Keren nya? Iraaannn gitu loh
Ke tungguan sakeudeung deui loba warga iran nu ngabelaan hehe

-----Original Message-----
From: "Simkuring" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 27 Dec 2012 06:05:29 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [kisunda] Iran Dominasi Pasokan Narkotika di Indonesia

Hadeuh, meni asa lucu macana nya?

 

 

Penulis : Fabian Januarius Kuwado | Kamis, 27 Desember 2012 | 09:14 WIB

 

http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/27/09144697/Iran.Dominasi.Pasokan
.Narkotika.di.Indonesia?utm_source=WP
<http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/27/09144697/Iran.Dominasi.Pasoka
n.Narkotika.di.Indonesia?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp>
&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

 

1
<http://megapolitan.kompas.com/read/2012/12/27/09144697/Iran.Dominasi.Pasoka
n.Narkotika.di.Indonesia?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp> 

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelundupan narkotika dari luar negeri ke Indonesia
memiliki pola yang selalu berubah dari waktu ke waktu. Laporan akhir tahun
Badan Narkotika Nasional (BNN) pun menunjukan fakta menarik. 

Sepanjang tahun 2012, sebagian besar narkotika yang dipasok ke Indonesia
berasal dari negara Iran, sementara kurirnya berasal dari Nigeria. 

"Kita masih ingat pada awal tahun ada 60 orang beturut-turut ditangkap di
bandara dan itu semua berasal dari Iran," ujar Kepala BNN Irjen Anang
Iskandar di sela-sela pembacaan laporan akhir tahun di gedung BNN, Jalan MT
Haryono, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (26/12/2012). 

Sindikat narkotika asal Iran itu, lanjut Anang, kebanyakan menggunakan jalur
India-Malaysia-Timor Timur dan berakhir di Indonesia. Jalur yang digunakan
para sindikat itu adalah jalur laut. 

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Benny Mamoto memaparkan, hal tersebut adalah
pola baru. Tahun 2009, pasokan narkotika ke Indonesia berasal dari China dan
Belanda. Sementara sindikat Iran memasok narkotika dari dalam negeri.
Pasalnya, mereka memiliki laboratorium produksi narkotika sendiri di
Indonesia. 

Setelah tiga sindikat narkotika besar tersebut berhasil ditekan BNN, pasokan
narkotika dari China dan Belanda menurun drastis, namun tidak bagi Iran.
Meski pabrik narkotika di Indonesia ditutup, sindikat tersebut kembali
membangun pabrik narkotika di negerinya sendiri dan tetap menjadikan
Indonesia menjadi pasar potensial. 

"Yang kendalikan orang Iran, tetapi tren yang berkembang, mereka bekerjasama
dengan orang Nigeria. Iran kasih barang, Nigeria yang jadi kurir atau dia
yang merekrut kurir," ujar Benny. 

Meski demikian, Benny memprediksi modus itu tak akan berlangsung lama.
Pasalnya, modus itu memiliki biaya serta risiko tertangkap yang lebih besar
ketimbang mendirikan pabrik narkotika di Indonesia. 

Oleh sebab itu, Benny menegaskan seluruh masyarakat Indonesia waspada atas
aktifitas orang asing di lingkungan sekitarnya. 

"Harusnya Dinas Kependudukan juga peduli. Sampai RT dan RW-nya. Misalnya dia
terdata betul, dia pekerjaannya apa, cek pasport dan visanya," imbuh Benny.

 


Kirim email ke