Eta leunca, lian ti matak rewog, ning edun oge kandungan nutrisina.
===

Leunca, Si Kecil Kaya Khasiat
Oleh: Prof. DR. Made Astawan (ahli teknologi pangan dan gizi)

Leunca adalah terong kecil yang tak begitu menarik. Selain buahnya, daunnya
juga mengandung berbagai zat gizi yang berfungsi sebagat obat dan pencegah
macam-macam penyakit.

Salah satu ciri khas makanan sunda adalah kaya akan variasi sayuran mentah
(lalapan), sehingga sangat menarik dari segi tampilan dan cita rasa. Salah
satu komponen lalapan yang sangat populer adalah leunca.

Rasa leunca yang khas, akan sangat nikmat bila disantap bersama nasi panas,
ikan asin peda goreng, dan sambel terasi. Bagi yang terbiasa, kehadiran
leunca dapar meningkatkan selera makan.

Dalam bahasa ilmiahnya, leunca disebut solanum ningrum L. Walaupun
ukurannya kecil seperti kacang polong, buah leunca masih satu keluarga
dengan terong ungu ataupun terong belanda. Karena itulah leunca sering
disebut sebagai terong kecil atau terong gelatik. Selain buahnya, daun
leunca juga sering dikonsumsi sebagai lalapan.

Lebih dari 2.000 tahun Tanaman leunca berasal dari Eropa dan Asia Barat,
kemudian menyebar luas melalui Malaysia. Leunca bukan hanya dikonsumsi
sebagai lalapan, tetapi juga telah digunakan sebagai obat tradisional sejak
lebih dari 2.000 tahun lalu.

Daun leunca juga diyakini berkhasiat tinggi bagi kesehatan. Di Meksiko,
secara tradisional buah dan daun tanaman ini telah digunakan sebagai obat
pusing kepala.

Di Cina, buah leunca digunakan untuk mengurangi radang ginjal, radang
kantong kemih, dan juga sebagai antidiare. Di India, buah leunca dipakai
untuk menyembuhkan penyakit rabies akibat gigitan anjing gila.
Getah buah leunca juga dipercaya dapat digunakan sebagai obat untuk
penyembuh kutil. Selain itu, air rebusan daunnya diyakini dapat melancarkan
buang air kecil, menyembuhkan sakit perut, batuk, menurunkan tekanan darah
tinggi, serta bermanfaat untuk mengurangi jumlah sel darah putih dalam
tubuh.

Beberapa studi ilmiah memang menunjukkan buah leunca memiliki aktivitas
 anti ulserogenik, yang dapat menjaga kesehatan lambung dan sistem saraf
pusat. Buah ini juga berrfungsi sitoprotektif yang dapat melawan kerusakan
sel pada ginjal.

Penelitian yang dilakukan oleh Shirley dkk dari fakultas farmasi ITB
menunjukkan bahwa ekstrak air buah leunca tidak hanya menghambat reaksi
hipersensitivitas yang diperantarai oleh lgE (reaksi hipersensitivitas tipe
I), tetapi juga memengaruhi reaksi hipersensitivitas yang diperantarai oleh
sel (reaksi hipersensitivitas tipe IV). Dengan demikian, leunca berpotensi
besar untuk digunakan sebagai obat alergi, walaupun mekanisme kerjanya
masih perlu dipelajari lebih lanjut.

Sebagai Antirematik Beberapa senyawa fitokimia yang terdapat pada buah
leunca, seperti diosgenin, solasodina, dan steroid alkaloid, juga memiliki
keampuhan yang luar biasa dalam mengurangi berbagai keluhan kesehatan.
Buahnya yang terasa agak pahit direkomendasikan untuk mengobati herpes
simpleks. Begitu pun daunnya yang memiliki rambut-rambut halus di
permukaannya, digunakAn untuk mengatasi borok dan kelainan kulit.
Khasiat lain dari terong kecil ini adalah zat antirematik. Pengobatan
tradisional di Nigeria, di Korea terung-terungan, seperti buah leunca
diyakini punya keajaiban untuk mengobati berbagai penyakit. Fungsi lain
dari terong adalah sebagai obat anti kejang yang relatif sulit diketahui
dengan pasti kapan terjadi serangannya. Selain itu, di Nigeria, terong juga
dipercaya sebagai obat untuk meredam penyakit gugup.

Manfaat pengusir kepanikan ini telah dibuktikan secara ilmiah terhadap
marmut dengan menggunakan sari terong mentah.. Hal tersebut disebabkan buah
leunca mengandung senyawa striknin, skopolamin, skopoletin, dan skoparon,
yang berfungsi sebagai penghambat serangan sawan dan rasa gugup.

Daun leunca dan buah leunca yang dikeringkan juga bisa dikonsumsi untuk
mengobati sakit pinggang, encok, pinggang terasa kaku dan nyeri lainnya.
Menurut Dr. Setiawan Dalimarta dari Himpunan Pengobatan Tradisional dan
Akupuntur Indonesia, daun leunca juga berkhasiat  sama seperti buahnya,
yaitu menstimulasi pembentukan sel darah.

Secara empiris, tumbuhan ini digunakan untuk mengobati campak atau cacar
air, ketergantungan alkohol, gastritis, dan bekas luka bakar.

Sumbet Vitamin dan Mineral Dilihat dari nilai gizinya, leunca mengandung
zat gizi yang sangat baik. Dalam 100 gram buah leunca terkandung energi
sebesar 33 kkal, protein 1.9gr, lemak 0.1gr, karbohidrat 7.4gr, serta
vitamin A478 SI dan vitamin C 17mg. Kadar mineral per 100 gr buah leunca
adalah kalsium (274 gr), fosfor (34 gr), zat besi (4 mg). Lebih rinci dapat
dilihat dalam tabel.

[Tabel 1]

Keunggulan lain adalah kaya akan vitamin C, yang sangat dibutuhkan sebagai
antioksidan. Konsumsi 100 gram leunca dapat memenuhi 25% kebutuham harian
tubuh akan vitamin C. Selain itu, leunca juga kaya akan vitamin A yang
sangat dibutuhkan terutama oleh mata.

Leunca juga kaya akan serat pangan. Hasil-hasil penelitian menunjukkan
bermanfaat untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit maupun terapi.
Serat pangan dapat melembekkan tinja, sehingga mengurangi tekanan pada
dinding kolon dan mempercepat pengeluarannya akibat lebih cepatnya
gerakan-gerakan peristaltik pada usus besar.

Serat pangan juga dapat menurunkan kadar kolesterol darah karena serat
mamoun mengikat asam empedu. Ikatan ini akan keluar bersama feses, lemak
dan kolesterol. Semakin banyak serat pangan dikonsumsi, semakin banyak pula
asam empedu, lemak dan kolesterol yang dikeluarkan dari tubuh bersama feses.

Sumber: Gaya Hidup Sehat edisi 506 tahun 2009
http://www.ray.web.id/2012/04/leunca-si-kecil-kaya-khasiat.html

Kirim email ke