Alhamdulillah muji syukur ka Nu Agung Nu Ngersakeun Nu Maha Murbeng Alam, 
sungguh suatu kehormatan akhirnya bisa bertemu bertatap muka dengan Kang Agus 
Pakpahan, walaupun nama belakangnya Pakpahan tapi ternyata beliau seorang yang 
sangat Nyunda :). Beliau pituin Sumedang yg lahir dan dibesarkan di Sumedang, 
sangat fasih berbahasa Sunda dan faham betul prinsip-2 Susundaan :). 
Subhanalloh luar biasa.

Mamang begitu terlarut ketika beliau menceritakan pengalaman hidupnya salah 
satunya membuat sandiwara Sunda berjudul Dipati Ukur di Gedung Merdeka Bandung. 
Cerita Dipati Ukur waktu itu ada 8 versi dan beliau membuat versi yg ke-9 dgn 
tentunya Dipati Ukurnya yg menjadi juara xixixi. Intinya jangan sampai kita 
merasa sebagai bangsa yg lemah sebagai kaum yg kalah, kalau saat ini ada 8 
versi kenapa tidak kita mencetak sejarah baru. Toh juga itu hanyalah cerita 
untuk dinikmati semua orang :). Subhanalloh Mamang sangat terharu memang betul, 
cerita penjajahan, n' settingan kita sebagai bangsa kuli / lemah, tidak PD 
sangat tertanam dahsyat. Sudah saatnya kita bangkit jangan sampai lagi sebagai 
bangsa yg lemah yg selalu terjepit.

Kang Agus juga menunjukan rumah peninggalan karuhunnya yg sudah diturunkan 
sebanyak 5 generasi, Mamang awalnya berfikir rumah gedong itu peninggalan 
Belanda, woooow ternyata bukan katanya. Ini peninggalan Pribumi, Urang 
Sumedang, Ku Urang Sumedang dari hasil pertanian dan perkebunan sekitar sana. 
Bisa dilihat jaman dulu mah pertanian bisa memberikan kesejahteraan kepada 
masyarakatnya. Padahal waktu dulu kita dijajah Belanda. Sekarang? 

Alhamdulillah juga Kang Odjat selaku pemrakarsa kegiatan Ririungan Alumni IPB 
Chapter Sumedang ini sangat antusias n' bergairah mengarrange termasuk 
memoderatori acara silaturahim ini termasuk diskusi tentang apa yang bisa 
dikontribusikan Alumni IPB urang Sumedang untuk Kabupaten Sumedang, suatu 
otokritik bahwa Urang Sumedang banyak yg memiliki posisi yg cukup disegani 
namun ternyata kondisi Sumedangnya masih begitu-2 saja. Luar biasa Kang Odjat 
dgn canda tawa dan keriangannya mampu menjadi vibrator eeeeh fasilitator yg 
bisa menggetarkan hati para hadirin semua. Pertemuan ini merupakan awal, kick 
off meeting untuk karya-2 nyata yg akan digarap tentunya walopun ada pareto 
20%, dari yg hadir 30 keluarga mungkin hanya 20%-nya alias 6 orang aja yg akan 
aktif tapi setidaknya ini merupakan awal siapa tahu nanti terkumpul 300 atau 
bahkan 3000 orang yg mau berkontribusi sehingga 20%-nya menjadi 600 orang. Tapi 
walaupun demikian perlu diingat Nabi Muhammad SAW aja untuk melakukan perubahan 
revolusioner di jajirah Arab hanya seorang diri pada awalnya dan insya Alloh 
niatan baik pada akhirnya Alloh akan memberikan jalan.

Mamang juga sangat berterima kasih kepada rekan-2 alumni IPB semua, walopun 
Mamang S2-nya aja yg IPB di Manajemen Bisnis ato dulu mah MMA ~ Magister 
Manajemen Agribsisnis hehehe S1-nya ITB, tapi sambutannya luar biasa hangat. Yg 
luar biasa lagi ternyata ada tetangga yang tinggal deketan dengan Balong sama-2 
di Pamoyanan xixixi. Itulah indahnya silaturahim, yang jauh didekatkan, yg 
dekat semakin dekat, setelah dekat saling mewangikan ~ Silih Wangi :).

Sekali lagi nuhuuuuns semuahnya para peserta riungan yg telah hadir, semoga 
langkah awal ini bisa menjadi karya-2 nyata selanjutnya untuk bagaimana kita 
mengamalkan ilmu-2 yg kita peroleh di perguruan tinggi ini bisa memberikan 
manfaat positif kepada masyarakat luas.  
Pun sapun kaluluhuran... Dari Balong Kabayan yg pinuuuuuh pisan Mamang 
menuliskan. Alhamdulillah lebaran tahun ini dimana balong buka pertama kali  
bisa memberikan THR kepada warga sekitar, Pak RT, Tukang yg jaga, dan Mesjid, 
ternyata disekitar Balong ini satu rumpun keluarga semua xixixi. Lebaran ini 
Mamang mudik ke Sumedang dan Mamang percayakan ke Pak RT utk  kerjasama dengan 
warga sekitar utk membuka Balong pada saat lebaran ini dgn sistem sharing 
istilahnya dalam Susundaan Paroan ato 50%-an masing-2 atau dibagi dua. 
Alhamdulillah ternyata barokah Balong ramai sekali dan Mamang juga bisa tetap 
menikmati mudik ka lembur hehehe. Yang bikin Mamang meneteskan air mata 
ternyata Pak RT dan warga sekitar berinisiatif jualan disana ada yg jualan 
kopi, teh, gorengan, snack-2 ringan, pop mie, dlsb. Alhamdulillah Balong yang 
walopun masih kusyut ternyata ada manfaatnya untuk masyarakat sekitar, ada 
pemasukan buat warga sekitar. Kemarin katanya pengunjung 400 orang, hari ini 
sepertinya lebih lagi. Subhanalloh, nikmat mana lagi Yang Mamang Ingkari.
 
nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Sun, 11 Aug 2013 00:53:11 
To: Alumni IPB Group<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [alumni-ipb] Riungan Alumni IPB Chapter Sumedang

Yth Teman2 Alumni IPB Chapter Sumedang dan alumni IPB seluruhnya:

Alhamdulillah kemarin pagi-siang, alumni IPB lintas angkatan, lintas fakultas, 
dan lintas gender, plus dengan sebagian keluarga, hadir di tempat kami, di 
pelosok Sumedang persis di kaki Gn Tampomas (kalau ditanya alamatnya di mana? 
Penjelasannya bisa panjang dan perlu peta :)). 

Untuk kehadirannya kami haturkan terima kasih dan untuk segala pengorbanannya 
semoga Allah SWT membalasnya dgn bilangan tak terhingga; dan untuk segala 
kekurangannya kami mohon maaf yg sebesar-besarnya.

Terus terang saya sangat berbahagia bisa bertemu dengan teman2 semua, yg sudah 
bersusah-payah menuju ke tempat pertemuan. 

Lebih berbahagia lagi menyaksikan semangat alumni muda yg ingin mengamalkan 
ilmu yg didapat di IPB dan yg diperkaya dengan ilmu yang didapat dari  
pengalaman kerja di seluruh nusantara: Papua, Ambon, Manado, Pasuruan, dan 
tempat-tempat lainnya di Sumedang. Atau ilmu yg didapat di berbagai bidang 
kerja dan profesi: konsultan, PNS, peneliti, bahkan politisi.

Jadi, kalau semua itu diwadahi dan kemudian diamalkan untuk suatu wilayah 
tertentu spt Kabupaten/Kota, maka dengan sendirinya ia akan membangun suatu 
cakrawala holistik pertanian dalam arti luas. Indonesia ini memiliki lebih dari 
400 kabupaten/kota, maka akan terbentuk jejaring kegiatan alumni IPB di 
kabupaten/kota tersebut. Potensi "Jayalah IPB kita" di seluruh wilayah 
Indonesia menjadi kenyataan atas dasar amalannya. Mudah2an ini bisa terwujud. 
Amiin.

Maaf, saya akan sambung lagi untuk melanjutkan cerita dan interpretasi cerita 
hasil pertemuan kemarin. Saya pamit dulu karena sudah ada tamu yg datang perlu 
saya temui.

Salam kami,

Agus Pakpahan
E11.178 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Odjat Sujatnika" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 10 Aug 2013 18:10:32 
To: Alumni IPB-milis<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [alumni-ipb] Riungan Alumni IPB Chapter Sumedang [1 Attachment]

Alhamdulillah, tadi siang, Sabtu, 10 Agustus 2013, jam 10-13.30 WIB, Riungan 
(temu) Alumni IPB Chapter Sumedang, Lintas Fakultas Lintas Angkatan, dapat 
terselenggara. Riungan perdana setelah sekian angkatan pemuda pemudi Sumedang 
berkuliah di IPB :-).

Hadir sekitar 25 alumni, sebagian bersama keluarganya, dari angkatan 11 (masuk 
IPB tahun 74) hingga angkatan 36 (masuk IPB tahun 99). Selisih 25 angkatan. Wow 
!! :-).

Warga milis ini yg hadir: Kang AP, Mang Kabayan, dan saya :-).

Riungan bertempat di 'Bumi Gedong', Kampung Ciburial, Desa Licin, Cimalaka, 
Sumedang. Rumah ini adalah kediaman 'karuhun' (buyut dari orang tua) Kang AP. 
Sebuah rumah bersejarah yg didirikan pada akhir tahun 1800-an. Arsitektur dan 
orisinalitas bangunan oleh Kang AP masih dipertahankan dan dirawat hingga kini. 
Lima generasi. Luar biasa.. 

Riungan yg sekalian Halal bil Halal ini diisi dg perkenalan dan obrolan rileks 
beragam hal dg concern memajukan masyarakat dan wilayah Sumedang, dg titik 
berat pertanian, energi terbarukan, budaya, dan pendidikan.

Riungan ditutup dg menikmati gulai entog hasil budidaya Kang AP. Hidangan 
istimewa dan telah menjadi menu hidangan spesial kelas atas di Prancis. Rasanya 
maknyus tak ada duanya. Harus coba deh pokoknya :-).

Haturnuhun utk Kang AP yg telah menyediakan tempat pertemuan. Rumah bersejarah 
yg luar biasa. Haturnuhun juga utk semua alumni yg telah hadir meluangkan 
waktu. 

Terlampir foto 'Bumi Gedong'. Kesempatan berikut layak utk 'Riungan' kopi darat 
warga milis Alumni IPB ini. Layak dikemas sbg 'Tour de Sumedang' :-).

Foto2 lengkap menyusul ya..

Salam,
OS

Kirim email ke