On 3/17/10, Andi Sugandi <[email protected]> wrote: >> saya ambil contoh, PMI (Palang merah indonesia) mereka membuka cabang di >> kampus-kampus (KSR) atau di sekolah-sekolah (PMR) dan perwakliannya itu >> ada >> yang di PMI., dan setiap tahun ajaran baru baik di sekolah/kampus selalu >> bertambah anggotanya, jadi di PMI anggotanya ga itu-itu aja,,, hehehehe
> Idealnya seperti itu, mari kita bangun bersama-sama. Tapi soal > koordinasi, KLuB adalah komunitas tanpa bentuk (OTB), tidak punya hak > untuk mengatur dan mempengaruhi setiap KSL. Masing-masing KSL bebas > menentukan pola kegiatan dan penelitiannya masing-masing. Walaupun > baik, namun KSL tidak perlu/harus melaporkan setiap kegiatannya ke > KLuB. Satu hal lagi, KLuB dan mungkin KPLI di kota-kota lain tidak pernah menerima dana bantuan per tahun (APBN?) dari pemerintah, jadi murni dikelola secara mandiri. Sehingga tidak heran klo kegiatannya akan tergantung modal khas masing-masing, klo sedang ada dana (dan anggotanya sedang ada waktu kosong) kegitan bisa dilakukan, kecuali kegiatan yg sifatnya eksklisif (ex: rapat pengurus) dan penelitian mandiri. Kecuali mungkin KSL (di universitas atau sekolah) yang sudah punya bantuan dana resmi sehingga bisa diatur alokasi dana untuk setiap kegiatannya. Dari soal dana saja terlihat benang merah antara KLPI (dalam hal ini KLuB) dan KSL, KPLI dan KSL memang pada dasarnya bisa mandiri walaupun akan baik sekali jika dapat saling berkoordinasi. Best regards, -- Andi Sugandi (Bandung) openSUSE Ambassador http://en.opensuse.org/User:Andisugandi -- You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Klub Linux Bandung" group. To post to this group, send email to [email protected]. To unsubscribe from this group, send email to [email protected]. For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung?hl=en.
