"Stabil" menurut aku yang masih cupu sih berupa penyetaan paket2 yang telah teruji dan bebas bug, dan biasanya sih aplikasinya jadi ga terlalu up to date, kecuali security updatenya. Karena di jadikan server, aku pikir ga akan jadi masalah.
Aku sendiri pake ubuntu, alasanya karena pengenalan hardwarenya yang bagus. Tapi terasa sangat banyak bug, mungkin karena ubuntu ngejar teknologi baru (paket aplikasi tebaru). O ya, denger-denger setiap rilis ubuntu di ambil dari versi Unstabil Debian, bener ga sih? On 2/21/09, Akhmat Safrudin <[email protected]> wrote: > > Ahmad Tanwir wrote: >> Aku pikir Ubuntu kurang cocok untuk hal beginian. Kalo mengacunya pada >> Linux yang bener-bener stabil dan cocok untuk server, sebaiknya >> pilihan di jatuhkan pada beberapa distro berikut: >> >> - Debian >> - Slackware >> - CentOS > memang nya parameter "stabil" dan "cocok untuk server" itu bagaimana ya ? > > somat. > > -- > Tutwuri handayani > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Klub Linux Bandung" group. To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [email protected] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung?hl=en -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
