> 2010/10/21 princeofgiri <[email protected]> >> >> On Wed, 20 Oct 2010 23:45:47 +0700 >> zuhair <[email protected]> wrote: >> >> > Tapi btw banyak juga sih yang pakai Ms. Office sekedar pemakaian >> > sederhana. Sama sekali tidak menyentuh fitur2 canggih dan modern yang >> > disediakan di sana. >> >> eh.. ada yang pernah nulis gak, fitur apa yang ada di Ms. Office tapi >> tidak ada di OpenOffice atau LibreOffice. Begitu juga sebaliknya. >
Mm, menurutku sih konteksnya di soal kemudahan. Banyak yang lebih mudah dilakukan dengan Ms. Office dibanding OpenOffice.org. Tampilannya juga otomatis lebih elegan. Well, it's just preferences. 2010/10/21 Wisnu Manupraba <[email protected]>: > > secara fitur kayaknya sih semua ada deh, tapi user experiencenya beda. Kayak > bikin numbering aja, kalau sudah salah, susahnya minta ampun ngebenerinnya > di openoffice > Iya, ya. Masih perlu banyak campur tangan user. Nostalgia ke zaman2nya Ms. Office pra-2003. > terus kenapa ya kok ngerasa font-font default yang dibawain ke linux jelek2 > ya? kalau udah ngelakuin belum? include font-font yang bagus jadi pas bikin > dokumen di openoffice bisa cakep tampilannya > Install aja font2 dari Windows. Ada di C:\Windows\Fonts\ Di Linux ga disertain fonts yang sama soalnya font tuh juga ada lisensinya. Makanya dibuat kopian font semisal Liberation Serif untuk Times New Roman, dan Liberation Sans untuk Arial. Sama persis, alhamdulillah. Yang lainnya tinggal pasang sendiri aja. Dua yang bagus menurutku Calibri (latin) sama Traditional Arabic (arab). > bahkan openoffice punya kelebihan dari ms office, punya fitur export to pdf > default :D > Yoa. Oya btw, aku pernah bikin dokumen OpenOffice.org di Slackware. Trus pas dibuka di Ubuntu, ada yang berubah walau sedikit. Tapi pas dibuka di Windows, ga ada masalah. Ada yang punya pengalaman yang sama? -- zuhair a.k.a. bima Blog: http://aryabima.wordpress.com -- Web Milis: http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung Etika Milis: http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung/web/etika-milis
