Itu dia Bang... Mamang ge bingung ini ceritanya anak-2 pada libur seminggu 
soalnya kelas 6 UN n' alhamdulillah senangnya langsung deh anak-2 Mamang ajak 
mudik sambil ngeliat sawaaah yg lagi mitembeyan panen n' tandur/ nanem padi, 
kirain ngak ada PR eeeeeeh tahunya PR seabrek-abreeeek wkkk. Kapaaaan liburnya 
berarti xixixi. Si Ambu langsung nyorocos sepanjang jalan haruuuuh PR deuiiiii 
PR deui hahaha. 

Jadi jangan salahkan anak kalo kadang anak males sekolah karena streeeesss 
wkkk. Loba teuing PR n' Tugaaas pusiiiing hehehe. Gimana ya caranya sekolah itu 
bisa FUN LEARNING :D. 

Harusnya mah libur mah ya libuuuuur aja gitu biar anak-2 enjoy bebaaas baaaas 
mengekspresikan hidupnya. Maksudnya waktu sekolah ya sirius sekolah kalo libur 
ya libuuur jangan dibebani PR dlsb. 

Sepertinya memang harus dipikirkan kembali nih tentang konsep pendidikan 
berdasarkan cetak mencetak buku hadeuuuuh tiap tahun harus beli buku ngak bisa 
diwariskan ke adiknya lagi. Beda sama baheula jaman Mamang buku teh bisa 
diwariskan ke sodara karena ya bukunya sama hehehe. Negara kok mau ya diatur 
penerbit n' percetakan hehehe. Sekarang kan konon era Paperless ya xixixi. Tiap 
kertas buku yg dicetak itu nebang pohon berapa tuh? Wkkk.

Soal ujian sengaja dibikin sulit sesulit-2nya sampe anak-2 terpaksa harus LES 
ato Bimbel hehehe. Kadang jadi ngak make sense ya udah sekolah kok masih Bimbel 
~ Bimbingan belajar terus di sekolah ngapain atuh? Bukannya sekolah itu 
tempatnya belajar hehehe. Yg parah soal ujian dibahas sebelumnya di Les hahaha 
jadi yg ikut Les nilai ujiannya ajiiiib ajiiiib yg ngak ikut Les babaaak 
beluuuur wkkk.

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: Hirmen Hirmen <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 15 Apr 2013 00:32:19 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [alumni-ipb] Mendikbud Minta Maaf Atas Penundaan UN

disitulah pointnya om...sekolah bukan lagi wahana pembebasan..tapi telah 
menjadi mesin kapitalis dari penerbit buku, percetakan, usaha bimbel dan 
wisata...
 
Hi
 

________________________________
 From: deNarko <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Monday, April 15, 2013 1:57 PM
Subject: Re: [alumni-ipb] Mendikbud Minta Maaf Atas Penundaan UN
  
 
   
 
Kasihan anak sekolah jaman sekarang, sekolah banyak les, gak sempet main, eh 
mau ujian aja susah. jaman saya sekolah, tiap hari masih sempet nongkrong di 
pasar, baca komik tin tin di rumah temen yang langganan, pulang masih sempet 
angon kambing ! 
2013/4/15 Hirmen Hirmen <[email protected]>
 
