Lanjutkan perjuangan Pak Rudy, Kalo di Bandung ada Babakan Siliwangi yang fasilitas umum utk masyarakat mau dijadiin restoran yg diprotest keras salah satunya oleh Mang Ihin, Solihin GP sampai memarahi Mang Dada Rosada, apa ngak malu katanya nabung buat pensiun sudah dua periode sampe ngasong-2keun istrinya. Istrinya kalah dan sekarang Mang Dada riweuuuh berurusan dengan KPK.
Kota Bogor terminal Baranang Siang yang fasilitas umum sangat tepat berada dijantung kota Bogor langsung ketemu gerbang toll bogor sehingga akses bus dlsb lancar jaya. Mau direvitalisasi menjadi hotel n' mall, dari luas 2.1 Ha terminal sebelumnya dipangkas menjadi 3000-an saja. Sharing antara Pemkot dgn "Investor" juga sangat-2 kecil sedemikian sehingga menimbulkan kecurigaan akan adanya bakwan dibalik udang. Mamang pun baca curhatan temen yang urang Bogor Selatan curhat kalo mau ke Jakarta masa dia harus ke Ciawi dulu terus naik beus. Lieuuuuur ceunah kudu muter!!! Ngak ada logikanya. Di Bandung ada Mang Ihin yang pemberani dan integritasnya tangguh, di Bogor ada Pak Rudy Theha yang selalu berteriak keras menentang ketidak adilan dan menentang kesewenang-2an pemerintah yang seharusnya melayani masyarakat Kota Bogor secara amanah. Apakah nasib Mang Diani yang spektakuler dengan dulu pernikahan dgn ABG-nya bernasib sama dengan Mang Dada Rosada yang mana juga Diani ngasong-2keun istrinya untuk Bogor 1 sama seperti Mang Dada Rosada? Sama-2 diriweuhkan urusan dgn KPK diakhir hidupnya? Kalo dulu di Bandung ada Calon Walikota Bandung yang ikut demo bersama-2 Mang Ihin, ya dialah yang sekarang memenangi Pilkot Bandung dengan spektakuler 45%, Mang Emil tea. Di Bogor adakah Calon Walikota yang punya keberanian menentang kesewenang-wenangan seperti hal-nya yang dilakukan Mang Emil? Maju terus Pak Rudy, semoga Yang Maha Kuasa memberkati Pak Rudy n' teman-2 yang berani menentang setiap ketidak adilan. Bangsa ini memerlukan Pak Rudy, Mang Ihin, Mang Emil, dlsb yg punya semangat menjaga Kota Tercinta ini. Panceg Dina Galur Ngaja Lembur Cadu Mundur Nepika Awak Lebur!!! Alhamdulillah, Prabu Siliwangi n' para karuhun Bogor masih senyum kalo melihat masih ada orang-2 yg semangat membawa kebaikan mah :). Pun sapun kaluluhuran :). nuhuuuuns, mang kabayan www.udarider.com -----Original Message----- From: Rudy Thehamihardja <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 12 Jul 2013 06:32:37 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [kota-bogor] Maaf, ketinggalan sepur pak Kosim revitalisasi yang saya ketahui dari beberapa kali presentasi oleh dinas LLAJ adalah menjadikan lokasi terminal mayoritas menjadi mall dan hotel. dari 2.1 ha yang sekarang menjadi lahan terminal, akan di revitalisasi menjadi hanya 3.000 meter2. itulah revitalisasi terminal yang diprotes keras oleh komunitas pekerja terminal baranangsiang, sampai harus demo 3 kali.. pertama demo dengan tidak beroperasi buw2 mereka lalu protes ke DPRD.. dan dijanjikan tidak akan ditutup sebelum ada diskusi.... kedua demo dengan memblokir jalan pajajaran sampai sebagian jalan toll jagorawi.. karena ditutup tanpa ada diskusi yang dijanjikan oleh DPRD. blokiran dibuka setelah dijanjikan ada diskusi oleh sekda (sekarang cawawalkot nya wakil walikota sekarang - disaksikan oleh Dandim dan Kapolresta. ketiga hari minggu kemarin, demo dengan memblokir sebagian jalan pajajaran mulai dari tugu kujang sampai dekat pintu toll jagorawi...setelahjugahari senin sebelumnya dijanjikan DPRD tidak akan ditutup sebelum diskusi.. ternyata.. hari minggunya ditutup pula. selanjut nya http://www.youtube.com/watch?v=01wtcIWK6aw http://www.youtube.com/watch?v=-ti4Gn8YdvI http://www.youtube.com/watch?v=cmRWQCR50WE