Hahaha aya-aya wae Bang pamarentah teh... Udah jelas rupiah lemah, kenapa ngak 
mengakuinya ya?

Udah di Warning Lho... Kabuyutan Diganggu Krismon hehehe. (Keukeuh Mode: ON)

Tidak percaya mangga baca, Karma Bagi Perusak Kabuyutan: 
http://jatigede.org/wp/?page_id=32

Tulisan Kang Oman Abdurahman di FB: Baca juga ancaman dari Prabu Darmasiksa 
raja Galuh-Sunda (memerintah 1175 – 1297 M, ia naik tahta 16 tahun pasca Prabu 
Jayabaya 1135 – 1159 M) dalam Amanah Galunggung, kl terjemahannya: “Raja/ anak 
bangsa yang tidak bisa mempertahankan kabuyutan di wilayah kekuasaannya ia 
lebih hina ketimbang kulit musang yang tercampak di tempat sampah”. Ancaman 
dari Raja Sri Jayabupati (raja Sunda, memerintah tahun 1030 atau semasa dgn 
pemerintahan raja Airlangga di Jawa Timur) dalam Prasasti Sanghyang Tapak (juga 
dikenal sebagai Prasasti Jayabupati atau Prasasti Cicatih), lebih berat lagi: 
hukuman mati bagi peruksak kabuyutan.

Untuk yang peduli agar Indonesia tidak Krismon/ Kena Bencana n' Kabuyutan Tetap 
Lestari, yuu tanda-tangan Petisi Penolakan: 
http://www.change.org/id/petisi/presiden-sby-gubernur-ahmad-heryawan-menteri-pu-djoko-kirmanto-batalkan-pengisian-air-jatigede-hanya-untuk-mengusir-masyarakat-setempat#

Al Zalzalah 1-8: Tanda- tanda Kekuasaan Alloh SWT.
1. apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,
3. dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”,
4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya,
5. karena Sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) 
kepadanya.
6. pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, 
supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka[1596],
7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan 
melihat (balasan)nya.
8. dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia 
akan melihat (balasan)nya pula.

Kenapa Kabuyutan harus dilindungi karena leluhur Cerdas mereka membangun 
Kabuyutan tidak sembarangan tapi ditempat-2 penting n' critical untuk kehidupan 
manusia, di Hutan yang menjadi Sumber Air, di Mata Air, Di Kaki Gunung atau di 
Gunung untuk menjaga kelestarian Hutan dan Mataair, di Pinggir Sungai untuk 
menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai dan Irigasi, dan ditempat yg berbahaya 
seperti rawan gempa, dlsb. Air itu sumber kehidupan, hutan itu sumber air. 
Kalau kita tidak menghargai itu ya mangga tuailah akibatnya. Tempat-2 penting 
n' berbahaya ditandai supaya tidak dirusak.

Jatigede dibangun di daerah rawan longsor tanah labil di atas ekor sesar aktif, 
selengkapnya baca penolakan Solihin GP, DPKLTS: 
http://jatigede.org/wp/?page_id=2

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: Hirmen Hirmen <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 22 Aug 2013 02:05:16 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [alumni-ipb] Jangan Sebut Rupiah Melemah, Tapi Dolar Menguat

Saya kira posting Kang Busan Joke, ternyata kebangetan ya wapres ini...

Hi

Boediono: Jangan Sebut Rupiah Melemah, Tapi Dolar Menguat ke Semua Mata Uang
Muhammad Taufiqqurahman - detikfinance
Kamis, 22/08/2013 14:40 WIB
Jakarta - Pemerintah menyatakan, pelemahan yang terjadi pada rupiah juga 
dialami oleh mata uang di seluruh dunia. Karena itu, pemerintah tak mau disebut 
rupiah melemah sendirian.


"Jangan disebut bahwa rupiah kita melemah. Yang benar yang lebih pas itu adalah 
dolar menguat terhadap semua mata uang dunia, tidak hanya rupiah loh, itu lain 
sekali implikasi policy-nya lain," kata Wakil Presiden Boediono di kantornya, 
Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (22/8/2013). 

Boediono mengatakan, pemerintah selalu kerja tanpa henti atau non stop untuk 
memperkuat perekonomian. Dibandingkan dengan mata uang India yaitu rupee, 
rupiah tidak terlalu buruk. Demikian juga dibandingkan dengan yen dan mata uang 
Afrika Selatan yaitu rand.

"Semuanya itu (India, Jepang, dan Afrika Selatan) adalah ekonomi-ekonomi kuat, 
kita tidak lebih buruk dari itu. Kita mungkin sedikit lebih buruk dari pada 
Singapura, Malaysia ya. Tapi inilah sebenarnya penguatan dolar ini yang jadi 
masalah tidak hanya Indonesia tapi oleh semua negara," tutur Boediono.

Lalu kenapa dolar AS bisa menguat? Boediono menuturkan, ini karena kondisi 
ekonomi di AS yang makin membaik. Sementara selama ini, banyak uang yang 
diinvestasikan di negara-negara berkembang saat AS krisis, kembali lagi ke 
tempat asalnya yaitu AS. Ini yang membuat dolar menguat dan bursa-bursa saham 
di berbagai negara jatuh.

Hari ini, dolar makin menguat hingga menembus Rp 11.000. Sementara Indeks Harga 
Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok hingga perdagangan tengah hari tadi.




(dnl/hen) 

Kirim email ke