna bergerak di bidang nu aya hubunganna jeung 
pertanian oge. manehna carita, baheula di akhir 70- awal 80-an, loba ingsinyur2 
vietnam nu dikirim ka indonesia sina diajar kumaha carana melak pare nu alus...

kabukti, 20-30 thn ka hareup ti harita, vietnam geus bisa "ngabombardir" 
indonesia ku beas produksi manehna, nu mungkin elmuna mah loba dicokot ti 
indonesia...



________________________________
 From: Budi Setiadi <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Tuesday, 11 December 2012, 10:48
Subject: Re: [kisunda] Aduh Alah Ieung: Sampeu, Sampeu Ge Impor?
 

 



jigana elit politik memang kurang rasa nasionalismena. ngan ngukur kana awakna 
sorangan, asal senang asal genah.
hal ieu dimangpaatkeun ku "kaum oportunis" jadi we sampeu ge impor. rahayat 
jeung bangsa endonesa we kari balangsakna


nb. punten ah, isuk-isuk geus karesel pedah maca artikelna. hehehe

salam,
budi




________________________________
 From: Ki Hasan <[email protected]>
To: Ki Sunda <[email protected]> 
Cc: Baraya Sunda <[email protected]>; Urang Sunda 
<[email protected]> 
Sent: Tuesday, 11 December 2012 10:41 AM
Subject: [kisunda] Aduh Alah Ieung: Sampeu, Sampeu Ge Impor?
 

  
Taneuh lega, tinggal nancebkeun ge jadi. Tapi sampeu ge nepi ka impor sagala.
===
Duh.. Indonesia Masih Impor Singkong, Kapan Bangsa Bisa Mandiri?
Zulfi Suhendra - detikfinance 
Minggu, 09/12/2012 13:02 WIBIndramayu - Indonesia tercatat mengimpor 
singkong senilai Rp 32 miliar dari 3 negara yakni China, Thailand, dan 
Vietnam. Banyak kalangan yang menyayangkan hal ini.

Ketua Bidang 
Perdagangan DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, Ismed Hasan Putro 
mengatakan masihnya Indonesia doyan impor disebabkan karena masih 
lemahnya rasa nasionalisme bangsa dan merasa lebih bergengsi untuk 
mengkonsumsi barang luar.

"Harus saya katakan komitmen seluruh 
kopmponen bangsa ini, untuk memaksimalkan dan menggunakan produk lokal 
itu masih lemah. Itu lebih bergengsi," ungkap Ismed ketika ditemui di 
Jatibarang, Minggu (9/12/12).

Dia menambahkan, bukan karena 
komoditas ini kurang di dalam negeri. Ini semata-mata karena kurangnya 
kesadaran dari konsumen dan importir.

Dikatakan Ismed, pemerintah
 seharusnya lebih bisa menentukan komoditas mana saja yang boleh 
di-impor, jika kondisinya seperti ini akan berimbas buruk terhadap para 
petani.

"Pemerintah seharusnya lebih selektif dalam menentukan 
komuditi yang harus di impor. Lazimnya, tidak semua yang diminta oleh 
pedagang atau importir harus dipenuhi, donk. Kasihan nasib petani kita,"
 tegasnya.

"Dan, menyedihkan sekali masa depan negeri ini jika 
setiap komuditas harus dipenuhi dari impor. Kapan kita akan mandiri 
sebagai bangsa?," imbuhnya.

Seperti diketahui berdasarkan data 
Badan Pusat Statistik (BPS), total impor singkong pada tahun ini hingga 
Oktober 2012 sebesar 13.300 ribu ton dengan nilai US$ 3,4 juta atau Rp 
32,3 miliar.

Selain impor dari Thailand tersebut, pada bulan 
April dan Mei 2012, sebanyak 5.057 ton singkong berasal China dengan 
nilai US$ 1,3 juta masuk ke tanah air. Impor ini kemudian berhenti pada 
bulan Mei ini.

Sementara itu, pada Mei impor singkong dilakukan 
dari negara Vietnam. Sebanyak 1.342 ton singkong dengan nilai US$ 340 
ribu masuk ke Indonesia. Dari bulan Juli sampai September 2012, tidak 
terdapat impor singkong dari negara manapun.

Tahun lalu, pada 
bulan Januari-Juni 2011, Indonesia tercatat mengimpor ubi kayu dengan 
total 4.730 ton dengan nilai US$ 21,9 ribu.



(zul/dru) 


http://finance.detik.com/read/2012/12/09/130237/2113328/4/duh-indonesia-masih-impor-singkong-kapan-bangsa-bisa-mandiri






Kirim email ke