Jum'at, 14 Desember 2012 | 14:43 WIB
Kurikulum 2013 Hapus Bahasa Daerah, Bali Protes

TEMPO.CO, Denpasar - Rencana Kementerian Pendidikan Nasional untuk
menghapus bahasa daerah dari kurikulum pendidikan nasional menuai protes di
Bali. Ratusan mahasiswa dan dosen melakukan aksi unjuk rasa di Gedung DPRD
Bali, Renon, Denpasar, Jumat, 12 Desember 2012.

Mereka antara lain berasal dari Institut Hindu Darma Negeri (IHDN),
Universitas Dwijendra, dan IKIP PGRI Bali yang menggabungkan diri dalam
Aliansi Peduli Bahasa Bali. Selain itu, bergabung pula Keluarga Mahasiswa
Hindu Dharma Indonesia (KMHDI). "Kami menolak keras karena bahasa merupakan
alat untuk mewariskan kebudayaan Bali," kata Kadek Sumadiarta, dari KMHDI
Bali.

Dosen IHDN Denpasar, Wayan Sugita, menegaskan, kurikulum baru tahun 2013
yang direncanakan melebur bahasa daerah ke dalam paket Ilmu Seni Budaya
sungguh adalah tindakan kontra-produktif. Dengan penggabungan itu,
menurutnya, akan menjadi ancaman terhadap bahasa daerah di seluruh
Nusantara, khususnya suku-suku minoritas akan hilang dari Tanah Air.

"Ada apa di balik ini? Apakah yang mayoritas saja yang akan diakui?" ia
menegaskan. Rencana penghapusan pelajaran Bahasa Bali itu, kata dia, secara
langsung juga mengancam kelangsungan para mahasiswa yang menekuni jurusan
sastra daerah ataupun program studi pengajaran bahasa daerah.

Karenanya, pengunjuk rasa menuntut agar pelajaran Bahasa Bali tetap
digunakan sebagai mata pelajaran wajib di setiap sekolah di Bali.
Pemerintah juga perlu mengkaji pelaksanaan kurikulum 2013 terkait dengan
pengintegrasian muatan lokal bahasa daerah Bali dengan mata pelajaran seni
budaya.

Mereka kemudian ditemui oleh Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta yang
menyatakan dukungannya atas aspirasi tersebut. "Kami juga akan menyuarakan
persoalan ini kepada Pemerintah Daerah dan pihak-pihak lain yang terkait,"
ia menegaskan. Parta setuju bahwa untuk dapat menjaga keragaman budaya,
bahasa daerah justru harus diperkuat pengembangannya melalui jalur
pendidikan.

ROFIQI HASAN
http://www.tempo.co/read/news/2012/12/14/079448218/Kurikulum-2013-Hapus-Bahasa-Daerah-Bali-Protes

Kirim email ke