Berdasarkan coba mencoba berbagai desktop environment maupun window manager, kde memang yang paling berat. Baik itu di konsumsi memory maupun cpu load. Seharusnya ini tidak menjadi masalah di hardware-hardware saat ini dimana Core i5 sudah memasuki pasar laptop, apalagi di dekstop. Dan dimana memory 2 GB sudah sangat biasa, bahkan hingga 4GB yang memaksa adaptasi OS 64 bit semakin cepat.
Bisa jadi adaptasi dan penerimaan kde4 dikarenakan popularitas ubuntu (gnome default), atau keengganan mengeksplorasi fitur2 baru di kde4, artinya membiasakan diri kembali. Pengguna kantoran, bisnis, dan lain-lain cenderung menghindari perubahan yang banyak, walau hanya pada tampilan sekalipun. Ini pula, mungkin, mengapa distro dengan pasar utama server dan bisnis lebih memilih gnome. Saat ini masih nyaman dengan gnome, namun mungkin akan berpindah ke kde mulai 4.5 karena saya merasa gnome 3.0, setidaknya versi preview, terlalu banyak mengalami perubahan ke arah yang kurang pas. 2010/4/16 i-t-a-c-h-i <[email protected]> > > > 2010/4/15 Agus Setiawan <[email protected]> > > >> enteng berat menurut saya ini sangat relatif...dan dipengaruhi ama hw-nya >> sendiri.. >> kalo mau lebih enteng lagi.. ga perlu pake desktop :D >> >> > *wah ada juragan osol dari bandung* > emang sih, pake CLI juga keren :D > > -- > tunggu dulu... gue pake linux... > > http://archblogs.isgreat.org > > Plurk : ubuntero > YM : itachi_linux > > > -- > Web Milis: http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung > Etika Milis: > http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung/web/etika-milis > -- Web Milis: http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung Etika Milis: http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung/web/etika-milis