>kesalahannya sudah ditimpakan kepada kontraktornya bang...nah yang perlu 
>dicari tau ini kontraktor rekomendasi sapa...
>tentang ujian serempak, sudah tdk patut jika dikatakan bahwa ujian ini 
>nasional yang terstandarisasi...opo tumon.
>
>
>Hi
>
>
>
>________________________________
> From: "[email protected]" <[email protected]> To: 
> [email protected]  Sent: Monday, April 15, 2013 1:40 PM 
> Subject: Re: [alumni-ipb] Mendikbud Minta Maaf Atas Penundaan UN  
>  
>Yg saya heran, kalo Papua wokelah medannya runyam, tp kalo Bali, Gorontalo 
>masak sih smh telat. Maluku yg begitu tersebar pulaunya aja gak telat dan UN 
>sesuai jadwalEdo
>Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
>Teruuusss...! 
>
>________________________________
>
>From:  deNarko <[email protected]> 
>Sender:  [email protected] 
>Date: Mon, 15 Apr 2013 11:28:04 +0700
>To: <[email protected]>
>ReplyTo:  [email protected] 
>Subject: Re: [alumni-ipb] Mendikbud Minta Maaf Atas Penundaan UN
>
>   
>Lah, emang kerjanya dari kapan ? baru sebulan dikerjain ? ya pantes aja kalo 
>telat belon selese !
>2013/4/15 Hirmen Hirmen <[email protected]> 
> 
>>Dunia pendidikan sudah di titik nadir...permintaan maaf adalah satu hal, 
>>orang2 yang hadir di jumpa pers ini harus mepertanggungjawabkan semuanya dan 
>>siap dengan segala konsekwensinya... 
>>
>>
>>Hi
>>
>>
>>Mendikbud Minta Maaf Atas Penundaan UN
>>
>>
>>
>>JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh meminta 
>>maafatas penundaan ujian nasional tingkat SMA/SMK di 11 provinsi. Ia 
>>mengatakan, penundaan itu disebabkan persoalan teknis di percetakan sehingga 
>>pengiriman naskah soal ujian pun terlambat. 
>>"Kami dari Kemendikbud mohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala persoalan 
>>teknis yang membuat pelaksanaan ujian nasional di 11 provinsi diundur dari 
>>Senin (15/4/2013) menjadi Kamis (18/4/2013)," kata Mendikbud M Nuh dalam 
>>jumpa pers di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Minggu 
>>(14/4/2013).
>>Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengumumkan penundaan 
>>jadwal ujian nasional (UN) 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia pada jenjang 
>>SMA/MA/SMALB/SMK dan Paket C di 11 provinsi. Provinsi yang mengalami 
>>pergeseran jadwal UN tersebut adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, 
>>Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, 
>>Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. 
>>"Jumlah siswa di 11 provinsi tersebut sebanyak 1,1 juta di 3.601 SMA/MA dan 
>>1.508 SMK. Untuk 22 provinsi yang lain sudah siap, termasuk DKI tetap 
>>dilaksanakan sesuai jadwal, yaitu mulai Senin (15/4/2013) besok," kata Nuh 
>>sebagaimana dikutip di situs http://www.setkab.go.id/. 
>>Mendikbud menyatakan telah mengumumkan pengunduran jadwal UN ini kepada dinas 
>>pendidikan di provinsi terkait untuk disampaikan ke sekolah dan peserta 
>>didik. Dia juga telah berkomunikasi dengan sejumlah gubernur, yaitu gubernur 
>>Bali, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan. "Tentu saya jamin untuk 
>>disampaikan ke publik. Gubernur siap melaksanakan pergeseran dari jadwal 
>>semula,” katanya. 
>>Masalah di percetakan
>>Dalam jumpa pers itu, Nuh mengemukakan, untuk mencetak materi UN kali ini, 
>>Kemdikbud menunjuk 6 percetakan. Dari keenam percetakan itu, lima di 
>>antaranya sudah siap, sedangkan satu percetakan, yaitu PT Ghalia Printing 
>>Indonesia yang tugasnya menyebarkan soal ke Indonesia tengah sedang berusaha 
>>sekuat tenaga. 
>>Kemdikbud sudah bekerja hingga dini hari untuk membantu percetakan tersebut. 
>>Namun, upaya tersebut masih belum berhasil sehingga diputuskan pelaksanaan UN 
>>di 11 provinsi baru bisa dilaksanakan pada 18 April mendatang. 
>>Direktur Ghalia Indonesia Printing Hamzah Lukman sebagaimana dikutip 
>>http://www.kemdiknas.go.id/mengatakan, penyebab keterlambatan pencetakan 
>>karena materi yang dicetak kompleks dan area percetakan terlalu penuh untuk 
>>menghimpun bahan materi tadi. 
>>Kemdikbud bekerja sama dengan TNI AU akan melakukan pengiriman naskah UN yang 
>>terlambat tersebut. "Ada 4 (pesawat) Hercules, 1 Foker, 1 Boeing 737 yang 
>>sudah disiapkan. TNI AU siap mendukung pengiriman ini. Setelah selesai 
>>pengepakan, kita bawa ke Lanud Halim sesuai jalur dan selesai dikirimkan," 
>>ujarnya. 
>>Nuh menjelaskan, jadwal pelajaran yang diujikan di 11 provinsi tersebut tidak 
>>banyak berubah. Mata pelajaran yang diujikan pada Kamis (18/4/2013) tetap 
>>dilaksanakan Kamis, tetapi mata pelajaran yang diujikan pada Rabu (17/4/2013) 
>>digeser ke Jumat (19/4/2013). Adapun jadwal yang sedianya diujikan pada Senin 
>>besok dan Selasa lusa berubah menjadi Senin dan Selasa pekan depan (22-23 
>>April). Khusus untuk jadwal UN SMK tetap berjalan seperti biasa.
>>Adapun untuk jadwal UN di 22 provinsi lain, kata Nuh, akan tetap dilaksanakan 
>>sesuai jadwal semua, yaitu mulai Senin besok. "Untungnya, dalam setiap zona, 
>>Indonesia barat, tengah, timur, itu soalnya berbeda. Karena soalnya berbeda, 
>>maka untuk 22 provinsi yang lain tetap dilaksanakan sesuai jadwal mulai Senin 
>>esok," kata Nuh.   
>>Saat menyampaikan konperensi pers itu, Mendikbud Muhammad Nuh didampingi oleh 
>>Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim, 
>>Inspektur Jenderal Kemdikbud Haryono Umar, Direktur Jenderal Pendidikan 
>>Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan 
>>(BSNP) M Aman Wirakartakusumah, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan 
>>Kemdikbud Khairil Anwar, dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia 
>>Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Syawal Gultom.
>>
>>
>>SENIN, 15 APRIL 2013 | 05:08 WIB
>>5.109 Sekolah Batal Ujian Nasional Hari Ini
>>TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksanaan ujian nasional untuk Sekolah Menengah 
>>Atas/Madrasah Aliyah dan Sekolah Menengah Kejuruan di 11 provinsi diundur 
>>menjadi Kamis, 18 April 2013. “Penyebabnya, satu dari enam perusahaan 
>>pencetak soal ujian nasional, yakni PT Ghalia Indonesia Printing, belum 
>>selesai pekerjaannya,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di 
>>kantornya, kemarin. Seharusnya ujian nasional diselenggarakan serentak hari 
>>ini. Sebelas provinsi yang terkena penundaan itu adalah Kalimantan Selatan, 
>>Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, 
>>Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa 
>>Tenggara Timur. Di daerah ini terdapat 3.601 SMA/MA dan 1.508 SMK. Akibat 
>>pergeseran ini, jadwal mata pelajaran yang diujikan juga berubah. Begitu pula 
>>dengan ujian susulan yang tadinya digelar 22 April, diundur menjadi 29 April 
>>2013. “Kami meminta maaf atas kesalahan teknis ini,” ujar
 Nuh. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, lanjut Nuh, memerintahkan agar 
dilakukan investigasi atas keterlambatan ini.  Direktur PT Ghalia Indonesia 
Printing, Hamzah Lukman mengaku salah perhitungan. “Kalau mencetak saja sudah 
selesai,” katanya. Ternyata, lanjut dia, perusahaan juga harus memasukkan soal 
itu ke dalam kotak yang akan didistribusikan ke rayon di setiap provinsi.  
Karena setiap provinsi punya jenis soal dan jumlah peserta yang berbeda, 
perusahaan kesulitan memilah soal dan menghitung jumlahnya. Selain itu, lanjut 
Hamzah, perusahaan pernah meminta kelonggaran waktu pengerjaan selama 60 hari, 
namun kementerian hanya memberi 25 hari. Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry 
Sarundajang mengimbau agar siswa memanfaatkan penundaan ujian nasional untuk 
memantapkan penguasaan pelajaran. “Jangan sampai mengganggu semangat belajar,” 
katanya. Yanti, 16 tahun, siswa SMAN 9 Kendari, Sulawesi Tenggara menilai 
penyelenggara ujian nasional tidak
 serius. “Mereka pasti tahu kalau ujian nasional itu dilaksanakan setiap 
April,” ujarnya. Jeje (17), siswa SMAN 6 Puwatu, Kendari khawatir penundaan 
ujian nasional ini membuat pengumuman kelulusan molor dan berimbas pada seleksi 
masuk perguruan tinggi. SUNDARI | FIRMAN HIDAYAT | ISA ANSHAR JUSUF |  
ROSNIAWANTY FIKRY 
>>
>>                  
         

Kirim email ke