<*>[Attachment(s) from mang kaby included below] Haruuuuuuuh sediiiiih euy beginilah cara merusak peradaban Bangsa :((.
Mengutip tulisan di PR hari ini Mang Don Hasman, Warga Baduy. "Yang membuat saya sedih melihat kondisi Baduy saat ini adalah mereka sekarang senang menerima bantuan, hal yang sebelumnya sangat jarang terjadi. Dahulu mereka bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Namun, seiring dengan perubahan zaman dan waktu kondisi itu mulai berubah," ujar Om Don yang menghabiskan ribuan jepretan utk mendokumentasikan Baduy selama tiga generasi. Mamang jadi ingat cerita Dumping Susu di Africa yang devastating tea... Kalo ngak salah waktu ngobrol dgn Pak Upu hehehe...Perusahaan susu ternama waktu itu ngirimin bantuan susu kotak ke Africa al hasil yang biasanya anak-2 Africa itu mimi tutu dari Ibu-nya langsung akhirnya berhenti dan mulai minum susu kotak alhasil ketika bantuan selese bereeeeeees sudah... Si Anak sudah tidak bisa nete lagi karena susu ibunya kering, seperti kita ketahui kalau didiamkan sekian waktu tertentu maka susu ibu ya berhenti berproduksi, justru kalau terus disedot susunya akan terus berproduksi. Makanya kadang-2 Bapak-2 suka rajin bantu nyedotin biar terus berproduksi wkkkkkk. Jadiiii anak-2 itu ketergantungan susu kotak ketika tidak mampu membeli maka yang terjadi anak-2 itu kekurangan nutrisi akhirnya anak-2 itu menderita kekurangan gizi :((. Kondisi tsb mirip seperti diceritakan Mang Don Hasman... Urang Baduy hayoooh wae ditawarin bantuan ABCD akhirnya mungkin jadi terbiasa... jadi yaaaa dari yang tadinya sustainable bisa bertahan hidup sendiri dgn segala apa yang dia punya hilang sudah kemampuan itu :((. Jadi manja senang menerima bantuan n' akhirnya kecanduan sedikit-2 minta bantuan :((. Makanya Mamang paling tidak suka yang namanya BLSM ~ BLT dlsb karena mendidik bangsa ini menjadi Lemaaaaaaah... Menjadi pengemis suka minta-2 :((. Bahkan rela orang yang kaya/ mampu pun minta bantuan masuk dalam daftar penerima BLSM :((. Kayak di Bogor tuh ampuuuun deuh pengemisnya berlimpah banyaaaak bener... Padahal tajiiir tajiiir tuh pengemis karena mengemis sudah menjadi profesi yang enak banget, tinggal menengadahkan tangan dpt duit. Kalau mau memberi bantuan jangan yang sifatnya bagi-2 duit tapi yg sifatnya justru memberi pancingan untuk dia bisa memancing sendiri mencari uang sendiri. Kalau keukeuuuh minta bantuan dalam bentuk uang maka lebih baik ngak usah diberi. Mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu peurih moal peurah, mun teu ngarah moal ngarih. Alloh SWT memberikan banyak rahmat untuk kita mau berusaha dan bekerja dgn segala cara. Seperti Mamang sampaikan sebelumnya di Kampung Mamang dulu ada yang rag rag dari tangkal kalapa gara-gara barangbang semplak, bruuuuk jatuh jadi lumpuuuuh. Dia tidak menjadi seorang pengemis walopun dia tidak bisa jalan tapi dia masih punya tangan untuk bekerja. Dia mulai belajar menganyam bambu, dia bikin dudukuy/ caping, bikin boboko, bikin carangka, bikin nyiru, dslb. Alhamdulillah survive dan tidak harus mengemis merendahkan dirinya meminta uang. nuhuuuuns, mang kabayan www.udarider.com <*>Attachment(s) from mang kaby: <*> 1 of 1 Photo(s) http://groups.yahoo.com/group/kisunda/attachments/folder/1961889365/item/list <*> IMG-20130717-12340.jpg ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
