Ini hasil diskusi yang terjadi di OSUM (Opensource University Meetup) Leader mudah-mudahan bermanfaat :D
-------------------------- Agus Setiawan : Ini baru rencana saja..saya dapet dari milist sebelah,,, menurut pendapat rekan-rekan gimana? mohon sarannya ya,,, karena saya kurang mengerti dengan acara debat sehat antara linux dan opensolaris,,, walaupun judulnya debat sehat dikhawatirkan hasilnya jadi ga sehat.. ini menurut pribadi saya saja.. :) apa ada rekan2 yang pernah menyelenggarakan acara seperti ini? terima kasih -------------------------- Lukman Prihandika : Kalau menurut saya pribadi, yang kebetulan juga ikut gabung di milis sebelah agak cenderung kurang setuju berdasarkan pengalaman posting2 yang pernah ada mereka kebanyakan fanatik dengan legalisme sebuah linux jadi dikhawatirkan bukan debat sehat lagi nantinya, dan satu lagi yang mengganjal di pikiran saya adalah dari Judul acara itu sendiri "Dialog Sehat antara Linux dengan Opensolaris" kenapa bukan "Dialog Sehat antara Linux dengan Unix" Tapi saya tetap mendukung saja jika acara ini jadi dilaksanakan, cause tetap konsumen sendiri yang memilih nantinya -------------------------- Alex Budiyanto : Rekan, Sepakat dgn Lukman, saya sendiri kurang setuju jika ada debat semacam ini. Jika agenda utama adala Ubuntu Release Party sebaiknya bahas saja ttg Ubuntu. Jika mau bikin acara juga untuk OpenSolaris bisa dijadwalkan di waktu lain, tapi jika mau tetap dijadikan satu, bahas kelebihan masing-masing tanpa perlu diperdebatkan. Sebuah teknologi ada kelebihan dan juga kekurangan, daripada saling 'menyakiti' satu sama lain, lebih baik kita pelajari kelebihan masing- masing :-) Thanks -------------------------- Unggul : Setuju dengan mas Alex dan Lukman. Sebagai pengguna, maupun "pengoprek" tentu kita masing2 memahami kelebihan dan kekurangan. Sempat juga ngobrol dengan mas Alex beberapa waktu lalu di USNI, saya sangat setuju prinsip-prinsip pembelajaran yang kita perlu ambil. Kalau mau heboh, sekalian saja Linux vs Windows dan itu pernah dilaksanakan dengan peserta yang luar biasa banyak di sebuah universitas di jakarta. Buzzword Marketing :-) tapi sama seperti acara "debat" di televisi, pasti deh ujung2nya, kami mengabarkan, Anda menentukan hihi.. nggak ada ujungnya ini mah.. Lagian ini 'pan "party" yang senang-senang aja.. kalau saya sih, kalau bikin acara release party, mengundang osol dan komunitas pengguna untuk "saling menguatkan" bukan "saling mencari kelemahan".. la wong sama-sama yang makai secara kuantitas di negeri ini masih kecil kok.. musti merapatkan barisan dong kalau kayak gitu.. aya aya wae nih judulnya.. betul ndak? -------------------------- Ahmad Saiful Muhajir : Setuju dengan yang di atas (Alex dan Lukman). Saya rasa tidak perlu pakai judul debat. Cukup menguak kelebihan dan kekurangan masing-masing saja. Kesan debat itu tidak nyaman di telinga. :D Bisa saja debatnya tetap sehat, namun khawatir malah pendukung ini dan itu jadi akhirnya antipati satu sama lain. :D -------------------------- Unggul : Belum lagi sorak sorakan penonton :-) kebayang deh.. susah mo ditulis "sehat" namanya aja rilis party ubuntu.. ibaratnya maen bola di kandang Persija yang Persikabo (maklum orang Bogor bukan Bandung jadi ngasih contohnya ini bukan Persib hihi..) bedol desa pun masih kalah baik jumlah maupun "senjata" wakakaka.. -------------------------- Aditya Hilman : Setuju sama mas Alex n Lukman. Kenapa harus diperdebatkan, walaupun itu secara sehat. Toh sama-sama open source, mending materinya dirubah menjadi "bagaimana mengimplementasikan teknologi opensolaris di linux" atau sebaliknya. -------------------------- Petra Barus : Ho oh, debat ilmiah yang terlalu product-minded gak menghasilkan apa-apa. Kalo debat tuh harusnya temanya konseptual. Apalagi yang debat orang Indonesia yang hampir selalu pake emosi cem sidang pansus Century kemaren, LOL. Kalo mau lebih berguna mah soal gini-ginian mending bikin survey paper[1] deh.Lumayan khan kalo bisa masuk jurnal paling gak tingkat nasional kalo minder tingkat internasional :D Formatnya khan tinggal kayak yang dilakukan pak Tanenbaum di buku Modern Operating System[2]. Kalo yg itu udah agak usang :D bikin aja yang baru yang lebih komprehensif :D udah bisa dijadiin skripsi tuh.. disertasi malah. -------------------------- Hery Setiawan : Setuju juga dengan Pak Alex dan Lukman, daripada debat antar OSOL dan Linux mending cari solusi agar kedua produk ini bisa diimplementasikan secara luas di masyarakat. CMIIW -------------------------- Rachmat Febrianto : saya punya pengalaman,, menggabungkan acara dua komunitas.. linux dan osol. dulu sempat akan diadakan tema debat,, namun di ganti menjadi talkshow. waktu itu di acara pas festival komputer indonesia,, tema talkshownya : "sistem operasi murah & legal". disitu kami membahas,, seluk beluk tentang operasi itu... fitur...dan keguanaannya untuk sehari2. yang harus berperan aktif adalah moderator,,, karena moderator yang akan membawa acara tersebut. siapkan banyak pertanyaan aja,, untuk kedua narasumber dari dua kommunity tersebut... karena kalo udah berjalan talkshownya pasti nanti audience akan bertanya apa yang di jelaskan oleh narasumber tersebut. kemudian,, sebelum acara buat kesepakatan tidak ada saling menjatuhkan satu sama lain,,, berkaitan dengan apa saja yang akan di sampaikan para narasumber. mungkin bisa juga,, seperti apa yang dikatakan mas alex.. kalo acara rilis party.. bisa juga bersamaan dengan klub.. disitu setiap narasumber presentasi kelebihan dan fitur sistem operasinya... "tanpa adanya debat" (biar user yang akan memilih). kenapa digabung seperti itu,, biar gaungnya lebih besar... dan audience akan banyak, dengan audience akan banyak maka kesembatan opensolaris untuk dikenal oleh orang semakin banyak juga. mungkin sekian pengalaman saya,, terimakasih.. maaf kalo kepanjangan :) -------------------------- -- Web Milis: http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung Etika Milis: http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung/web/etika-milis