Muspida Bogor Rapat Tertutup Bahas Terminal Baranangsiang · Senin, 08 Juli 2013 22:15 · Oleh: Riza Bogor, Sayangi.com - Musyawarah Pimpinan Daerah Kota Bogor kembali menggelar rapat koordinasi terkait penyelesaian Terminal Baranangsiang dengan pihak Komunitas Pengguna Transportasi Baranangsiang (KPTB) yang difasilitasi oleh Kapolres Bogor Kota, Senin. Rapat tertutup tersebut digelar di Mako Polres di Jalan Kapten Muslihat. Tampak hadir dalam rapat tersebut Plh Sekretaris Daerah Kota Bogor, Adi Syarif Hidayat, Kapolres Bogor AKBP Bahtiar Ujang Purnama, perwakilan Kodim 0606, anggota DPRD komisi C dan perwakilan dari KPTB. "Kami Kepolisian Resor Bogor Kota mencarikan waktu untuk memfasilitasi dan memediasi terhadap rencana revitalisasi ataupun optimalisasi Terminal Baranangsiang, kita undang semua elemen dari Muspida, DPRD, bahkan dari Depdagri juga hadir, serta teman-teman dar KPTB," kata Kapolres Bogor Kota, AKBP Bahtiar Ujang Purnama. Kapolres menyebutkan, dalam pertemuan tersebut dibicarakan terkait bagaimana mencari formula untuk penyelesaian perselisihanr evitalisasi Terminal Baranangsiang kedepannya. Dikatakanya, dalam pertemuan tersebut hasil yang didapat bahwa ke depan akan dibentuk tim yang akan diketuai Sekretaris Daerah Kota Bogor. "Bahkan nanti kita akan membentuk tim yang akan diketuai oleh Sekda langsung. Tim bersama ini terdiri dari elemen-elemen unsur yang berada di dalam atau yang mempunyai kepentingan di Terminal Baranangsiang," kata Kapolres. Selanjutnya, Plh Sekda Kota Bogor, Ade Syarif Hidayat menyebutkan, peristiwa yang terjadi kemarin dikarenakan masih adanya penyampaian yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor melalui DLLAJ dianggap kurang proaktif terhadap harapan-harapan masyarakat dan warga di terminal. "Pemerintah Kota Bogor tidak ada keinginan bahkan tidak diharapkan pembangunan ini merugikan kepentingan masyarakat," katanya. Ade mengatakan, Muspida akan kembali melakukan diskusi dan membahas siteplan dengan melibatkan KPTB yang akan memberikan masukan terhadap tercana pembangunan optimalisasi aset Terminal Baranangsiang. "Dalam tim nanti kita akan bahas semua, apa yang salah diperbaiki bersama, kita akan mengakomodir semua aspirasi yang ada. Karena akan rugi sekali ketika pemerintah melakukan pembangunan tapi di satu sisi masyarakat tidak menyukainya," kata Sekda. Sementara itu, Ketua KPTB Dedy Mihardi Arief menyebutkan, pertemuan hari ini merupakan awal dari pencarian solusi terhadap masa depan Terminal Baranangsiang. Ia menegaskan tidak ada kesepakatan-kesepakatan antara KPTB dengan Pemerintah Kota Bogor dan tetap komitmen dengan perjuangan mereka untuk memperjuangkan pembangunan Terminal Baranangsiang dapat mengakomodir semua warga penghuni terminal. "Pertemuan ini baru awal dari pencarian solusi, belum ada kesepakatanan apapun, kita tetap pada komitmen kita untuk memperjuangkan Terminal Baranangsiang dapat mengakomodir semua," katanya. (RH/ANT) Rudy Th [email protected] >________________________________ > From: Abu Qosim <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Friday, July 12, 2013 2:22 PM >Subject: [kota-bogor] Maaf, ketinggalan sepur > > > > >Pak Dahlan Iskan giat merevitalisasi pabrik gula. Artinya jelas, memperbaiki / >mengganti fasilitas pabrik agar mampu berproduksi kembali seperti semula. > >Kalau revitalisasi terminal Baranangsiang, ada yang bisa menjelaskan apa >maksudnya. > >Dulu ada proyek revitalisasi mesjid raya Bogor. Sepertinya tadinya tidak >dipakai untuk ibadah, padahal saya lihat ramai orang shalat tiap hari > >Maaf saya ketinggalan informasi > > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
