ningal tina jalan hirup penulis buku eta geus teu puguh

2013/8/1 MRachmat Rawyani <[email protected]>

> **
>
>
> Ieu aya rerencangan kuring di fb ngomentaran kana hiji buku perkara Nabi
> Isa, anu nuju rame di daeuh Amerika.
>
> mrachmatrawyani
>
> Satrio Arismunandar <https://www.facebook.com/satrio.arismunandar>
>
> NABI ISA (YESUS) ADALAH TOKOH REVOLUSIONER, YANG DIHUKUM MATI KARENA
> DIANGGAP MELAWAN PENGUASA ROMAWI (DARI BUKU KARYA REZA ASLAN) -- Reza Aslan
> adalah seorang profesor ahli agama di Amerika. Awalnya ia Muslim, lalu
> dalam proses pencarian pindah menganut Kristen. Kemudian dalam proses
> pencarian berikutnya ia kembali ke Islam, agama yang dianut para
> leluhurnya. Itu urusan pribadi sebetulnya. Namun ia diserang habis oleh
> presenter TV Fox, yang mempertanyakan latar belakang Islamnya, ketika Reza
> menulis buku tentang Nabi Isa (Yesus) yang kini menjadi best seller di
> Amerika. Buku itu berjudul "Zealot: The Life and Times of Jesus of
> Nazareth." Presenter Fox seolah-olah menutup mata terhadap fakta bahwa
> banyak akademisi non-Muslim juga menulis buku tentang Islam atau Nabi
> Muhammad SAW, dan mereka tidak pernah dipersoalkan. Di Amerika, akademisi
> yang diakui tahu banyak tentang Islam adalah John L. Esposito, seorang
> Katolik. Buku-buku karya Esposito tentang Islam sudah banyak diterjemahkan
> ke bahasa Indonesia. Belum lama juga datang ke Indonesia Karen Armstrong,
> juga seorang biarawati Katolik yang menulis buku tentang Nabi Muhammad
> secara simpatik. Jadi harus dibedakan antara agama yang dianut seorang
> akademisi dengan kualifikasi akademis dalam profesinya. Bukan berarti bahwa
> latar belakang agama sama sekali tidak penting. Background keagamaan bisa
> ikut memberi passion pada seorang akademisi untuk mencari kebenaran
> akademis. Dalam menulis bukunya, Reza selama dua dekade menggali berbagai
> naskah tentang Yesus dari kalangan Nasrani. Ia menguasai bahasa Yunani
> ketika menganalisis teks-teks kuno tentang Nabi Isa (Yesus). Ia mengaku
> sejak lama sudah "terobsesi" dengan tokoh Yesus ini. Terlepas dari
> background personal itu, banyak kesimpulan yang menarik (dan mungkin
> kontroversial) dari buku Reza tentang figur historis Yesus. Reza
> menyimpulkan, Yesus adalah seorang tokoh revolusioner --pembela kaum
> miskin, papa, marginal-- yang ajaran-ajarannya dianggap mengancam negara
> Romawi. Hukuman disalib pada masa itu hanya diberlakukan penguasa Romawi
> untuk para pemberontak atau orang yang dianggap melawan negara. Jadi Yesus
> itu statusnya adalah revolusioner yang dianggap membahayakan negara. Dua
> pencuri yang disalib di samping Yesus sebetulnya bukan pencuri kecil biasa,
> tetapi orang-orang yang juga dianggap sebagai pemberontak. Nah, berbeda
> dengan keyakinan banyak orang Islam, Reza berdasarkan kajiannya meyakini
> bahwa Yesus/Nabi Isa --sekali lagi sebagai figur historis, yang nyata hidup
> 2.000 tahun lalu-- memang betul-betul disalib. Ajaran-ajaran Yesus
> sepeninggalnya kemudian mengalami proses tertentu yang melahirkan agama
> Nasrani. Saya di sini tidak ingin terlibat dalam perdebatan teologis karena
> bukan kompetensi saya. Saya juga tidak punya kompetensi cukup untuk
> mendukung atau membantah hasil kajian Reza. Status FB saya ini sifatnya
> deskriptif saja, sekadar informasi. Mohon maaf jika ada teman-teman Muslim
> dan Nasrani yang mungkin merasa terganggu. Untuk tahu lebih lengkap soal
> buku ini, silahkan Google sendiri. Perdebatan Reza dengan presenter TV Fox
> juga bertebaran di media online.
>
> Jakarta, 31 Juli 2013
> Satrio Arismunandar
>
>  
>

Kirim email ke