mun diemutan mah janten aya kesan anu kirang sae ari anu mucunghulna
ti nagari sejen teh....

ari di nagari urang naon tah anu mucunghulna: pasea bae.... maklum
janten "sawah" garapan unggal mazhab :-) rek mazhab atawa organisasi
nanaon oge keun bae nu penting mah bisa teu ngabuktikeun dina
masyarakat janten solusi sanes carekeun batur

Pada tanggal 18/12/12, Abbas Amien <[email protected]> menulis:
> Sabenernya syiah lain ka[ercayaan sejen; nasih Islam; ngan ku sabab loba
> teuing sekte jadi we lieur ngabandunganana. Aya salafi; aya wahabi; NU;
> Mihammadiyah jrrd.Ti dituna mah alus salafi teh; tapi lila2 jai arabisasi.
> Bisa jadi syiah ge mun kawasa mah geusa iranisasi ! Punten kang ahsa,
>
>
>
>
>
> --- On Tue, 18/12/12, Ahsa <[email protected]> wrote:
>
> From: Ahsa <[email protected]>
> Subject: Re: Bls: [kisunda] Perlu Sosialisasikan Fatwa MUI tentang Aliran
> Syiah Tidak Sesat
> To: [email protected]
> Received: Tuesday, 18 December, 2012, 1:47 AM
>
> kedah naros hiji2 ...
>
> Pada tanggal 29/11/12, [email protected] <[email protected]> menulis:
>> Kuring kungsi pa adu hareup jeung ketua MUI pusat,jeung nanyakeung
>> ngeunaan
>> fatwa MUI ,jawab na
>>
>> Fatwa MUI : SYIAH adalah ajaran yang harus di waspadai
>>
>> Hayang apal pendapat pribadi kebanyakan ulama di MUI ?
>>
>>
>>
>> Sent from my BlackBerry®
>> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>>
>> -----Original Message-----
>> From: nurul iman <[email protected]>
>> Sender: [email protected]
>> Date: Thu, 29 Nov 2012 14:47:05
>> To: [email protected]<[email protected]>
>> Reply-To: [email protected]
>> Subject: Bls: [kisunda] Perlu Sosialisasikan Fatwa MUI tentang Aliran
>> Syiah
>> Tidak Sesat
>>
>> mantep kang infona^^
>>
>>
>> ________________________________
>>  Dari: ahmad sahidin <[email protected]>
>> Kepada: apisejarah milis <[email protected]>;
>> Lovers-of-Ahlul-Bayt
>> <[email protected]>; Ki Sunda
>> <[email protected]>;
>> Baraya Sunda <[email protected]>
>> Dikirim: Kamis, 29 November 2012 11:26
>> Judul: [kisunda] Perlu Sosialisasikan Fatwa MUI tentang Aliran Syiah
>> Tidak
>> Sesat
>>
>> JAKARTA, (PRLM).- Ketua DPR RI Marzuki Alie menyampaikan keprihatinan
>> atas terjadinya kekerasan berdarah terhadap pemeluk ajaran Syiah di
>> Sampang, Madura, Jawa Timur. Pada kesempatan itu, dia menilai aksi itu
>> beranjak dari ketidakpahaman masyarakat terhadap fatwa Majelis Ulama
>> Indonesia (MUI) yang menyatakan aliran Syiah bukanlah aliran yang
>> sesat.
>>
>> “Ada baiknya dilakukan sosialisasi oleh Kementrian Agama bersama MUI.
>> Kita tahu Majelis Ulama Indonesia sudah mengeluarkan fatwa bahwa syiah
>> itu tidak sesat, artinya seharusnya tidak terjadi sesuatu seperti yang
>> kita dengar belakangan ini,” kata Marzuki dalam konferensi pers di
>> Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (27/9/12).
>>
>> Baginya kasus kekerasan berdarah di Sampang yang mengakibatkan 2
>> korban jiwa dan puluhan rumah dibakar jauh dari nilai-nilai
>> Rahmatanlilalamin yang bermakna Islam memberikan rahmat kepada dunia
>> beserta isinya. Nabi Muhammad SAW lanjutnya telah memberikan contoh
>> bagaimana hidup berdampingan dengan damai bersama kepercayaan lain.
>>
>> Ketika ditanya wartawan tentang kepentingan politik dibalik kekerasan
>> tersebut, politisi Partai Demokrat ini menyebut kemungkinan itu perlu
>> didalami. Ia berharap para pemimpin umat atau ulama di daerah dapat
>> berperan meredam hal ini.
>>
>> “Ulama itu-kan mengayomi umat agar jangan terjebak pada aksi kekerasan
>> yang jelas bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam. Para pemimpin
>> agama berada di wilayah independen, walaupun sering menerima sowan
>> dari para politisi namun hendaknya jangan sampai terseret kepentingan
>> politik,” lanjutnya.
>>
>> Pada bagian lain Ketua DPR meminta aparat kepolisian dapat
>> mengoptimalkan kerja sama dengan masyarakat agar informasi kemungkinan
>> munculnya kekerasan dapat dideteksi dini. “Kepolisian itu tentu ada
>> keterbatasan, makanya kerja sama dengan masyarakat itu sangat penting,
>> mendapatkan informasi apabila diperkirakan ada kemungkinan kerusuhan,”
>> paparnya.
>>
>> Ia mengingatkan saat ini rasio jumlah polisi dan penduduk di Indonesia
>> masih sekitar 1 : 900 jauh dari standar ideal yang dianjurkan PBB
>> yaitu1 : 400. Kebijakan pemerintah yang akan menambah jumlah personil
>> kepolisian sampai 20.000 orang pada anggaran tahun depan menurutnya
>> patut didukung. (A-109/A-108)***
>>
>> http://www.pikiran-rakyat.com/node/201122
>>
>> --
>> http://www.kompasiana.com/ahsa
>>
>>
>> ------------------------------------
>>
>> Yahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>     http://docs.yahoo.com/info/terms/
>>
>
>
> --
> http://www.kompasiana.com/ahsa
>
>
> ------------------------------------
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


-- 
http://www.kompasiana.com/ahsa


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke