Waaaaaaaah segeeernya baca tulisan Pak Upu di bawah Kang Sur.. Nuhuuuuns
udah di forward lagi .. Mamang forward ke yang lain juga ya ;).. Jadi kangen
ngobrol-2 n' ngopi-2 bareng Pak Upu sampe-2 ngak terasa sampe larut malam
hahahaha. Yuuuu aaaah kapan kita kongkow di Balong sambil ngopi cap teko +
ngemil kacang bogor :).

 

Nah Mamang juga sempet masantren di Imogiri ketemu dengan Ustad Iskandar
juga gara-2 Pak Upu hehehehe.. Ketika itu jalan bareng ke Jogja & Solo
menghadiri temen yang di Wisuda Doktor disana. Ustad Iskandar ini temen Pak
Upu n' beliau bikin pesantren dengan konsep Sustainable Development :). Luar
biasa tooop banget. ngak terasa ngobrol yang tadinya hanya ingin mampir
sebentar untuk say hi saja jadinya ngobrol lebih dari 5 jam sharing
knowledge hehehe. 

 

Setuju banget bahwa dasar pendirian Indonesia adalah Idea of a Nation yang
berkeadilan bersama, kemakmuran bersama, kehormatan bersama, dan keuntungan
bersama sesuai yang tercantum dalam UUD 45 dan Pancasila. Bukan berdasarkan
cerita Nusantara yang bekas Jajahannya Gajah Mada ataupun kesamaan Agama
Islam yang mayoritas. Indonesia lebih dari itu.. Kalo beberapa orang mulai
membuat komitmen-2 lainnya yang tidak sejalan dengan ide dasar pembentukan
Indonesia ya pertanyaaan besar. Apa mau seperti Rusia terpecah-2 lagi? Aceh
Merdeka, Papua Merdeka, Bali Merdeka, Sunda juga merdekaaaa aaah. pan ngak
ada dalam sejarah Sunda dijajah Gajahmada mah hehehehe. 

 

Indonesia.. Unity in Diversity

1.       Ketuhanan Yang Maha Esa.

2.       Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab.

3.       Persatuan Indonesia.

4.       Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan / Perwakilan. 

5.       Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

 

Bwahahaha Mamang masih apal euy Pancasila hehehe.. Dalem sebenernya maknanya
yang dibuat oleh para pendiri bangsa ini... Huuuuuuuuurrrrmaaaaat
graaaaaak!!

 

nuhuuuns,

mang asep kabayan

www.dkabayan.com

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of suryana
Sent: Tuesday, May 14, 2013 5:47 AM
To: [email protected]
Subject: [kota-bogor] Indonesia

Menarik disimak, dibawah ini adalah tulisan Oom UPU ditahun 2004 lalu.
++++++

Nama Indonesia adalah nama yang diberikan kepada gugus kepulauan yang
sekarang dikenal sebagai Indonesia oleh beberapa petualang Inggris maupun
Jerman (Bastian)pada abad ke 16,berasal dari kata Endo-Nesos.
Cerita dari Herr.Bastian ini yang menimbulkan keinginan banyak petualang dan
pedagang Eropa ingin berpetulng ke "sorga diseberang lautan"

Portugis dan Spanyol sudah hilir mudik berdagang digugus kepukauan ini,
tetapi tidak memberikan nama yang "patented"
Arah pelayarannya sedikit di rahasiakan karena takut disaingi.,ada beberapa
orang Belanda yang bekerja dikapal Portugis dan pernah datang ke Banten dan
Maluku,mereka menjadi sumber informasi pedagang Belanda akan adanya pulau
rempah rempah yang kaya.

Beberapa pulau antara lain "Flores" menjadi nama yang patent, yang berarti
bunga,atau daerah seperti " Natal" (kelahiran), pelaut Portugis singgah
disana tepat pada hari Natal. dan beberapa lagi nama berasal dari bahasa
Spanyol .

Tidak ada satu kerajaanpun sebelum itu mengenal atau mempunyai teritorial
seperti yang sekarang disebut Negara Republik Indonesia.Semua kerajaan ,
kesultanan atau apapun namanya, merupakan daerah otonoom dan atau bisa saja
merupakan jajahan atau daerah yang "terkalahkan" oleh kerajaan lainnya.

Agamanya?
Hindu atau animist,Islam di pesisir P.Jawa dan beberapa daerah lainnya
dalam jumlah yang kecil,hasil garapan pedagang Arab.

Sriwijaya, Majapahit,Pajajaran dan setelah itu Mataram dll merupakan
daerah kekuasaan sendiri sendiri, demikian juga daerah daerah lainnya
Keberadaan kerajaan ini jauh sebelum petualang Eropa datang , yang ada hanya
hubungan dengan bangsa bangsa di kawasan Asia.

Perubahan identitas kekuasaan berdasarkan agama disuatu daerah, kerap
terbukti menghancurkan identitas masyarakat yang ada didaerah tsb
Perubahan secara evolusioner dan damai, maupun secara kekerasan.

Kecuali jika ada kompromi yang membuat "warna" agama tsb berbudaya
daerahnya.
Tanpa mengurangi substansi agama itu sendiri,demikian pula bagi penyebaran
agama Islam misalnya.

Apa ada kerajaan atau kesultanan yang akhirnya menjadi kerajaan Islam
dengan nama yang baru karena dinasti yang baru?
Bisa saja,...sesuai perkembangan zaman disaat itu ,dan siapa pemenangnya
dalam perebutan kekuasaan dalam kerajaan tsb

Pemerintah kolonial Belanda berusaha menggunakan "Insulinde" sebagai
pengganti nama jajahannya yang bernama "Nederlands Indie" (India-nya
Belanda)membedakan dengan Indianya Inggris.
Terkadang Nederlands Indie hanya disebut "Indie"

Awalnya , hanya Batavia yang dikenal sebagai kota pelabuhan milik VOC
dikawasan ini."De koningin van het Oosten" kota yang disebut Ratu di Timur.
(1619)

VOC dan nantinya Kerajaan Belanda mempunyai daerah jajahan lainnya lagi,a.l
Formosa (milik PT,VOC), New Amsterdam (New York sekarang) Aruba ,,Bon Air
Curacao (ABC Eilanden).

Harus diingat, yang menjajah gugus kepulauan Endo-Nesos , awalnya adalah
sebuah Perseroan Terbatas bernama VOC.Bukan Kerajaan Belanda!
Kerajaan Belanda "turun tangan" setelah "BUMN" VOC(Verenigde Oost Companie)
ini bangkrut pada abad 18.

Nyatanya nama Insulinde tidak begitu populer, sebagian masyarakat asli
menamakan daerah ini sebagai Nusantara, inipun tidak berhasil
disosialisasikan .

Negara kesatuan Republik Indonesia secara "de jure " baru ada sejak 17
Agustus 1945, merupakan komitment pada saat itu dan akhirnya secara "de jure
pula diakui keberadaannya oleh negara negara lain dan Dewan bangsa bangsa
(sekarang PBB).

Ketika itulah baru "Indonesia" menjadi nama yang dipatentkan untuk gugus
kepulauan yang sekarang bernama NKRI,dari Sabang sampai Marauke

Salah jika ada yang berbicara "Luka lama jangan dibuka".......dimana
lukanya?
Ini sejarah,...tidak ada yang perlu terluka!
Tenang tenang saja,....Indonesia adalah kesepakatan bangsa bangsa yang
berdiam, berbudaya dan beragama sesuai keinginan atau keberadaannya.

Ketika komitment dibuat ( N. K R.I.), pasti ada "keuntungan" dan
Kepentingan" bersama yang dianggap semua pihak ,terwakili secara adil. maka
dibuatlah komitment itu!

Dari banyak data dan sumber informasi yang pernah saya telusuri, posisi Aceh
adalah yang paling spesifik.Aceh tidak pernah menjadi bagian administratif
Kolonial Belanda.Sebelum diserang pertama kali pada tahun 1857.

Banyak daerah lain "mengundang" VOC ikut campur dengan imbalan monopoli
dagang atau pemilikan daerah sebagai imbal jasa membantu fihak yang
bertikai
dalam perebutan kekuasaan ( contoh :Jogya- Solo)
Atau dikalahkan secara militer dalam perebutan daerah perdagangan.

Aceh melakukan perdagangan dengan VOC maupun nantinya dengan pemerintah
kolonial Belanda (setelah bangkrutnya PT.VOC) yang berpusat di Batavia
sebagai negara yang berdaulat, dan diakui kedaulatannya oleh Kolonial
Belanda,Inggris dll.
Ada baiknya jika buku Paul van t'Veer "Atjeh orloog" saya terjemahkan
menjadi tambahan wawasan untuk kita semua.Kapan ya?

Jadi kita sepakat dulu, R.I. adalah suatu produk , komitment bangsa bangsa
yang ada dikawasan Nusantara, Insulinde , Endo Nesos yang dijajah maupun
tidak, oleh Kolonist Kerajaan Belanda, berdasarkan keinginan bersama demi
kemakmuran bersama, keadilan bersama dst.
Berbeda dengan Kerajaan Sriwijaya, Ternate, Bone, Makasar dll...... yang
primordial sifatnya!

Membingungkan memang, beberapa sahabat milis mencampur adukkan , waktu fakta
keinginan membela agamanya, pola pikirnya menjadi sejarah.Ada yang
mencampurkan antara kekhalifahan Islam di Turki (Otoman) dengan wali di Jawa
......pautan waktunya bisa ratusan tahun , minimal puluihan tahun

Islam disebarkan di kawasan ini, melalui perdagangan abad ke 11/12,ada yang
sedang diselidiki saat ini berupa transkripsi ,potongan keramik ,cap,yang
baru didapat dipantai Jawa,(Cirebon) yang diperkirakan berasal dari abad ke
9 Masehi,inipun belum pasti.

Jadi janganlah mencampur adukkan waktu, data, bukti bukti lalu membuat
sejarah" seperti yang kita temui pada cerita Da Vinci Code-nya Dan Brown.
Menegangkan, enak dibaca , tetapi hanya sebagian kecilnya saja mengandung
obyektifitas sejarah.

Indonesia sebagai "Nation" pada hakekatnya dibangun dari sebuah "Idea",
bukan dibangun dari sebuah "Teritorial"
Teritorial datang belakangan , setelah "penghuni" teritorial tadi terwakili
kepentingan dan kehendaknya , walaupun masih berupa "Idea"

Sudah semestinyalah sebuah nation dibangun dari sebuah idea, seperti banyak
negara negara lain yang terdiri dari banyak suku dan bangsa berhasil
membangun sebuah nation,contoh dapat kita temui jika kita mau sedikit
berpikir lebih berwawasan.

Kesultanan Aceh, telah cukup lama mencoba mengembangkan ide Nation di
seluruh kawasan Sumatera karena kesamaan kultural yang mereka yakini di
seantero Sumatra(cf bulletin GAM)

Memang sulit jika "nation " dibangun karena hanya alasan "agama yang sama"
sedangkan teritorinya berjauhan. Contoh Pakistan Timur yang sekarang bernama
Bangladesh,
Muaranya pada perpecahan menjadi 2 negara,Pakistan dan Bangladesh(Ide awal
datang dari Inggris, bukan dari bangsa yang ada disana)

Atau kita tanyakan mengapa Afghanistan tidak bergabung saja dengan Pakistan
karena sama sama Islam?
Atau seluruh negara Arab bergabung saja?

Tidak semudah itu bukan?
Idea membuat "One Nation" ada atau tidak?
Hanya karena mereka bisa sama sama ke mesjid?
Terlalu simplistis!

Tetapi tidak apa apa, berpikir "lain" boleh boleh saja, asal jangan
mensejarahkan pikiran tsb, secara sangat subyektif.

Pengaruh Islam yang sangat kuat di Aceh misalnya,tidak ada duanya di kawasan
Endo-Nesos, tambah kental ketika Pemerintah Kolonial Belanda memutuskan
menyerang Kesultanan Aceh.

Aceh satu satunya perlawanan dengan membawa identitas agama Islam sebagai
kutub yang berlawanan dengan agama Nasrani yang dianut para penyerangnya
dikutub lainnya.

Anggapan inipun tidak seluruhnya benar.
Sebagian besar penyerang adalah tentara bayaran dari Jawa,Madura, (Islam
agamanya),Bali, Ambon Timor, Makasar ,Jerman, Perancis,bahkan Inggris dan
Afrika jumlah serdadu Belanda tidak mencukupi kebutuhan perang melawan Aceh

Tepatnya tg 1 April 1857 , Aceh Darussalam ditembaki dengan meriam dari
kapal de Citadel van Antwerpen.
Maka ketika itu dapat dikatakan negara Islam yang berdaulat diserang oleh
kolonial Belanda yang bermarkas di P.Jawa (Batavia).

Pada kurun waktu perang Aceh inilah, terjadi hubungan antara Sultan Aceh dan
pemerintah Turki. Sultan Aceh menyerahkkan Kesultanannya, rakyatnya kepada
kesultanan Otoman ,tertuang dalam surat pribadi Sultan Aceh untuk Kesultanan
Turki,karena Turki satu satunya negara Islam yang dapat diandalkan ketika
itu.

Habib Abdurachman el Zahir, penasihat tinggi Sultan Aceh yang membawa surat
penyerahan kedaulatan Aceh tsb (1873) kepada Sultan Turki,agar dilindungi
dan dibantu ketika diserang Belanda.Mengharapkan adanya solidaritas
Islamiyah.

Sebelum itu, memang ada hubungan diplomatik,dagang antara Aceh dng Turki,
demikian pula dengan negara lainnya, tetapi tidak explisit sebagai "ikatan
negara Islamiah".Hanya saling mengakui existensi masing masing.

Abdurachman el Zahir bukan orang Aceh, orang Mesir, diplomat, politikus
ulung yang digaji sebagai penasihat tinggi Sultan Aceh.
Abdurachman melakukan tugasnya dengan sangat profesional, dengan
inteligensia yang tinggi.
Ini diakui oleh Belanda dan dunia saat itu!

Penyerahan yang sia sia,......penyerahan Sultan Aceh diabaikan
Duta besar Inggris dan Belanda yang menanyakan kepada perdana menteri Turki
maksud keberadaan Habib Abdurachman el Zahir di Istambul ketika itu, dijawab
sang menteri:

Kami tidak ingin membuat masalah lebih rumit dengan meladeni bangsa barbar
didaerah yang jauh tsb.

Kata kata ini ada dalam surat balasan perdana menteri Turki disimpan di
arsip Inggris dan Belanda sebagai laporan Duta besar mereka ke pada menteri
mereka masing masing .

Tulisan ini hanya ilustrasi , untuk sedikit memberikan gambaran mengenai
apakah Islam adalah Indonesia, atau apakah Indonesia adalah Islam.
Nyatanya Indonesia adalah komitment, Islam sebagai "agama negara" hanya ada
di Aceh dan itu jelas bukan Indonesia, sejak awal

Aceh seperti juga daerah lainnya di Indonesia berkomitment menjadi Indonesia
berdasarkan Idea membuat suatu Nation, dengan syarat syarat yang saya
sebutkan diatas, keadilan bersama, keuntungan bersama, kemakmuran bersama
kehormatan bersama dst..dst.....

Jika nantinya, komitment ini menjadi rapuh, karena dirasakan dihianati,
tidak perlu terkejut jika model runtuhnya Republik Rakyat Rusia menjadi
hasilnya dimasa depan, mungkin lebih parah, karena dasar pemikiran agamais
yang dikedepankan.

Jadi kembali dulu-lah pada komitment "Indonesia" yang awal,dengan kepala
dingin, saling menghormati , tanpa dominansi agama tertentu, suku tertentu,
jangan membelokkan sejarah secara subyektif, gabungkan "kesamaan" yang kita
miliki, perkecil "perbedaan "yang ada!
Jangan perbedaan di "adu" tetapi kesamaan yang di "padu"

Atau "Indonesia" akan menjadi "Sejarah"........bisa saja,kalau semua setuju



<<image001.jpg>>

<<image002.jpg>>

Kirim email ke